CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 12


__ADS_3

Setelah meminta pak amrin untuk membelikan ketoprak. Riyani masuk ke dalam rumah dan membuatkan reza teh. Teh sudah matang, riyani pun ingin mengantarkan teh itu ke reza tetapi reza sudah duduk di ruang TV.


" Mas ini teh nya" Ucap riyani menaruh teh nya di meja.


" Makasih sayang, kamu gak marah?" Tanya reza.


" Nggak, buat apa marah?" Jawab riyani sambil duduk dan memeluk reza dari samping. reza pun membalas pelukan riyani dengan sebelah tangan dan satu tangan lagi memegang cangkir teh.


" Ya karna tadi aku lupa beliin kamu ketoprak"


" Udah lah mas ngapain ria harus marah sama mas cuman gara gara ketoprak"


Saat mereka sedang mengobrol dan menonton tv, pak amrin datang menemui mereka.


" Permisi pak bu" Sapa pak amrin.


" Iya pa" Balas riyani langsung melepaskan pelukannya.


" Ini bu pesanannya" Ucap pa amrin sambil menyodorkan plastik.


" Wah makasih paaaak, bapa udah ngambil?" Tanya riyani.


" Udah bu, makasih"


" Iya pak sama sama" Ucap riyani sambil tersenyum lebar.


Pak amrin mengundurkan diri untuk kembali ke pos satpam. Reza yang melihat itu langsung bertanya tanya apa yang di pesan riyani?.


" Kamu beli apa?" Tanya reza.


" Ketoprak" Ucap riyani langsung berlari ke dapur. reza pun mengikuti riyani ke dapur.


" Biii... bibi...." Seru riyani.


" Iya buu.."


" Inih buat bibi sama bi siti"


" Gak usah nyonya" tolak bi ani gugup.


" Gak papa bi di makan yah"


" Iya bu terima kasih" Ucap bi ani sambil berjalan ke belakang.


Riyani ke dapur untuk mengambil piring dan sendok. Lalu ia duduk di meja makan untuk mesantap ketoprak yang sudah ia inginkan sejak siang.

__ADS_1


" Kamu beli apa sayang" Tanya reza seraya duduk di meja makan.


" Ketoprak" Jawab riyani sambil menikmati ketoprak itu.


" Kok aku gak di beliin"


" Oh dikirain gak mau" Ucap riyani masih makan.


" Mas mau?"


" Mauuuuu" Jawab reza menyodorkan mulutnya.


" Sana beli sendiri" ketus riyani.


" Loh" Lirih reza.


" Masih marah sama mas?" Tanya reza sambil memajukan wajahnya kepada riyani.


" Nggak" Singkat riyani.


" Terus kenapa mukanya kaya gitu"


" Gak papa, emangnya aku mukanya harus gimana" Jawab ketus riyani.


" Uoek...uoek...uoek" Suara muntahan riyani dan reza membantu memijatkan tengkuk riyani.


" Kamu kenapa sih sayang? dari kemarin muntah muntah terus?" Tanya khawatir reza. Riyani tidak menjawab, ia terus muntah muntah walau tidak ada yang keluar dari mulutnya.


Reza langsung berlari ke meja makan dan mengambil ponselnya. Ia menelepon dokter pribadinya agar datang ke rumahnya.


Telpon*


" Halo kamu cepetan kesini"


" Kemana?"


" Rumah sayalah"


" Oke sebentar mandi dulu"


" 10 menit sudah di depan mata saya"


" Si...si...siap O T W !!!!" Ucap Egi gugup.


10 menit kemudian dokter pribadi (Egi) reza datang. Ia ngos ngosan seperti lari dikejar anjing. Ia melihat jam tangannya sudah pas 10 menit, tapi batu sampai gerbang rumah reza bukan di hadapan reza. Ia langsung lari samapai di kamar reza ia melihat jam nya sudah melewai waktu yaitu menjadi 15 menit. Ia merasa takut karena ia datang terlambat.

__ADS_1


" Hah..hah...hah... maaf saya terlambat" Ucap dokter pribadi reza terbata bata.


" Telat 5 menit" Ucap reza menatap tajam.


" Udahlah mas biarin aja yang penting kan udah dateng" Ucap riyani langsung diberi jempol oleh dokter pribadi reza.


" Yaudah periksa istri saya"


" Baik" Dia mengecek riyani dan terdiam.


" Kenapa kamu diam? ada apa dengan istri saya?" Khawatir reza.


" Kamu gak perlu khawatir, malah harusnya kamu bahagia" Ucap dokter.


" Loh kenapa?" Tanya reza.


" Istri kamu hamil 3 minggu, Untuk pemeriksaan lebih lanjut langsung cek ke rumah sakit"


" HAH?!! istri saya beneran hamil dok?!! beneran?!! Terima kasih ya Allah" Syukur reza sambil memeluk dan menghampiri riyani.


*Dokter pribadi reza bernama Egi bramasta. Ia adalah sahabat dari SMP reza. Mereka mengambil jurusan yang sama saat SMA tapi entah mengapa Egi mengambil UNIV yang berbeda. Ia mengambil bagian kedokteran, bukan seperti reza mengambil bisnis. Sekarang egi menjadi dokter pribadi reza, ia akan sigap jika di panggil reza. Sifatnya berbeda dari reza, Egi orang yang ceria dan ramah ia selalu tersenyum kepada siapapun. Sayangnya ia lelaki tampan yang memiliki banyak wanita, entah berapa banyak wanita yang ia hamili*


" Mas jangan peluk peluk aku gak suka!" Ucap riyani sambil meronta.


" Loh kenapa sayang biasanya kamu suka aku peluk?" Tanya reza sambil membelai rambut riyani.


" Jangan pengang rambut aku!" Ucap riyani.


" Iya iya aku diem aku ngejauh nih.." Ucap reza seraya mundur dan ingin pergi dari kamar untuk mengantar egi pulang.


" Jangan pergiii... peluuuuuk..." Ucap riyank sambil membuka tangan lebar lebar yang artinya ingin di peluk.


" Tadi katanya gak mau di peluk"


" Mas jahat!!" Rengek riyani yang matanya sudah berkaca kaca. Reza langsung memeluk riyani.


" Yaudah aku pergi sendiri aja, Assalamualaikum" Pamit egi.


" Waalaikumsalam" Jawab riyani dan reza.


***


**VOTE! LIKE! KOMEN! AND FAVORIT+❤!


Fby**...

__ADS_1


__ADS_2