CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 212 Menyimpulkan Hasilnya Sendiri


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sudah dua hari, Reyhan belum menghubungi Kenzie.


Kenzie sangat ingin ke rumah sakit untuk melihat dan menemani Ken. Juga sangat ingin menanyakan hasil dari tes DNA, tetapi setiap memikirkan kejadian hari itu di dalam ruang pasien, ia selalu mengurungkan niatnya untuk menghubungi Reyhan.


Hello! Im an artic!


Hingga pada sore hari, ponselnya yang terus diam itu akhirnya berbunyi.


Apakah itu telepon dari Reyhan? Apa hasil tes DNA-nya sudah keluar? Kenzie bangun dari sofa, tanpa melihat siapa peneleponnya,dia pun langsung mengangkatnya, “Halo.”


Suaranya penuh dengan ekspektasi dan rasa gugup.


“Kenzie, aku harus kembali ke kota A. Lain kali, main-main ke kota A ya.” di dalam telepon, suara Steven sangat lembut.


Hello! Im an artic!


Tetapi Kenzie sama sekali tidak merasakan kelembutan itu, dengan kecewa ia menggigit-gigit bibirnya, “Baik. Steven, hati-hati di jalan.”


Salam perpisahan belum selesai diucapkan, tiba-tiba ada telepon masuk lagi, Kenzie melihat siapa yang telepon, ternyata itu adalah Reyhan.


Dengan buru-buru dia menjelaskan ke Steven, “Steven, ada telepon masuk yang harus aku angkay, aku matikan dulu ya?”


Steven langsung merespon dengan cepat, “Baik, baik. Nanti kita ngobrol lagi.”


“Halo?” suara Kenzie sedikit serak karena gugup.

__ADS_1


“Kamu di rumah? Aku ada di cafe dekat rumah kamu. Ada hal yang aku ingin aku bicarakan denganmu, kamu keluar ya.” suara Reyhan yang datar tanpa emosi.


Kenzie pun tidak sabar, “apakah ini berhubungan dengan tes DNA tersebut? Apakah kamu bisa memberitahuku hasilnya?”


Mengapa harus membuang-buang waktu? Dan lagi, dia sedang tidak mau bertemu Reyhan sekarang.


“Nanti baru dibicarakan ketika kita bertemu.” Reyhan langsung mematikan teleponnya.


Kenzie kesal , tetapi juga tidak bisa apa-apa, mau tidak mau, ia mengganti pakaiannya lalu pergi ke cafe itu.


Sesampainya di cafe, dari jauh dia melihat Reyhan memakai kaos biru gelap, celana jeans, sedang duduk di sebelah jendela. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Tania juga ikut ke cafe ini?


Kenzie kebingungan, tetapi dia tetap berjalan dengan santai ke arah mereka.


Kali ini Tania benar-benar membuang kepura-puraannya, dia pun tidak menyapa Kenzie sama sekali, sepasang mata besarnya yang cantik itu melihat ke arah Kenzie beberapa kali, lalu langsung membuang pandangannya, melihat ke arah luar jendela pura-pura bosan.


Apa maksud Reyhan melakukan ini? Reyhan mengajak Kenzie keluar sambil dia membawa Tania, apakah Reyhan ingin mempermalukannya?


Reyhan menatap Kenzie, lalu memberinya sebuah map, “di dalamnya ada hasil tes DNA. Lihat saja sendiri.”


Akhirnya hasilnya keluar! Kenzie melihat ekspresi Reyhan, hatinya tiba-tiba berdebar, seperti menunggu hasil sidang.


Jarinya yang bergetar itu perlahan-lahan membuka map itu, lalu mengeluarkan beberapa halaman kertas dari dalam.


Setelah tabel berisi angka genetika yang panjang, ada satu kalimat yang ditebalkan, “Hasil analisa 21 Fluoresensi STR site, Kenzie (ibu) dan Ken (anak), memiliki 9 site yang tidak memenuhi hukum genetika. Dengan itu, Kenzie dan Ken tidak memiliki hubungan ibu dan anak.”


Kalimat yang pendek itu, dilihat berapa kalipun, tetap tidak di mengeretinya..

__ADS_1


Air mata pun secara tidak sadar sudah memenuhi kantong mata, dia memegang kertas itu dan menatap Reyhan, “ini, ini artinya apa?”


Wajahnya yang mirip, rasa sayang tanpa alasan, dan juga firasat yang tersambung…


Jangan-jangan, itu semua palsu? Semuanya hanya ilusinya semata?


Air matanya pun menetes, Kenzie masih bersikeras membuka matanya, menatap Reyhan dengan penuh harapan, berharap Reyhan memberi tahu dirinya, kalau laporan ini palsu.


Reyhan melihat mata dan hidung Kenzie memerah, matanya pun emosi, tapi ia tetap menutup mulut.


Tania pun menghela nafas dan menatap Kenzie yang menangis, “Kamu masih tidak mengerti? Kamu dan Ken, tidak memiliki hubungan sama sekali! Apa lagi hubungan ibu dan anak!”


Kata-kata Tania, seperti menghancurkan jerami terakhir milik seekor kuda. Kenzie pun hancur, dia pun duduk, kukunya yang tajam itu mencubit tangannya, tetapi ia tidak merasakan sakit sama sekali.


Mengapa ia diberikan kesempatan untuk bermimpi seperti itu? Mengapa dengan cepatnya ia dibangunkan dari mimpi itu? Jika dari awal ia tahu semuanya akan seperti ini, lebih baik ia tidak diberikan harapan sedikitpun!


“Baiklah, Reyhan, kita sudah memberitahu dia hasilnya. Kita pergi saja, kamu tadi sudah berjanji untuk membantuku memilih cincin pernikahan.” ucap Tania dengan manja.


Reyhan menganggukkan kepala, lalu memanggil pelayan untuk meminta bon.


Setelah bayar, pelayan memberikan sebuah koran, “ini gratis dari kami, koran malam yang baru terbit.”


Reyhan melihat sekilas koran tersebut, saat sedang bersiap-siap pergi dengan Tania, tiba-tiba, matanya terpaku menatap gambar besar di berita utama.


Kalimat yang ditebalkan sangat menarik perhatian, “Riset palsu? Kepala pengadilan kota A mencari kesenangan di siang bolong, fotonya bersama simpanannya pun terbongkar.”


Di foto yang sangat jelas itu, ada seorang pria yang elegan sedang menatap wanita yang tersenyum malu. Di mata pria itu, sangat terlihat jelas kelembutannya, tawa wanita itu juga sangat manis.

__ADS_1


Steven. Kenzie.


__ADS_2