
Kenzie tidak begerak, juga tidak berkata apa-apa. Makanan mewah yang diantarkan juga tidak diliriknya sama sekali.
Bibi Dewi sangat panik hingga berkeringat dan berkata, “Nona Kenzie, makanlah sedikit! Lihatlah, kamu sudah kurus begini. Makan sedikit saja, makan lah biarpun hanya sedikit!”
“Tidak. Kamu bawa kembali saja. Bibi Dewi, terima kasih sudah repot-repot membawakan makanan untukku.” Kenzie menjawab Bibi Dewi dengan suara lelah.
“Plangggg!” Tiba-tiba terdengar bunyi pintu kamar ditendang seseorang.
Reyhan dengan tubuhnya yang gagah masuk ke dalam kamar, dengan rambut hitam yang berantakan, ia memandang Kenzie dengan penuh kekejaman. Ada kasa medis yang menghiasi dahinya.
Mendengar pintu yang ditendang, Kenzie pun menoleh ke arah pintu, dan ia melihat Reyhan berdiri disana.
Dahinya kenapa ditempel kasa? Dia kenapa? Apa semalam ia berkelahi dengan Steven?
Kenzie diam-diam menebak-nebak dalam hati, namun walau penasaran, ia tidak menanyakan apapun pada Reyhan.
Saat Bibi Dewi melihat Reyhan, ia seperti melihat seorang penyelamat, “Presdir Reyhan, Nona Kenzie tidak mau makan, tolong bantu aku nasehati dia!”
Reyhan berjalan dan memegang dagu Kenzie, tangan kanannya memegang sendok dan memaksa menyuapkan makanan ke mulut Kenzie.
Kenzie menutup mulut dengan rapat, tidak mau menerima suapan dari Reyhan.
Sup itu menetes ke bawah dagu hingga ke dada Kenzie, dan membasahi baju Kenzie.
“Kenzie untuk apa kamu berpura-pura?” Reyhan memandang Kenzie dengan kejam, “Bukankah kamu sudah pernah tidur dengannya beberapa kali? Beritahu aku, kamu sudah berapa kali tidur dengan Steven?”
Bibi Dewi benar-benar tidak ingin mendengarnya, Ia segera keluar dan menutup pintu.
Begitu Bibi Dewi pergi, Reyhan terlihat semakin menakutkan, tangannya mencengkram dagu Kenzie, dan dengan sorot mata yang tajam berkata, “Saat bersamaku, kamu hanya memikirkan Steven, bukan?”
Gila kamu! Kenzie terkejut dan menengadah ke arah Reyhan, seakan tidak percaya akan telinganya sendiri. Mengapa pria ini begitu menjijikkan?
Apa di dalam pikirannya hubungan antara pria dan wanita hanya sekedar hubungan di atas kasur?
Kenzie sama sekali tidak ingin berdebat lagi dengannya. Kenzie menutup matanya dan menganggap Reyhan seperti angin lalu.
“Jawab!” Reyhan menarik rambut Kenzie dengan kasar, pandangannya sangat menakutkan.
Rambut Kenzie pun ditarik hingga kepalanya terasa sakit, namun dia sedikitpun tidak memohon pada Reyhan melepaskannya. Dengan Kenzie pandangan sinis melihat Reyhan, dan tersenyum menyindir, “Apa yang ingin kamu dengar? Kamu bertanya sudah berapa kali aku dengan Steven melakukan hal itu? Kamu yakin kamu ingin mendengar jawabannya?”
Dengan nada menyindir, Ia sengaja membuat amarah Reyhan semakin tersulut, dan membuat kecemburuan Reyhan semakin dalam hingga membuat Ia seperti gila.
“Kenzie! Sudah berapa kali kamu dengan Steven melakukan hal itu? Jawab!” Dengan nada yang sudah seperti orang gila Reyhan bertanya.
“Reyhan! Kamu benar-benar menjijikkan!” Muka Kenzie kemudian berubah menjadi begitu pucat dan gemetar.
Inikah pria yang ingin benar-benar Kenzie cintai? Tidak! Dia tidak akan mencintai pria jahat semacam ini!
Kenzie sepertinya buta, bisa-bisanya ia mengira Reyhan benar-benar mencintainya!
“Menjijikkan? Aku akan memberitahumu makna menjijikkan yang sebenarnya!” Reyhan dengan kejam menarik rambut Kenzie, dan menjatuhkan Kenzie ke bawah kasur.
__ADS_1
Ia menekan bel di sebelah meja dan bel itu berbunyi, “Bibi Dewi, minta paman Wang mencarikanku orang-orang di pinggir jalan.”
Tidak lama kemudian, datanglah seorang pria bertatto dan masuk ke dalam.
Kenzie pun berteriak dan mundur hingga ke sudut tembok. Matanya membelalak dan melototi Reyhan, “Reyhan! Kamu mau apa?!”
“Mau apa? Bukannya kamu ini perempuan yang suka berzinah kan! Aku panggilkan orang untuk memuaskan kamu!” Kecemburuannya sudah membuat Reyhan seperti kehilangan akal sehat, ia hanya merasa dengan terus menyakiti Kenzie itu akan membuatnya merasa lebih baik.
“Reyhan! Brengsek kamu!” Kenzie benar-benar tidak menyangka Reyhan akan berbuat seperti itu, dan Ia hanya bisa menjerit sekuat tenaga!
Reyhan, tidak sangka pria ini bisa-bisanya menyuruh pria lain memperkosanya.
Reyhan berkata kepada para orang-orang bertatto itu, “Hari ini, kalau kamu tidak berbuat apa-apa kepada wanita ini, jangan harap kamu dapat melihat matahari esok!”
Melihat Kenzie yang terus bercucuran air mata di sudut tembok, pria bertatto itu pun hatinya menjadi luluh, meskipun wanita ini sedikit kurus, tapi parasnya tidak terlalu buruk.
Reyhan menatap perempuan yang ada di sudut tembok itu, dan pria bertatto itu pun berkata, “Aku… Aku boleh mulai tidak?”
“Terserah!” kata Reyhan. Dan Reyhan pun keluar dan membanting pintu, “Blangg!” bunyi pintu terdengar menggelegar.
Setelah Reyhan pergi, pria bertatto itu pun merasa sangat leluasa.
Dengan pandangan penuh nafsu, ia memandang Kenzie, juga meneriakkan, “Hari ini aku begitu beruntung , tidak disangka wanita yang begitu murni ternyata memiliki nafsu yang tinggi!”
Kenzie dengan sekuat tenaga bersembunyi di sudut tembok, melindungi dirinya, dan dengan membelalakkan matanya, “Kamu mau apa?! Jangan kemari!”
“Mau apa? Tentu saja mau melakukan apa yang diperintahkan Presdir Reyhan!”
Dengan nafsunya pria itu memandang Kenzie.
Tapi mana mungkin pria jalanan itu bisa ditakutkan hanya dengan sebuah vas bunga?
Dengan tawa penuh maksud, ia pelan-pelan menghampiri Kenzie.
“Prakkk!” Kenzie pun melemparkan vas bunga itu, pria itu pun menghindar, namun vas bunga itu terjatuh di karpet, tapi tidak pecah.
“Lihat kan, nona, vas bunga tidak bisa menyelamatkan kamu! Terima saja nasibmu!” Pria itu pun berjalan kearah Kenzie, dan mulai mengulurkan tangannya.
Kenzie melompat, membelalakkan matanya dan berkata, “Jika kamu berani menyentuhkuku, Reyhan tidak akan melepaskanmu!”
Selama ini Reyhan selalu berpikiran pendek, dia akan marah dan memukul Kenzie, tapi dia tidak akan membiarkan orang lain berbuat yang tidak senonoh kepada Kenzie.
“Hahaha… Nona, kamu ini masih belum sadar juga ya? Aku ini orang yang disuruh Presdir Reyhan untuk melayanimu! Presdir Reyhan tidak hanya tidak memarahiku, ia bahkan memberikanku hadiah!”
Pria itu sudah tidak sabar lagi. Perempuan ini, kelihatannya lemah, tapi ternyata benar-benar pemberani!
Kenzie merasa dunianya gelap seketika. Dia begitu naif! Dia masih mengira Reyhan akan menolongnya, dia benar-benar lupa, bahwa pria-pria ini adalah suruhan Reyhan!
Pria itu memandang Kenzie dengan penuh nafsu, ia pelan-pelan mendekati Kenzie.
Kenzie terus berteriak, melompat kesana kemari di kamar, namun ia tidak bisa bersembunyi dari pria-pria itu.
__ADS_1
Permainan ini sangat seru bagi pria itu, wajahnya penuh dengan kehausan, ingin segera mendapatkan Kenzie.
Kenzie dengan sekuat tenaga bersembunyi dan terus melindungi dirinya, ia melemparkan semua barang-barang yang bisa ia gapai ke arah pria itu!
Muka yang begitu pucat dan panik.
Bahkan bibirnya penuh dengan keputusasaan.
Reyhan membelakangi pintu dan tetap berdiri di sana. Mendengar jeritan dan tangisan Kenzie, wajahnya menjadi dingin.
Pria bertato itu berhasil menangkap Kenzie. Dengan lengannya yang ditutupi tatto, dirinya memeluk Kenzie dengan sangat erat.
Kenzie tahu, ia sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi, hanya Reyhan yang dapat menolong dia.
Reyhan mendengar suara yang dingin dari dalam ruangan, wajah yang begitu tampan itu tampak tidak memiliki ekspresinya lagi.
Ini hutang yang harus dibayar Kenzie, dia harus membayar semuanya ini! Reyhan, tidak boleh dipermainkan oleh siapapun!
Kenzie bahkan tidak memohon bantuannya, di pikirannya hanya ada orang lain, ya biarkan saja dia!
Dia juga tidak menginginkan wanita kotor seperti ini…
Suara teriakan Kenzie semakin lama semakin kencang, Reyhan bisa mendengar suara itu dari luar, dan kepalan tangannya tiba-tiba semakin erat.
Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam, telah sampai dimana…
Dia sekarang seharusnya senang bukan? Wanita yang mengkhianatinya, sekarang sedang menerima pelajaran. Reyhan seharusnya senang.
Tapi,mengapa ia tidak merasa senang sama sekali? Kenapa hatinya malah terasa sakit?
“Reyhan! Brengsek kamu! Aku membencimu! Aku akan membencimu selamanya! Kamu pria brengsek!” Terdengar teriakan dari dalam oleh Kenzie, suaranya penuh dengan tangisan yang menyayat hati.
Reyhan pun tidak bisa menahan diri untuk berjalan mendekati pintu, namun ia tiba-tiba berhenti!
Perempuan ini, kamu kira hanya dengan berteriak dan menangis aku akan memaafkan kamu? Bermimpi saja!
Reyhan berdiri kaku dan terdiam di depan pintu. Mendengar teriakan dan jeritan Kenzie, tangannya memegang gagang di pintu, semakin lama pegangannya semakin erat, gagang tersebut serasa akan hancur!
“Baiklah, jangan menangis, jika Presdir Reyhan tidak mencintaimu, biarkan aku yang mencintaimu! Mari, kemari!” teriak pria bertato tersebut, yang lalu menarik Kenzie ke dekapannya.
Dengan bau tubuhnya membuat Kenzie hampir muntah.
Ia terus mengelus tubuh Kenzie, membuat Kenzie terus berteriak!
Kenzie mengangkat tangannya tinggi-tinggi, dan mencakar wajah pria itu, dan cakarannya melukai wajah pria itu!
Begitu melihat tangan Kenzie yang penuh dengan darah, pria itu menyadari bahwa wajahnya dilukai oleh Kenzie!
Hatinya penuh dengan amarah, dan langsung menarik rambut Kenzie, lalu mendorongnya ke dinding, “Perempuan sialan, kamu sungguh berani padaku!”
Pria itu kemudian menarik rambut Kenzie, dan menghantamkan kepalanya ke dinding terus-menerus!
__ADS_1
“Dung… dung… dung” terdengar bunyi yang begitu jelas,kepalan tangan Reyhan semakin keras.
Jeritan dan tangisan Kenzie terdengar sangat jelas…