
Nindi menggandeng Kenzie, mereka berdua pergi ke rumah Nindi, jantungnya yang berdebar-debar daritadi akhirnya bisa tenang juga.
“Kenzie, kamu duduk dulu, aku akan mengambil salep untuk kamu.” Nindi langsung pergi mencari salep untuk luka di kaki Kenzie.
Kenzie meletakkan tasnya, lalu mengira-ngira luas rumahnya Nindi.
Rumahnya memiliki 1 kamar tidur dan 1 ruang tamu, luasnya kurang lebih 50 meter, tapi Nindi menjaga rumahnya agar terlihat sangat bersih dan rapih, lantainya bersih, di atas meja ada vas berisi bunga Daisy.
Kelihatan jelas, bahwa Nindi adalah orang yang benar-benar perhatian.
Kenzie tiba-tiba sangat iri pada Nindi, dia juga ingin memiliki rumah seperti ini, tidak terlalu besar, asalkan semuanya miliknya sendiri , itu sudah cukup . Dia mau ingin menjadi wanita yang mandiri, bukan menjadi peliharaan Reyhan.
“Kenzie, sebenarnya ada apa antara kamu dengan Presdir Reyhan?” Nindi bertanya sambil membawa salep untuk Kenzie, lalu membantu Kenzie mengoleskan salep di kakinya.
“Aku….” Kenzie benar-benar tidak tahu bagaimana cara menjelaskan hubungannya dengan Reyhan, dia takut Nindi memandang rendah dirinya. Temannya sangat sedikit, jadi dia benar-benar tidak ingin kehilangan temannya.
Nindi adalah wanita yang sangat pintar, saat ia melihat Kenzie seperti tidak ingin membicarakan ini, dia tahu pasti ada yang tidak beres.
Nindi memegang erat-erat tangan Kenzie, lalu menatap Kenzie dengan tulus: “Kenzie, tidak peduli apapun masalahmu, tidak peduli apa hubunganmu dengan Reyhan, aku ini temanmu, aku akan selamanya berada di sampingmu.”
Hati Kenzie pun tergerak, sejak ayahnya meninggal, tidak ad ayang pernah berbicara sehangat itu padanya.
Reyhan kadang-kadang juga baik padanya, tapi baiknya itu, seperti baiknya seorang manjikan pada peliharaannya, bukan seperti seorang laki-laki ke seorang perempuan. Kalau perasaan hatinya sedang baik, Kenzie akan di sayang-sayang, tapi kalau perasaan hatinya sedang jelek, ia suka main tangan. Tapi Nindi berbeda, Nindi benar-benar peduli padanya, benar-benar bisa memikirkan posisinya.
“Nindi….. sebenarnya, aku, wanita simpanan, Reyhan.” Kenzie mengatakan ini dengan susah payah, bicaranya pun terpatah-patah.
Akhirnya Kenzie mengatakan hal yang sebenarnya, Kenzie pun merasa lebih tenang. Tekanan di dadanya pun sudah membaik.
Nindi melotot kaget: “Kenzie, kamu baru bekerja di kantor beberapa hari saja, bagaimana bisa menjadi wanita simpanan Reyhan?”
Kenzie tertawa: “Nindi, sebenarnya aku sudah mengenal lebih dari satu tahun …”
Melihat tatapan kaget Nindi, Kenzie menceritakan sedikit tentang dia dan Reyhan.
Terekadang marah, terkadang khawatir, Nindi seakan-akan masuk ke dalam cerita Kenzie. Bahkan setelah Kenzie selesai menceritakan tentang hubungannya dengan Reyhan, Nindi masih tetap tenggelam di dalam ceritanya itu.
“Kenzie, apa kamu menyadari, bahwa Presdir Reyhan itu sebenarnya suka padamu?” Nindi bicara dengan serius.
“….”
Kenzie tidak bisa bicara apa-apa, setelah menceritakan semuanya panjang lebar, bagaimana mungkin Nindi bisa-bisanya mengambil kesimpulan seperti itu?
“Kenzie, sebenarnya Presdir Reyhan itu memang playgboy, tapi ia benar-benar serius padamu. Kalau tidak, tidak mungkin ia seperti ini. Coba pikirkan, ia kuat, perempuan mana yang tidak bisa ia dapatkan? Kenapa dia terus-terusan mendekatimu? Selain karena ia mencintaimu, tidak ada alasan lain yang bisa menjelaskan hal ini.”
__ADS_1
“Nindi, apa kamu tidak mengerti, itu bukan cinta! Itu hanya karena sifat posesifnya saja! Cjika kamu mencintai seseorang, pertama-tama kamu harus belajar menghormati dia, bukan memaksakan kehendakmu pada orang itu!”
Nindi pun juga sedikit ragu setelah mendengar omongan Kenzie: “Ya! Mungkin juga! Tapi aku rasa dari yang kamu bicarakan tadi, Presdir Reyhan itu sebenarnya bukan orang yang jahat. Hanya saja tempramennya tidak bagus.”
Kenzie hanya bisa menghela napas. Ini pertama kalinya dia merasa tidak bisa sepemikiran dengan Nindi.
“Kenzie, aku rasa kamu boleh memberikan pertimbangan! Kalau Reyhan bersedia mengubah sikapnya demi dirimu, aku rasa kamu boleh mempertimbangkan untuk menerima perasaannya.” ucap Nindi dengan serius.
“Di, apa kamu buta? Apa Itu yang namanya cinta? Itu namanya dipenjara! Kamu tidak mengerti ya?!” Kenzie merasa Nindi salah.
“Lupakan saja, jangan bicarakan aku lagi. bicarakan kamu saja. sepertinya Ethan tertarik padamu, bagaimana, apa kamu mau aku jodohkan dengannya?” Kenzie langsung mengganti topik pembicaraan.
Nindi menaikkan matanya menatap Kenzie: “Jangan! Kamu tidak perlu menjodohkan aku! Begitu Melihatnya, semua orang juga akan langsung tahu, dia itu playboy, aku tidak mau jadi perempuan ke 2750-nya!”
“Haha….” Kenzie tertawa mendengar apa yang dikatakan Nindi: “Kalau aku tidak salah, Ethan berumur 27 tahun, kalau dia memiliki 2750 perempuan, dia satu tahun harus tidur dengan 100 perempuan, wah… angka yang cukup menakutkan!”
Mendengar candaan Kenzie, Nindi pun juga tertawa.
Mereka berdua bercanda hingga melupakan kejadian di bar tadi.
Di bar Ethan dan Reyhan sedang minum bersama.
Mereka memesan sebotol Lafite tahun 82, Reyhan meminum 5 shot sekaligus, dan selanjutnya ia langsung menegak minuman mereka dari botolnya.
“Reyhan! jangan minum lagi!” Ethan khawatir melihat Reyhan. Kenzie sepertinya benar-benar mempengaruhi hidup Reyhan.
Reyhan yang dulu, menganggap perempuan seperti baju, ia tidak pernah menganggapnya serius serius, Ethan tidak pernah melihat Reyhan memikirkan seorang wanita sampai mabuk.
“Tidak usah pikirkan aku!” Reyhan melanjutkan minumnya. Dasinya yang sudah berantakan pun juga langsung ditarik. Walaupun masih tetap terlihat tampan tapi wajahnya terlihat kesepian.
Ethan berharap Reyhan kembali menjadi Reyhan yang seperti dulu lagi, yang tidak pernah serius dengan perempuan manapun, yang hanya mau seenaknya, Reyhan yang seperti itu akan lebih bahagia.
Dari kejadian malam ini, Ethan bisa melihat dengan jelas kalau cinta Reyhan bertepuk sebelah tangan, Kenzie sama sekali tidak ingin menjadi kekasihnya.
“Reyhan, lepaskan saja! Lepaskan Kenzie, Lepaskan dirimu sendiri juga.” Ethan menasihati Reyhan dengan serius.
“Lepaskan?” Reyhan tiba-tiba senyum dengan gila: “Ethan, kamu menyuruhku lepaskannya? Apa yang aku mau dapatkan, seumur hidup ini tidak mungkin tidak bisa ku dapatkan!”
“Perasaan itu tidak bisa dipaksakan, Kenzie tidak mencintaimu! Sadar! Kamu bisa saja mendapatkan raganya, tapi kamu tidak bisa mendapatkan hatinya!” Ethan beri nasihat.
“Apa katamu?!” omongan Ethan seperti pisau tajam, menusuk hati Reyhan dalam-dalam. Matanya yang sudah memerah pun terbuka, ia lalu langsung menarik kerah baju Ethan: “Apa katamu? Kamu berkata bahwa Kenzie tidak mencintaku?!”
Ethan sama sekali tidak takut pada Reyhan yang marah, saat ini, Reyhan membutuhkan seseorang untuk menyadarkannya. Kalau tidak, dia akan pernah tidak sadar, kalau dia salah!
__ADS_1
“Iya! Ku katakan sekali lagi! Kenzie tidak mencintaimu! Lepaskan saja dia! Untuk apa membuat dirimu sendiri menjadi kesulitan!” ucap Ethan dengan dingin.
Hati Reyhan tiba-tiba jadi berantakan.
Kenzie tidak mencintainya, Kenzie tidak mencintainya, Kenzie dari dulu tidak pernah mencintainya. Ini selalu berputar di hatinya, tapi dia tidak pernah mau mengakuinya, ketika diberi tahu fakta seperti ini, rasanya hatinya seperti ditikam belati, sangat sakit!
Dia pun melepaskan kerah Ethan, botol yang ada di tangannya pun jatuh, Reyhan dengan kecewanya melemparkan dirinya ke sofa, Kedua tangannya menutupi wajahnya, tidak mau ekspresinya terlihat oleh Ethan.
Dia merasa sangat gagal, tidak disangka hanya seorang perempuan saja, tidak bisa ia dapatkan. Kenzie, apa hatimu terbuat dari batu? Apa maumu? Bagaimana maumu? Apa yang harus aku lakukan agar bisa menggerakkan hatimu?
Reyhan bicara sendiri dalam hati, semua kemarahannya sudah hilang, saat itu, dia hanya merasa putus asa.
“Reyhan, semangat sedikit.” Melihat Reyhan sedang sedih, Ethan juga tidak tahu harus bicara apa, dia dan Reyhan tumbuh besar bersama, Ethan sudah biasa melihat dia yang sombong, sekarang melihat Reyhan yang down seperti ini, hatinya juga menjadi tidak enak.
Kenzie memang bodoh. Temannya, yang bernama Nindi, lebih baik dari Kenzie, dia lebih imut.
Ethan berpikir di dalam hati, Nindi tiba-tiba datang ke pikirannya.
Ia tidak pernah bertemu wanita seperti Nindi sebelumnya, wajahnya yang cerah, tapi sifatnya juga seperti pahlawan, wajahnya imut seperti boneka, tapi badannya kurus, semangatnya juga seperti pria.
Ia seperti perempuan yang menawan dan pria yang gagah yang bersatu menjadi satu tubuh. Membuat orang susah melupakan.
Memikirkan Nindi, Ethan pun tersenyum.
Langit sudah cerah, Kenzie baru sadar kalau dia tidur sempit-sempitan di kasur Nindi. Kemarin malam mereka mengobrol sampai larut malam, dia pun tidak tahu kapan dirinya tertidur.
“Nindi, cepat bangun! Sudah mau telat nih!” Kenzie melihat jam tangannya, sudah jam 8 lewat! Kalau tidak bangun, mereka akan telat kantor!
“Ha!” Nindi langsung lompat dari kasurnya. Baru mau siap-siap mandi, tiba-tiba dia sadar, lalu bertanya ke Kenzie: “Kenzie, kamu yakin kita mau kerja?”
“Ha?….. hmm…” Kenzie pun terbengong, lalu ia teringat dengan kejadian kemarin malam.
Memang sih, setelah melewati kejadian kemarin, bagimana bisa ia menghadapi Reyhan? Nindi juga mungkin tidak bisa ke kantor kan?
“Nindi, aku rasa, kita lebih baik tidak usah ke kantor.”
“Kenzie, bukannya kamu mau kabur dari kehidupan Reyhan? Ini kesempatan kamu! Bukan tidak mungkin karena kemarin kamu mengigit dia, dia akan marah sampai tidak mau bertemu denganmu lagi!”
“Semoga semuanya seperti yang kamu katakan!” mendengar omongan Nindi, mata Kenzie langsung bersinar. Kemarin dia menggigit Reyhan dengan sangat keras, ia bahkan masih ingat seperti apa tatapan Reyhan kemarin, Mungkin, Reyhan tidak akan mau bertemu dengannya lagi!
“Kenzie! Kita cari kerjaan baru saja! Dengar-dengar department store Group Fortune sedang mencari sekretaris!” ucap Nindi dengan senang.
Group Fortune? Bukankah itu perusahaan Steven Jantung Kenzie tiba-tiba berdebar.
__ADS_1