CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 90 Sangat Mirip Seseorang


__ADS_3

Ia menutupi wajahnya dengan rambut keemasannya, pasti tidak mungkin Reyhan bisa mengenalinya.


Biar saja terlihat kampungan, yang penting tidak ada yang tahu identitas aslinya.


Sebaiknya ia harus cepat-cepat meninggalkan tempat ini, agar lebih aman. Di tekan-tekannya bel di meja, tapi bel itu sama sekali tidak berbunyi, mengapa bisa kebetulan sekali bel itu rusak?


Ia ingin memanggil pelayan, tapi khawatir Reyhan bisa mengenali suara nya


Dia berusaha dengan memainkan matanya, mudah-mudahan ada Pelayan yang melihatnya.


Tapi tidak ada pelayan yang memandang kearahnya, malah Ethan yang menatapnya dengan pandangan aneh.


Kenzie kaget luar biasa dan membatalkan rencananya untuk pergi.


Dalam harinya ia berharap, semoga mereka cepat selesai dan pergi dari sini.


Kenzie menunduk pura-pura minum dan menguping pembicaraan antara Ethan dan Reyhan.


“Han, apa ada kabar tentang Kenzie-mu?” Tiba-tiba namanya disebut.


Ini membuat debar jantung Kenzie lebih cepat lagi.


Apa? Reyhan masih mencari nya? Tuhan, kalau Reyhan sampai mlihat Kenzie ada persis di depannya, tamatlah dia!


Saking takutnya, tanpa sadar sendok yang dipegang Kenzie mengeluarkan suara getaran dari benturan gelas.


Kenzie dengan cepat melihat kearah mereka. Untung saja suara tadi tidak menarik perhatian mereka.


Kenzie menarik nafas dan merasa sedikit tenang. Dan berlanjut fokus pada jawaban Reyhan.


“Belum.” Reyhan menjawab dengan tenang. Tetapi terdengar ada kesedihan dalam suaranya. Kenzie yang biasanya ceroboh, bisa merasakannya juga.


Timbul perasaan aneh dalam hatinya. Perasaan apa kah itu? Sedih atau tidak nyaman?


Ethan menepuk tangan Reyhan: “Kalau memang bukan milikmu, jangan di paksa. Nanti malam datanglah ke klubku, aku akan memilihkanmu beberapa wanita yang masih muda.”


Reyhan cemberut.”,Yang ada di tempatmu, semuanya barang bekas, aku tidak berminat!”


Ethan bercanda, “Tuan Reyhan sekarang sudah berubah menjadi lebih jinak ya?”


Reyhan meliriknya dan terdiam.


Ethan meluruskan badannya, dengan serius bertanya: “Reyhan, apa mungkin kamu berubah seperti ini karena Kenzie?”

__ADS_1


“Ah!” Reyhan membalasnya dengan pukulan pada bahunya.


Ethan tertawa lepas, “Benar tebakan ku! Ternyata Kanzie itu hebat juga, bisa membuat kamu berubah!”


Kenzie dengan tegang menguping pembicaraan mereka. Dari tadi menunduk terus, bahkan bernafas saja tidak berani bersuara, takut sampai ketahuan.


“Kring…” Ponsel Kenzie berdering! Gawat, cepat dimatikan! Baru berhenti sedetik, ponselnya berdering lagi!


Kenapa Rena menelpon terus menerus? Ada apa?


Tetapi Kenzie tidak berani mengangkat sekarang!


Gerakan Kenzie yang gugup dan tegang, menarik perhatian Ethan. Dia melirik Kenzie sejenak dan tiba-tiba berbalik lagi, merasa wanita dengan wig kuning itu adalah seseorang yang ia kenal.


Dengan lebih cermat Ethan melihat Kenzie, bedak yang tebal sudah menutupi wajah aslinya, wig warna emas yang murahan, dandanan yang berlebihan. Tidak, sudah pasti dia tidak mengenal wanita ini, wanita ini hanya seorang orang asing yang mungkin memiliki sedikit kemiripan dengan orang yang ia kenal.


“Hei, bagaimana proyek energi yang bekerjasama dengan German?” mereka memulai bahas masalah bisnis.


Kenzie melihat ponsel yang sudah ia ganti dalam mode silent, ada 12 panggilan tak terjawab dari Rena. Dia pasti ada urusan penting sehingga Rena tidak berhentinya menghubungi nya. Tetapi sekarang Kenzie tidak bisa bersuara, dia yakin kalau sampai Reyhan mendengar, pasti langsung mengenalinya.


Bagaimanapun, dia harus mengatasi ini walaupun sedikit beresiko, supaya dia bisa cepat keluar dari sini dan menghubungi Rena, daripada duduk disini menebak-nebak apa yang terjadi.


Dia melihat ada pelayan yang menghampirinya, dengan cepat Kenzie menarik tangannya. Dengan bahasa isyarat akhirnya, dia berhasil meminta tagihan pada pelayan.


Kenzie kaget melihat tagihan makanannya sampai jutaan! Mengapa begitu mahal!


Mustahil! Dia sudah melihat harganya waktu pesan makanan! Tidak semahal ini!


Dia bertanya dengan isyarat dan bahasa tubuh, pelayan menjawabdengan angkuh: Harganya dalam menu semuanya dalam poundsterling!”


Poundsterling? Menu untuk restoran lokal begitu untuk apa di hitung dalam poundsterling? Ini sungguh penipuan! Kalau tahu begitu, sampai mati ia juga tidak bakal makan disini! Sekarang bagaimana? Belum lagi biaya dokter, uangnya tidak cukup untuk membayar sekarang.!


Mau hubungi Rena tidak berani bersuara. Ingin ambil uang di ATM, pelayannya pasti tidak akan mempercayai, takut Kenzie kabur.


Reyhan dan Ethan berdua melihat ke Kenzie yang membelakanginya.


Kenzie berusaha minta potongan harga dengan bahasa isyarat, dan ini sedikit menimbulkan keramaian yang mengundang perhatian mereka berdua.


“Sepertinya wanita bisu itu tidak memiliki uang untuk membayar, maka itu pelayan itu tidak membiarkan dia pergi.” Ethan sedang menyaksikan kejadian ini. Wanita hamil itu seleranya cukup tinggi, walau dandanannya kampungan itu, tapi pesanannya cukup berkelas, tidak disangka wanita ini menyukai makanan internasional


Reyhan mulai menunjukkan ketidaksabarannya, mau makan dengan tenang saja tidak bisa, berisik.


Sialan, tidak punya uang mengapa berani makan di rumah makan mewah! Membuat hilang nafsu makannya!

__ADS_1


Reyhan mengangkat tangannya: “Pelayan!”


Pelayan buru-buru menghampiri, tamu ini bukan orang biasa, harus cepat dilayani. Tinggalkan dulu wanita hamil ini.


“Tuan, apakah tuan membutuhkan sesuatu?”


“Pakk…!” Reyhan meletakkan kartu kredit premium diatas meja, dengan telunjuk dia menunjuk kearah Kenzie: “Bayar tagihan wanita itu menggunakan kartu ini.”


Kata-katanya terdengar di telinga Kenzie dengan jelas. Dan ini sungguh membuat dia terkejut!


Reyhan, ternyata masih ada sisi baik yang murah hati untuk membantu orang lain.


Sedikit banyak ada perannya juga yang mengubah Reyhan menjadi lebih baik, Kenzie memikir ini dihatinya dan merasa terhibur juga.


Reyhan, “Cepat suruh dia keluar, aku muak melihat penampilannya.”


Komentarnya kasar dan bisa membuat muntah darah karena sakit hati!


Wajar, Presiden Reyhan adalah orang kaya maka itu bertingkah seperti itu!


Memang dari tadi juga dirinya ingin pergi supaya tidak melihat tingkah Reyhan itu.


“Kamu tidak ingin melihat aku, aku juga tidak sudi melihatmu.” Kenzie mengomel dalam hati.


Dengan kepala tertunduk. Kenzie melangkah dengan cepat, ingin segera keluar dari sini.


“Tunggu!” Sosok badan tinggi besar menghalangi langkahnya! Apa lagi ini?! Kepala Kenzie hampir meledak. Seharusnya sudah aman. Memang iblis suka mencari kesempatan menyusahkan orang!


“Tuan Reyhan sudah membayar bon kamu. Apakah tidak seharusnya kamu mengucapkan terima kasih?” Suara Ethan terdengar dari atas kepalanya.


Dasar sorang yang suka ikut campur! Untuk apa Ethan ikut mencampuri urusan orang lain?! Kenzie yang geram hanya bisa mengomel didalam hati.


Melihat situasi ini memang tidak bisa terhindar lagi, dia harus menghadapi Reyhan.


Pura-pura menjadi orang bisu, Kenzie datang ke hadapan Reyhan dan memberikan hormat sambil menundukkan kepala.


Reyhan mengacuhkannya. Sempurna, Kenzie merasa lega, karena sikap inilah yang dia harapkan. Terima kasih Tuhan!


Hatinya masih mengucapkan terima kasih pada Tuhan, tiba-tiba terasa ada tangan yang kuat menarik rantainya: “Dari mana kamu dapatkan kalung ini?”


Terdengar suara Reyhan yang sedingin es.


Kalung ini hadiah ulang tahun dari ayahnya. Waktu itu, keadaan keluarganya sangatlah miskin, ayah bekerja setiap hari dan mengumpulkan uang, membeli kalung ini untuk Kenzie sebagai hadiah.

__ADS_1


__ADS_2