CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 134 Keromantisan Yang Mendominasi


__ADS_3

Segalanya berlalu bagaikan awan dan hujan, Kenzie lelah sampai tidak bisa mengangkat tubuhnya.


Kenzie berusaha untuk berdiri dan meninggalkan tempat itu.


Tubuhnya malah ditarik oleh Reyhan, yang mendorongnya untuk berbaring kembali.


“Kenzie…”Reyhan menatap matanya dengan pandangan yang tajam dan manja.


“Kenapa?” Kenzie masih tidak tebiasa dengan tatapan Reyhan yang lembut dan manis seperti ini, dengan perlahan dia mengalihkan tatapannya.


Reyhan memegang wajah Kenzie dan memaksanya untuk melihat ke dalam matanya.


“Kenzie, jadilah kekasihku. Aku mencintaimu!” Reyhan berkata dengan serius sambil menantikan jawaban dari Kenzie.


Kenzie menggigit bibirnya dan tidak tahu harus menjawab apa lagi.


Setelah bertemu lagi dengan Reyhan, ia sadar kalau ia mencintai Reyhan, kalau tidak kenapa ia merasa sakit saat melihat Reyhan berduaan dengan Mary?


Tapi seteleh memikirkan sikap Reyhan yang angkuh dan dingin, ia kembali ragu…


Laki-laki itu, hanya manis saat ada maunya, kalau sudah bosan, atau sudah ada yang lebih baik, pasti akan langsung membuangnya begitu saja.


Dengan melihat cara Reyhan memperlakukan Mary, dia sudah bisa menilai sendiri…


Melihat ekspresi Kenzie yang ragu-ragu, Reyhan merasa lebih baik tidak membuatnya gugup.


Ia memeluk Kenzie erat, menyandarkan tubuhnya sendiri dan membiarkan Kenzie berbaring diatas tubuhnya, “Kenzie, aku tidak memaksamu untuk langsung menerimaku sekarang juga, tapi tolong beri aku kesempatan sekali lagi ya? Berikan aku kesempatan, aku memohon padamu. Tolong ya?”


Kenzie pun menoleh dan melihat mata Reyhan, di dalam pupil matanya itu, ia bisa merasakan ketulusan hatinya dan juga rasa takut.


“Kenzie, kamu boleh menjadi kekasihku selama satu bulan dulu, kita mulai dari awal lagi ya ? Kalau kamu merasa tidak puas, kamu boleh langsung memutuskan hubungan denganku kapan saja.” Reyhan menyembunyikan kepalanya dileher Kenzie dan memohon dengan suara yang rendah.


Dengan perlahan Kenzie mengangguk-anggukan kepalanya, menyetujui permintaan Reyhan.


Setelah selesai membuat keputusan, Kenzie merasa sekujur tubuhnya terasa lega. Selama tiga bulan ini, ia terkadang masih memikirkan Reyhan, tapi aneh, dia juga merindukan Ken yang hanya bersamanya selama beberapa hari.


Jika menjadi kekasih Reyhan, ia pun bisa denngan mudah pergi ke Amerika dan bertemu dengan Ken lagi.


Setelah melihat Kenzie menganggukan kepalanya, Reyhan pun langsung memeluknya dengan sekuat tenaga.


Reyhan tidak tahu bagaimana ia bisa mengungkapkan kebahagian yang ada didalam hatinya, Reyhan pun memeluk Kenzie dan memberikan ciuman yang dalam.


“Kenzie, biar aku yang memandikanmu, selesai mandi, kita pergi makan sarapan bersama, bagimana? Kenzie kecilku yang penurut pasti sudah lapar sekali ya?” Reyhan mulai menggunakan kata-kata manjanya yang bisa langsung membuat wajah orang yang mendengarnya memerah.


“Ehm, tidak usah, aku mandi sendiri saja…” Kenzie masih merasa sungkan, lalu mendorong Reyhan dan beranjak turun dari kasur.


Hasilnya kakinya terlalu lemas dan sakit untuk menompang dirinya dan ia terjatuh kembali diatas kasur.

__ADS_1


Rasa lemas di kakinya membuatnya tidak berhenti mengerutkan alisnya.


“Bagaimana, tidak bisa turun dari kasur ya?” Reyhan melontarkan senyum nakal, lalu menggendong Kenzie dan membawanya ke kamar mandi.


Bak mandi yang besar itu di design senyaman mungkin, air yang mengalir perlahan membilas tubuh Kenzie, membersihkan semua kesedihan yang terjadi semalam dan tadi pagi, semuanya memudar dengan perlahan.


Kenzie benar-benar tidak punya tenaga lagi dan berbaring lemas di bak mandi itu.


Tangan Reyhan yang bertenaga itu dengan lembut dan perlahan membersihkan seluruh tubuhnya, dengan teliti memandikan Kenzie.


Sebenarnya itu lebih cocok dibilang mencari kesempatan untuk menyentuh tubuh Kenzie. Karena jelas sekali, dibagian tertentu Reyhan membersihkannya dengan lebih detail, membersihkannya berkali-kali.


“Hei…” Kenzie menarik tangannya yang besar itu dan menghalanginya untuk memegang bagian sensitif itu lagi.


“Kenapa? Kamu malu?” Reyhan menggoda Kenzie, dengan perlahan ia melepaskan tangan Kenzie, menimpa tubuh Kenzie, sebuah ciuman yang lembut terasa dibahunya.


Setelah mandi, Kenzie menelepon pelayan hotel untuk mengambilkan pakaian di kamarnya, ia mau pergi mencari Nindi.


Ia tidak membawa ponselnya, jadi Nindi tidak dapat menghubunginya, Nindi pasti sangat khawatir.


Reyhan melengketkan tubuhnya ke tubuh Kenzie seperti permen karet, “Kenzie, aku akan menemanimu untuk pergi menemui Nindi. Beri tahu dia hubungan kita sekarang.”


“Jangan, lebih baikaku bicara dulu dengannya. Kalau kamu tiba-tiba pergi bersamaku, aku takut Nindi akan terkejut.” Kenzie menolak permintaan dari Reyhan.


Reyhan juga tidak berani memaksanya, bagaimana pun ini hanya masa percobaan selama satu bulan, kalau saja Kenzie tidak senang, harapannya akan segera hilang!


Dengan terpincang-pincang, ia berjalan dengan perlahan ke kamar Nindi.


Seseorang membuat boneka salju, dua buah kacang walnut menjadi matanya, sebuah masker merah menjadi mulutnya, imut sekali.


Sekerumunan orang berkumpul disana dan membuat boneka salju. Kenzie pun terus melihat kesana.


Sepasang mata yang jahat itu terus melototinya. Ternyata Mary juga ikut menikmati boneka salju itu untuk menghilangkan kebosanannya, saat ia melihat Kenzie, amarah meluap di dalam hatinya, ia berdiri dan berkata, “Kenzie, berhenti disana!”


Melihat Mary, wajah Kenzie langsung memerah. Mary yang memasukkan obat di dalam wine kemarin, ia pasti tahu dengan jelas apa yang terjadi antara mereka semalam.


Kenzie-pun bergegas pergi.


Tapi ia dihalangi oleh Mary, tidak hanya itu, Mary menoleh kearah orang yang sedang membuat boneka salju lalu berteriak, “Semuanya ayo datang kesini dan lihat! Ini adalah perempuan murahan yang semalam merampas kekasihku!”


Heh? Apa katanya? Semua orang berbondong-bondong melihat kearah Kenzie, mereka semua termakan oleh kata-kata Mary, dua wanita sedang bertengkar, sepertinya akan ada adegan bagus!


Melihat Kenzie yang pincang-pincang seperti itu, dan berjalan dengan lambat begitu, Mary langsung tahu apa panyebabnya, saat dia melakukannya dengan Reyhan, ia juga pernah dibuat sampai begini, memar disekujur tubuhnya.


Kemarahan di dalam matanya sangat ganas, Mary juga sudah membeberkannya, Reyhan juga sudah membuangnya, dia sudah tidak mempedulikan apa-apa lagi.


Ia meletakkan kedua tangannya dipinggangnya dan memaki Kenzie, lalu berkata, “Kalian lihat perempuan ini, ia hampir tidak bisa berjalam! Kalian tahu kenapa? Karena semalaman kemarin, ia berada di atas kasur kekasihku! Dia jadi seperti ini, karena mereka melakukannya berulang-ulang kali! Hingga sampai sekarang, ia tidak bisa jalan lagi!

__ADS_1


Apa yang dikatakan Mary terlalu terang-terangan, wajah beberapa wanita yang ada disamping juga mulai memerah. Tapi karena masih penasaran, meeka tidak mau pergi, malahan berkerumun disana, melingkari Mary dan Kenzie ditengah-tengah.


Mary melihat kerumunan orang semakin banyak, dia semakin berani!


Dia berteriak, “Coba kalian pikirkan, tadi malam awalnya aku sedang di pemandian dengan kekasihku, perempuan ini malah membuka semua pakaiannya, mencuri kesempatan saat aku pergi mengambil barang dan langsung memeluk kekasihku.”


Semua orang mulai berbisik-, dan menunjuk-nunjuk ke arah Kenzie. perempuan ini benar-benar tidak tahu malu, kemarin malam Reyhan memang datang bersama dengan Mary, semua orang melihatnya. Jadi mereka semakin percaya dengan perkataan Mary.


Jadi Kenzie memang merampas kekasih orang lain, perempuan murahan yang rela menyerahkan tubuhnya kepada kekasih orang!


Kenzie marah sampai sekujur tubuhnya semua bergetar, “Kamu masih berani sembarangan bicara! Kamu sendiri yang menaruh obat kedalam wine itu, menjerumuskan aku…” bicara sampai setengah, ia tidak bisa bicara lagi.


Lagi-lagi, ia sendiri memebeberkan apa yang mereka lakukan kemarin malam. Ditambah lagi kondisinya sekarang yang tidak bisa berjalan lagi, membuat orang semakin percaya dengan perkataan Mary.


Kenzie tidak bisa menahan air matanya lagi, menghadapi caciaan, hujatan dan tatapan dari mata orang yang seakan akan menelannya, Kenzie memelototi Mary.


Mary semakin senang, “Untuk apa melihatku seperti itu? Bukankah kamu benar-benar menikmati apa yang kamu lakukan semalaman bersama kekasihku? Kamu lihat sendiri kakimu itu, lemas sampai tidak bisa berjalan, jelas-jelas sudah terlalu senang sampai mau terbang kelangit kan rasanya, masih saja berpura-pura disini! Dasar perempuan murahan!”


“Melihat gaya perempuan ini yang polos, tidak disangka ia bisa melakukan hal seperti itu!”


“Iya juga, benar-benar tidak disangka, sekarang perempuan murahan yang tidak tahu malu seperti ini semakin lama semakin banyak, kalau ada laki-laki langsung menyerbu dan merampas laki-laki orang lain!”


Orang-orang disekitar juga mulai setuju sengan perkataan Mary. Tertawaan, hujatan, caci maki, hinaan, membuat wajah Kenzie menjadi putih pucat! Bagaimana ia harus menjelaskan semuanya? Ia sendiri takut salah bicara.


Ingin pergi, tapi jalan keluarnya malah dihalangi oleh Mary, ia sama sekali tidak bisa keluar dari sini!


Kerumunan orang itu tiba-tiba terpisah, tubuh Reyhan yang tinggi dan tangguh dengan keras mendorong kerumunan orang itu. Reyhan langsung berlari kesamping Kenzie dan langsung memeluknya, pelukan yang melindungi dan menyayangi. Matanya melihat ke kerumunan orang, lalu berkata, “Dia kekasihku! Siapa yang memanggilnya dengan kata “murahan”, akan bermusuhan denganku! Menjadi musuhku selamanya!”



Semuanya terdiam.


Kenzie melihat Reyhan dengan wajah kaget, tidak bisa melepas pandangan dari wajahnya, dirinya sudah terkejut sekali!


“Kenzie…aku…” melihat Reyhan tiba-tiba muncul, Mary ketakutan sampai tidak bisa bicara, keberaniannya tadi pun hilang dalam seketika. Bibirnya bergetar seperti akan menjelaskan sesuatu.


“Plak!!!!” sebuah tamparan keras langsung mendarat dimuka Mary, Reyhan melototinya dengan kejam, suaranya juga terdengar sangat kejam seperti suara iblis dari neraka, “Pergi! Aku tidak mau melihatmu lagi! Kalau aku sampai melihatmu lagi, itu artinya kamu tinggal menunggu kematianmu saja!”


Kenzie tidak menyangka kalau Reyhan akan muncul disini, dan memberitahukan kepada semua orang bahwa Kenzie adalah kekasihnya dengan gaya yang seperti ini .


Air matanya pun tiba-tiba mengalir keluar dari matanya. Didalam hatinya, sekuntum bunga mulai mekar.


Ia menatap Reyhan dengan berlinangan air mata. Reyhan mmenghapus air mata Kenzie dengan tangannya, dan mencium bibirnya dengan liar.


Untuk pertama kalinya, Kenzie menyadari bahwa keganasan Reyhan ternyata begitu romantis.


Dia sangat menyukainya.

__ADS_1


__ADS_2