CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 16


__ADS_3

Pukul 06:15


Riyani sudah ada didapur untuk membantu bi ina dan bi siti memasak untuk sarapan. Sebenarnya Riyani sudah dilarang oleh Reza, agar tidak melakukan pekerjaan rumah. Tapi Riyani tetap saja tidak mau mendengarkan apa perkataan Reza.


" Bi aku keatas dulu yah mau manggil mas Reza" Riyani pamit dan tersenyum.


" Oh, iya nyonya... maaf saya tidak bisa menoleh" Ucap bi ina sambil mengaduk tumis kangkung.


" Gak papa bi lanjutin aja" Riyani berjalan menaiki tangga menuju kamar.


Kreeek.... (Anggep aja suara pintu ke buka)


Riyani berjalan mendekati Reza yang sedang tertidur pulas itu. Saat Riyani membangun kan Reza ia sedikit terkejut melihat Reza yang dibangunkan olehnya tidak bergerak sama sekali.


" Maaaas... mas... mas!!" Tidak ada jawaban.


" Maaas... jangan mati dong masa baru nikah 4 bulan udah jadi janda mas" Ucap Riyani merengek.


Riyani pun mendekatkan bibirnya ketelinga Reza "Maaaaas!!!" Teriak Riyani dikuping Reza. Sontak teriakan Riyani berhasil membangunkan Reza.


" Sayang ada apa?! kamu kenapa?! apa ada yang luka!!" Tanya Reza khawatir karna Riyani menereakinya.


" Gak papa mas aku gak ada yang luka kok" Ucap Riyani sambil tertawa terbahak bahak.


" Lah terus kenapa kamu teriak?!"


" Mau bangunin kamu mas, aku teriak karna mas pas aku bangunin berkali kali gak gerak sama sekali jadi aku pikir mas mati. Kan gak lucu baru nikah 4 bulan udah jadi janda mas..." Ucap Riyani memanyunkan bibirnya.


Cup...


Ciuman Reza mendarat dibibir istrinya yang imut itu.


" Kamu ngarepin jadi janda?" Goda Reza.


" Nggak kok mas nggak!" Riyani terbata bata karna takut Reza akan marah padanya.


Reza lamgsung menarik lengan riyani dan memeluknya "Aduh ... dududuh.... istriku ini imut sekali" Ucap Reza sambil tertawa. Riyani mencubik perut sixpack milik Reza.


" Aw! sakiiiiit...." Riyani langsung melepas pelukannya dan berdiri di pinggir kasur.

__ADS_1


" Maaaaas... cepetan mandii!!" Riyani menarik lengan Reza agar bangun.


" Mas ngantuk banget sayang" Reza menarik selimut untuk menutupi wajahnya.


" Mas! Mas kata orang kalau bangun siang nanti rezekinya dipatok orang loh mas..." Riyani menarik kembali selimut Reza. Reza hanya diam dan memejamkan matanya kembali.


" Pokonya nanti aku balik kesini mas harus udah mandi!" Riyani bejalan keluar kamar.


Reza bangun dari tidurnya dan berdiri dipinggi kasur sambil menirukan gaya bicara Riyani.


" Mas kata orang kalau bangun siang nanti rezekinya dipatok orang! pokonya nanti aku balik mas harus udah mandi!" Reza menunjuk nunjuk kasur yang tadi ia tiduri. Reza berjalan menuju kamar mandi masih tetap menirukan ucapan riyani.


Setelah mandi Reza lebih memilih untuk olahraga daripada turun ke meja makan. Ia takut mendengar omelan bumil yang bawelnya minta ampun.


***


Mas Reza kok belum turun... Batin Riyani.


" Bi tolong buatin susu kopi hitam sama susu bumil yah bi" Ucap Riyani meminta tolong pada bi siti.


" Tapi bu, bukannya ibu tidak suka susu rasa vanila ini bu?" Tanya bi siti hati hati.


" Oh baik bu"


Sebelum menghampiri Reza, Riyani berjalan menuju Pos satpam. Riyani mencari pak amrin yang sedang berjaga itu. Saat Riyani sampai di pos satpam Riyani melihat pak amrin sedang asik berdangdutan.


" Pak" Tegur Riyani menoel pundak pak amrin.


" Siap 86!!!" pak amrin terkejut.


" Loh kok siap 86 sih pak emangnya saya dari kepolisian?" Riyani tertawa terbahak bahak.


" Eh bu maaf, saya kira siapa" Pak amrin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ada apa ya bu?"


" Ini pak kalau ada pake dari Shovee tolong ambil yah pak itu isinya susu untuk bumil" Riyani meminta tolong.


" Baik bu"

__ADS_1


" Oh iya pak satu lagi"


" Apa bu?"


" Kita punya pohon mangga muda gak pak?" Tanya Riyani.


" Ada bu di taman belakang tapi masih sangat muda bu" Ucap pak amrin menunjuk taman belakang menggunakan jari telunjuk.


" Eh yang bener, asiiik... pak tolong ambilkan yah mangganya gak papa masih muda juga!"


" Oh baik bu"


" Nanti antarin aja ya pak ke dalam, makasih pak" Riyani berjalan kedalam rumah dengan senyum senyum.


" Kenapa Senyum senyum?" Tanya Reza dari tangga.


" Gak papa... Mas!! kenapa kamu keringetan sampe baju basah gitu?!! Ganti bajunya gih!" Riyani memarahi Reza seperti memarahi anaknya yang main hujan hujanan.


" Abis olahraga sayang... yah pastilah badannya keringetan" Reza memeluk tubuh Riyani dari belakang.


" Maaas!!! Lepas!!! badan aku nanti jadi bau keringet" Riyani meronta. Reza malah mengencangkan pelukannya itu.


" Mas lepas gak!!" Reza langsung melepas pelukannya.


" Mas ngerti gak kalau aku bilang, abis olahraga ganti baju! bangunnya jangan siang siang! kalau mau olahraga makan dulu walau dikit juga! Kalau aku bilangin kamu tuh gak pernah deng..." Omelan Riyani terputus karna bibir Reza sudah bendara di bibir Riyani.


" Udah ngomelnya? udah cape? kalau udah cape, udah diem yah. Mas tau mas salah mas gak bakal ngulangin lagi mas janji" Reza mengecup puncuk kepala Riyani.


" Yaudah gih sana ganti baju!"


" Iya iya ini mas keatas"


Kalau dibilangin gak pernaaaaah dengerin. Batin Riyani masih mengomel.


***


Makasih udah bacaaa! LIKE and VOTE poin/koin! jadikan FAVORITE+❤ jugaaa! Komen dong tanggapan kalian tentang bab ini... Makasih♥


Fby...

__ADS_1


__ADS_2