
Satu mangkuk sup jamur bakso sapi, satu piring tumis daun bawang ikan, satu piring sayur hijau yang segar, dan tomat tumis telur.
Beberapa hidangan ini langsung memenuhi meja makan.
Warna sayur yang beragam, terlihat sangat indah, menggugah selera.
Reyhan puas melihat sayur di atas meja, menepuk kepala Kenzie lagi. “Ternyata banyak perkembangan, tinggal beberapa tahun di luar negeri, sudah bisa memasak.”
Yang Reyhan katajab benar, jika tidak tinggal luar negeri, Kenzie tidak akan pernah belajar memasak. Masakan chinese food yang dijual di luar negeri rasanya tidak begitu khas. Ada yang menjualnya dengan rasa yang khas, tapi sangat mahal, tidak setara dengan pendapat orang biasa.
Saat merasakan penderitaan seperti, Kenzie jadi kesal, jadi ia mulai mempelajari resep-resep makanan dan belajar masak, demi memuaskan perut orang Tiongkok-nya.
Kenzie dengan tegas memperingatkan Reyhan, “Presdir Reyhan, boleh tidak jangan memukul kepalaku? Ketombe di kepalaku jatuh ke dalam sayur!”
“Kamu begitu menjijikan, Kenzie!” Reyhan menarik Kenzie ke arahnya, dengan teliti memeriksa rambutnya, melihat rambutnya hitam berkilau yang bersih dan indah, dia menjadi tenang. Dia sekuat tenaga mencubit pipi Kenzie. “Bohong!”
Kenzie resah “Lepaskan! Sakit tahu !”
Reyhan senang melihat ekspresi kesal Kenzie, suasana hati nya sangat baik. “Aku tidak merasa sakit! Rasanya enak, nyaman!” Sambil berbicara, dia menggunakan jarinya untuk menyentuh wajah Kenzie, seolah merasakan kulitnya yang lembut dan lentur.
Kenzie mengangkat kakinya hendak menendang Reyhan, tapi kekuatannya terlalu besar, hampir saja ia menendang meja hingga terbalik.
Mereka langsung membenahi hati mereka dan memegang meja, saling bertatapan, Kenzie memelototi Reyhan, “Makan!”
Habis makan, pergi!
Reyhan yang melihat Kenzie kesal juga tidak mengerjainnya lagi, dia langsung menurut, mencuci tangan dan mengambil sumpit di atas meja.
__ADS_1
Meja makan itu terlalu kecil,mereka berdua duduk berhadapan. Kaki Reyhan yang panjang menghimpit kaki Kenzie.
Kenzie yang merasa tidak bebaspun meletakkan kakinya di luar meja, Kaki Reyhan yang panjang mengikuti kakinya, dengan tebal muka menaruhnya kakinya di paha Kenzie.
Otot kakinya keras seperti batu, penuh dengan kekuatan pria.
Kenzie tidak dapat menahan diri, wajahnya memerah, merasa tubuhnya sedikit membeku
Reyhan tersenyum kecil melihat wajah Kenzie yang malu memerah, dengan santai bertanya, “Kenzie, apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah kamu sedang berpikir untuk melakukan sesuatu yang buruk pada tuan muda tampan ini? Hm?”
Kenzie menundukan kepala, tidak memperdulikannya, dan mulai makan.
Kenzie meminum sesuap sup Jamur bakso sapi, menutup mata sangat menikmatinya. “Ah. Enak sekali! Sangat enak!”
Reyhan pada dasarnya sudah kelapar. Demi cepat pulang bertemu Kenzie, seharian ia berusaha sekuat tenaga untuk menyelesiakan pekerjaannya lebih awal, bahkan ia sampai lupa makan.
Melihat Kenzie makan dengan nikmat, dia juga tidak mau ketinggalan, ia mengangkat sendok sambil bercanda, “Kenzie pelan-pelan makannya, jangan dihabiskan, sisakan untukku sedikit!”
Dasar bayi besar!
Kemampuan memasak Kenzie sungguh hebat, bahan masak dipadukan sangat baik, warna sayur sangat menggugah selera. Reyhan sudah makan 2 mangkuk nasi, tapi masih merasa tidak kenyang. Ia langsung memberikan mangkoknya ke Kenzie. “Tambah nasi lagi!”
Kenzie terkejut dengan mata terbelalak. Reyhan biasa tidak makan banyak, bahkan jika makan di rumah, paling banyak hanya setengah mangkok besar saja saja.
“Di rumah sendiri tidak makan banyak, sampai ke rumah orang lain makan seperti orang gila, Huh! Kenapa rakus sekali…” Kenzie berbisik.
Tapi ternyata telinga Reyhan sangat tajam, kata-katanya terdengar sangat jelas.
__ADS_1
Kenzie mengira Reyhan akan merasa tidak enak hati, tapi ia malah dengan sombongnya berkat, “Kenzie, jika aku suka makanan buatanmu, ini adalah kehormatan besar untukmu!”
Baiklah, kehormatan.
Kenzie mengambil mangkok Reyhan menuju dapur, melihat di dalam panci hanya tersisa secuil nasi, sama sekali tidak cukup untuk satu mangkok.
Pada akhirnya dia tidak tega, Kenzie diam-diam memindahkan lebih dari setengah nasinya ke dalam mangkok Reyhan.
Setelah Kenzie makan setengah mangkok nasi, dia meletakkan sumpitnya di atas meja. Melihat Reyhan memakan masakannya dengan lahap, hatinya tiba-tiba jadi melembut.
Dengan cepat ia menekan rasa lembut dihatinya, Kenzie langsung berdiri dan menuang air untuk dirinya sendiri.
“Aku juga mau minum! Cepat tuangkan!” Reyhan mengikutinya lagi.
“Tukang ikut-ikutan!” Kenzie jengkel sambil meliriknya, tapi tetap saja menuangkannya segelas air untuknya.
Reyhan minum air itu dengan sangat bahagia “Kenzie, kenapa air di rumah begitu enak?”
Kata-kata yang menjilat, membuat Kenzie tidak tahan untuk ketawa.
Dua orang saling bertatapan dan tertawa, ditengan-tengah mengalir perasaan yang lembut dan hangat.
Selesai makan, Kenzie mulai mengursir Reyhan “Tadi kamu bilang di kantor masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, kalau begitu cepat pergi kerjakan pekerjaanmu.”
Reyhan merenggangkan ototnya dengan malas, “Aih, sebenarnya kalian rakyat kecil bisa hidup dengan nyaman, setiap minggu setidaknya dapat beristirahat selama 2 hari. Sedangkan Rakyat kalangan atas, 1 tahun 365 hari, setiap hari selalu banyak pikiran.”
Rakyat kecil, rakyat kalangan atas, dia sengaja memperjelasnya kata itu.
__ADS_1
Kenzie tidak ingin memperdulikan provokasinya itu, otaknya fokus mencari cara untuk mengusir Reyhan.
Reyhan melihat Kenzie dengan alis mengkerut, menjulurkan tangannya mencubit wajahnya lagi. “Kenapa? Marah?”