CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 104 Begitu Menderita


__ADS_3

Si kecil sudah kenyang, menutup mata dan terlelap dalam tidurnya. Di pipi berwarna merah muda nya masih terlihat senyuman kebahagiaan.


Kenzie melihat pipi si kecil dengan diam, dalam hati terasa nyaman dan senang..


Apakah ini yang dinamakan kasih Ibu? Dia sedih memikirkan putrinya, masih belum sempat melihat dunia ini pun sudah dibawa pergi, sungguh menyayat hati jika dipikirkan.


Dengan pelan dia membaringkan Ken ke ranjang, dan memakaikan selimut untuknya, Kenzie menjaganya di tepi ranjang, melamun menatap wajah Ken yang sudah tertidur pulas.


Reyhan masih berdiri di samping dan melihat Kenzie, hatinya terasa tenang.


Dia belum pernah menemui perempuan seperti Kenzie. Kebesaran kasih Ibu membuatnya terlihat sangat suci, anak ini sepertinya sudah melekat dalam hatinya.


Reyhan merasa iri, iri dengan anak sendiri, karena bisa mendapatkan kasih Kenzie yang begitu lembut, dan perhatian yang penuh.


Tiba-tiba, Kenzie ditarik oleh Reyhan!


Dia didekap oleh Reyhan di dinding, dan tubuhnya terkunci, kemudian Reyhan menciumnya dengan liar, dengan jahat, seperti ingin merampas nafasnya.


Dan Kenzie hanya merasa hampa, di depan Ken, kok dia berani melakukannya? Di samping sedang terbaring bayi kecil, bagaimana mungkin dia memperlakukannya seperti wanita murahan?


Kenzie menendangnya dengan sekuat tenaga, meninjunya. “Lepaskan aku! Cepat lepaskan aku, kamu sudah gila ya!”


Kenzie merasa bagian dadanya terasa sesak.


Reyhan menunduk dan melihatnya, dengan pandangan yang campur aduk, tetapi wajahnya datar tanpa ekspresi.


Dia mengerutkan kening, melihat lelaki yang tidak berekspresi yang entah sedang memikirkan apa di depannya. Hati Reyhan, susah untuk ditebak, sebenarnya apa mau dia lakukan?


“Reyhan, apa yang kamu mau? Sebenarnya apa yang kamu mau?” Kenzie menanyakan. “Kenapa kamu terus menyiksa aku? Aku bukan perempuan yang kamu mau, bukan seperti selir-selirmu yang lain, kenapa kamu mengganggu aku terus? Aku benci kamu, benar-benar benci!”


Reyhan mendengar perkataannya, melihat wajahnya yang tidak senang, dalam hatinya terasa seperti ditarik-tarik!


“Kalau begitu jadi perempuanku saja ya!”


Perkataan yang panas diucapkan begitu saja, ketika diucapkan, Reyhan sendiri pun merasa terkejut.


Kenzie hanya tertawa, dan berkata dengan ejekan. “Reyhan, apa yang kamu bilang? Jadi perempuanmu?”


Ini pertama kalinya dia dihadapkan dengan pertanyaan ini. Sesuatu, tiba-tiba menabrak hatinya.


“Benar!” Dia meyakinkan.

__ADS_1


“Reyhan, maksud kamu tetap menjadi kekasih gelapmu kan?” Kenzie tertawa, terlihat sedih sekaligus kesal pada mukanya.


“Dalam hatimu, aku begitu rendah, tidak pantas hidup di dunia ini dengan suci, hanya pantas menjadi kekasih gelap seseorang! Jadi selir laki-laki kaya seperti kalian ini, iya kan?!”


Reyhan baru ingin berbicara, malah dihentikan Kenzie.


“Reyhan! Aku tahu! Kamu meremehkan aku! Benar, aku miskin! Aku tidak punya jabatan apa-apa! Di dunia ini, semua orang bisa menghina aku! Tapi, ini bukan berarti aku akan menjatuhkan harga diri dan menjadi kekasih gelapmu!”


Dalam mata Reyhan terlintas kesedihan, melihat Kenzie yang begitu serius, dia pelan-pelan mengangkat tangannya, dan memberikan isyarat permohonan.


“Kalau begitu, jadilah kekasihku.Kenzie, bersediakah kamu menjadi kekasihku?”


Reyhan melihat Kenzie dengan tidak tenang, tidak sabar menunggu jawabannya.


“Kekasih?” Kenzie tertawa pahit, “Hanya orang-orang yang saling mencintai yang bisa menjadi sepasang kekasih kan? Sangat disayangkan, aku tidak bisa menjadi kekasihmu. Karena aku tidak mencintaimu!”


Mata Reyhan yang sedang tegang tiba-tiba saja terbakar oleh api emosi, perempuan ini sungguh tidak tahu diuntung! Reyhan baru saja membebaskannya, dan memintanya untuk menjadi kekasihnya, dia malah menolak!


“Kenzie, kamu jangan terlalu sombong!” Kata-kata dingin diucapkan Reyhan.


“Hahahaha.. kamu kira menjadi kekasihmu adalah kehormatan terbesar? Mimpi semua perempuan di bumi? Tidak disangka perempuan rendah seperti aku pun bisa disukai seorang presdir, haruskah aku membakar dupa dan bersembah siang malam?” Dalam mata Kenzie terlihat penuh tantangan: “Maaf, presdir Chu, aku sungguh tidak tahu diuntung! Sedikitpun aku tidak tertarik untuk menjadi kekasihmu!”


“Reyhan, aku tidak pernah berpikir untuk menantang laki-laki manapun, aku hanya ingin hidup tenang, tolong, aku mohon, jangan ganggu aku lagi ya? Beritahu aku, bagaimana caranya agar aku dibebaskan?”


Kenzie tiba-tiba merasa lelah. Kenapa, kenapa Tuhan menghukumnya seperti ini? Ayahnya meninggal, bayinya meninggal, hatinya sudah cukup lelah! Kenapa sekarang ada lelaki seperti ini datang menghinanya!


Kenapa dia terus-terusan begini? Kenzie sungguh tidak tahan! Dia hanya ingin hidup layaknya orang biasa, hidup dengan tenang, kalau bisa memilih, dia lebih memilih tidak pernah bertemu Reyhan!


Reyhan tiba-tiba menutup matanya, mundur selangkah, ekspresi Kenzie membuat dia merasa bersalah.


Reyhan tiba-tiba menariknya, dua tangannya memegang wajah Kenzie, mengangkat dagunya, Reyhan memaksa melihat matanya, “Kenzie, aku seharusnya menemukan kamu lebih awal , aku tidak seharusnya membiarkanmu begitu menderita, maaf!”


Kenzie sekali menatapnya, dengan mata yang basah, melihat ke dalam mata Reyhan yang juga kelihatan sedang bersedih: “Maaf? Seharusnya kamu meminta maaf kepada Ayahku, bukan aku! Operasinya sudah berhasil, kenapa kamu membuangnya dan melarang Kakakku merawatnya? Reyhan, apakah kamu masih berperasaan?! Jika kamu berperasaan, bagaimana mungkin kamu melakukan ini!”


Mata Reyhan tertutup pelan: “Kenzie, siapa yang melihatku melarang Kakakmu lanjut merawatnya?”


Memikirkan Ayah yang sudah meninggal, Kenzie sudah tidak mampu menahan air mata: “Kakakku yang memberitahunya! Kamu iblis yang tidak berperasaan!”


“Kakakmu? Kakakmu yang tidak ada hubungan darah sedikitpun denganmu itu?” Reyhan berkata dengan sedih: “Kamu malah mempercayai dia dan tidak percaya padaku?”


Kenzie melihat Reyhan dengan pandangan kosong, seperti tidak mengerti apa yang sedang dia katakan.

__ADS_1


Reyhan memegang erat bahu Kenzie, menggoyangnya dengan kencang: “Kenzie! Dasar kamu perempuan bodoh! Kakakmu bohong! Dia telah membohongi kamu! Aku hanya marah karena kamu pergi tiba-tiba dan tidak membayar biaya pengobatan Ayahmu, tetapi aku tidak pernah melarang Kakakmu menyelamatkannya!”


Seperti terdengar suatu kenyataan yang tidak masuk akal, Kenzie membuka mata lebar dan tidak percaya, dia menutup telinganya dan menggelengkan kepala: “Tidak! Tidak! Kakakku tidak akan melakukan itu! Kamu yang bohong!”


Reyhan berhenti berbicara. Berbalik arah dan menggendong Ken yang sedang tertidur pulas, kemudian pergi, sampai di depan pintu, dia menoleh dan melihat Kenzie dengan dingin: “Kenzie, aku tidak pernah bertemu perempuan sebodoh kamu!”


Kenzie, aku belum pernah bertemu perempuan sebodoh kamu…..


Tubuh Kenzie kehabisan tenaga, pelan-pelan meluncur dan duduk di sudut ruangan, sakit yang dirasakan sungguh luar biasa. Dia tidak mau memikirkannya lagi, dia berharap Reyhan sedang berbohong, dia tidak dapat menerima kenyataan kalau Kakaknya bisa melakukan itu!


Meski Kakaknya bukan anak kandung Ayahnya, tetapi Ayah selalu baik terhadapnya. Bagaimana mungkin dia melakukan hal itu!


Ayah… maaf… aku yang tidak patuh, aku yang bodoh, mataku telah buta, aku telah percaya Rena, dan membuatmu meninggal. Ayah, kamu di surga pasti membenciku ya?


Kenzie bebicara sendiri, air mata tidak berhenti mengalir, membuat bajunya pun ikut basah. Sakit hati, sakit hati yang tidak terbatas menyerangnya terus, dia kemudian menabrakkan kepala ke dinding…


“Kamu bodoh, kamu memang bodoh! Apa gunanya menabrak dinding? Dinding akan membawa kembali Ayah kamu?” Sebuah suara tiba-tiba muncul, dan Kenzie dibuat kaget olehnya. Tidak tahu kapan, Reyhan kembali lagi.


“Kamu pergi! Aku tidak mau kamu ikut campur! Kenapa dulu kamu membuang Ayahku di rumah sakit dan tidak merawatnya? Hanya biaya pengobatan beberapa bulan, tidak berarti apa-apa bagimu! Kenapa kamu begitu jahat?” Kenzie tidak tahu harus melampiaskan amarah kemana, dan Reyhan menjadi sasaran terdekat.


“Kenzie, kamu sendiri melanggar janji dan pergi, kenapa aku haus menepati janji untuk menjaga Ayahmu?” Reyhan mengerutkan kening dan kembali bertanya.


Kenzie tidak mampu berkata-kata, kemudian mengambil bantal di ranjang dan melemparnya kea rah Reyhan: “Kamu pergi, kamu pergi! Aku tidak ingin melihatmu! Kamu keluar!”


Reyhan sudah kehabisan kesabaran, langsung menahan tangan Kenzie: “Perempuan bodoh, sudah cukup marahnya?” Pukulan keras mengenai leher belakangnya.


Kenzie merasakan lehernya pegal, dan kehilangan kesadaran. Reyhan menggendong Kenzie yang sudah jatuh pingsan ke ranjang, sekaligus memakaikan selimut untuknya.


Kenzie terbaring pucat dengan mata basah, rambutnya berantakan di wajah, terlihat sangat tidak terawat.


Reyhan mengambil tisu di depan ranjang, perlahan menghapuskan bekas air mata Kenzie, kemudian menggunakan tangan merapikan rambutnya yang berantakan. Alis mata yang tebal tiba-tiba mengerut, menghela nafas… perempuan ini, kenapa begitu kasar!


Seperti mimpi yang sangat panjang, berjalan begitu jauh.. Ketika Kenzie sadar, langit sudah terang, hari yang baru sudah dimulai.


Dia meregangkan tubuh, dan justru terkejut oleh tubuh di sampingnya! Reyhan! Sejak kapan dia ada di ranjang!


Melihat sepertinya dia tidur dari semalam, Kenzie kaget dan langsung melihat dirinya. Astaga! Kemana gaun yang ia pakai? Kenapa diganti celana tidur laki-laki?


Ataukah Reyhan yang membantunya mengganti pakaian? Kenzie menebak dan mencurigai laki-laki di sampingnya, sedikit kebingungan apa saja yang terjadi tadi malam.


“Jangan berpikir terlalu jauh! Aku tidak melakukan apapun tadi malam!” Laki-laki di samping akhirnya bersuara, suara yang rendah dan penuh ejekan.

__ADS_1


__ADS_2