
❤️ Happy Reading ❤️
''Kalian apa sebaiknya tidak menginap di sini saja?'' tanya mommy Sifa saat Kendra berpamitan akan pulang ke apartemen.
''Akhir pekan saja ya mom.'' tawar Kendra.
''Yah padahal aku masih kangen loh sama kakak juga kak Nisa.'' kata si bungsu Kirana.
''Kamu bisa main ke apartemen kakak sesuka kamu dek.'' kata Kendra yang notabene terlalu sayang pada adik perempuannya itu.
''Menginap boleh?'' tanya Kirana.
''Tentu saja.'' sahut Kendra. ''Kami pulang sekarang ya mom, dad.'' pamit Kendra.
''Iya hati-hati bawa mantu daddy ya kak.'' nasehat Kevin.
''Kalau di antara kalian ada yang sakit lagi...jangan lupa kabari mommy segera atau mommy bakal marah pada kalian berdua.'' kata Sifa.
''Iya mom.'' jawab Kendra. ''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Ingat kak jangan ngebut-ngebut.'' seru Sifa saat putra dan menantunya sudah berjalan beberapa langkah.
''Iya mommy sayang.'' sahut Kendra.
__ADS_1
*****
''Aku rasa Kendra kok masih belum menerima Nisa dengan sepenuhnya ya dad.'' kata Sifa saat dia dan suami sudah duduk berdua sambil bersandar pada kepala ranjang.
''Tapi sudah lebih baik kan mom.'' sahut Kevin.
''Iya sih memang sudah ada kemajuan tapi kok kaya adegan slow motion...lambat banget perkembangannya.'' kata Sifa.
''Namanya juga mereka awalnya menikah karena perjodohan mom, bukan karena cinta...apalagi bertemu dan kenal juga belum lama sudah langsung tunangan dan nikah saja.'' kata Kevin.
''Apa perlu kita kasih lagi obat perangsang tuh anak biar hubungan mereka bertambah ada kemajuan.'' usul Sifa yang memang tau tentang masalah jebakan obat perangsang yang mengakibatkan sang putra sulungnya sudah tidak perjaka lagi.
''Hus ngawur mommy.'' kata Kevin. ''Biarin mengalir apa adanya saja mom...daddy yakin dengan seiring berjalannya waktu dan mereka selalu bersama akan membuat mereka menjadi terbiasa antara satu dengan yang lain yang kemudian akan menimbulkan benih-benih cinta di antara mereka.'' sambung Kevin.
''Iya tapi sampai kapan dad.'' kata Sifa. ''Kayaknya mommy harus turun tangan nih.'' ujar Sifa.
''Wah bagus dong.'' seru Sifa. ''Mommy akan meminta Kendra untuk mengajak Nisa ke sana...hitung-hitung sekalian liburan...biar mereka semakin lebih dekat.'' sambungnya lagi.
''Terserah mommy sajalah.'' pasrah Kevin yang tak mau membantah ucapan sang istri karena bisa-bisa dia tak mendapat jatah malamnya.
*****
Beberapa hati kemudian seperti yang di ucapkan Rio pada Kevin...Kendra akan melakukan perjalan bisnis ke kota Dewata.
Dan sore hari ini Sifa sengaja datang ke apartemen Kendra bersama dengan Kevin.
__ADS_1
Ting Tong
Ting Tong
Cklek
''Mom, dad.'' sapa Nisa begitu melihat siapa yang berada di depan pintu apartemen.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.'' jawab Nisa. ''Silahkan masuk mom, dad.'' kata Nisa mempersilahkan mertuanya untuk masuk ke dalam apartemen dan ini adalah kedatangan perdana mereka. ''Silahkan duduk mom, dad dan Nisa tinggal ke dalam sebentar ya...'' kata Nisa lagi.
''Iya sayang.'' sahut Sifa.
Sepeninggal Nisa...mata Sifa tak lepas menelisik semua keadaan apartemen bahkan setiap sudut pun tak luput dari pandangannya.
''Bersih dan rapi ya dad.'' ucap Sifa.
''He'em.'' sahut Kevin.
Sementara Nisa sedang ada di belakang untuk menyiapkan minum juga cemilan untuk sang mertua, dan tak lupa dirinya mengirim pesan pada Kendra untuk mengabarkan bahwa kedua mertuanya itu sedang berada di apartemen mereka.
''Silahkan mom, dad.'' kata Nisa sambil meletakkan dua cangkir yang berisi teh hangat dan satu piring bolu pisang kukus yang di buatnya tadi sepulang dari sekolah.
''Ah sayang jadi ngerepotin.'' kata Sifa.
__ADS_1
''Enggak kok mom lagian cuma minum saja.'' sahut Nisa.
''Terimakasih ya.'' ucap Kevin.