
❤️ Happy Reading ❤️
Dua hari sudah pasca kecelakaan yang di alami oleh Nisa, dua hari pula Kendra memindahkan segala pekerjaannya di rumah dan tentu saja hal itu di dukung oleh anggota keluarga yang lain mengingat Nisa saat ini sangat membutuhkan kehadiran sang suami untuk membantunya setiap saat.
Nisa yang tak pernah berdiam diri...merasakan waktu dua hari adalah waktu yang sangat lama, apalagi saat ini dirinya tak leluasa untuk bergerak...kemana-mana harus di bantu...apa-apa juga harus di bantu bahkan hanya untuk mandi sekalipun tak bisa dia lakukan sendiri.
Seperti kata dokter yang merawat Nisa, maka hari ini akan dilakukan pergantian perban di luka-luka Nisa.
''Ishhh...'' desis Nisa sambil menggigit bibir bawahnya saat sang dokter mulai membuka perban di kakinya.
Di tambah lagi saat sang dokter mulai sedikit memegang luka jahitan...membuat Nisa mau tak mau meringis merasakan sakitnya dan untung saja ada sang suami yang setia menemaninya.
''Bagaimana?'' tanya Kendra to the poin tanpa basa-basi.
''Luka jahitannya sejauh ini semuanya bagus tuan.'' jawab sang dokter.
__ADS_1
*****
''Kenapa sayang?'' tanya Kendra saat matanya tak sengaja melihat sang istri meneteskan air matanya. ''Apa ada yang sakit?'' tanyanya dengan khawatir.
''Enggak kok mas.'' jawab Nisa.
''Bener?'' selidik Kendra.
''He'em.'' jawab Nisa sambil menganggukkan kepalanya.
''Aku cuma...kangen anak-anak...pengen gendong mereka... menyusui mereka secara langsung...mandiin mereka.'' lirih Nisa.
Maklum saja, walaupun ada kedua pengasuhnya...Nisa selalu turun tangan langsung untuk mengurus kedua buah hatinya.
Wajar saja jika Nisa merindukan hal itu, dia sedang senang-senangnya menikmati peran barunya di tambah lagi kedua buah hatinya sedang membuat gemas-gemasnya.
__ADS_1
''Yang sabar ya sayang...nanti setelah kamu sembuh, kamu bisa sepuasnya mengurus serta bersama mereka.'' hibur Kendra. ''Ayo sekarang aku bantu kamu untuk pindah ke ranjang agar kaki kamu bisa di selonjorkan.'' kata Kendra. ''Ingat kata dokter, kalau kaki kamu terlalu lama di gantung kayak gini, nanti bisa semakin tambah bengkak.'' imbuhnya lagi.
Mau tak mau Nisa pun menurut apa kata suaminya...karena semua yang di katakan oleh Kendra itu benar adanya.
Sesungguhnya Nisa sudah sangat jenuh...tapi ya mau bagaimana lagi...keadaanya tak memungkinkan dan harus memaksanya seperti ini...jadi ya hanya bisa pasrah saja.
Sama sekali tak pernah terlintas dalam benak bahkan dalam mimpi sekalipun, dirinya akan mengalami hal ini.
Sebagai manapun kita berhati-hati...tapi kalau Allah SWT sudah berkehendak, kita bisa apa.
''Sabar ya sayang...'' kata Kendra sekali lagi.
''Hem.'' sahut Nisa. ''Mungkin ini adalah teguran dari Yang Maha Kuasa kalau aku harus lebih mendekatkan diri lagi pada-Nya...harus lebih banyak lagi instrospeksi diri.'' kata Nisa dengan sangat bijak. ''Mungkin ini jugalah cara-Nya agar aku terus ingat serta bertaqwa pada-Nya.'' imbuhnya lagi.
Karena percayalah...di balik setiap kejadian...setiap peristiwa...setiap musibah...pasti ada sebuah makna di dalamnya...akan ada sebuah kebahagiaan yang menunggu di depan sana...ibarat kata akan ada pelangi setelah hujan badai.
__ADS_1
''Iya kamu benar sayang.'' sahut Kendra. ''Hem...bijaknya istri aku.'' imbuhnya lagi memuji sang istri.