
❤️ Happy Reading ❤️
Kirana membawa Nisa menuju ke kamarnya.
Cklek
''Kakak tau gak..aku itu seneng banget loh pas mommy bilang kalau kak Kendra nikah.'' kata Kirana memulai ceritanya saat mereka sudah masuk ke dalam kamar. ''Jadi aku punya tambah temen perempuan di rumah...bisa cerita-cerita, ya walaupun bisa sama mommy sih tapi kalau lihat temen-temen aku yang punya kakak perempuan itu kayaknya seru banget.'' ujarnya panjang lebar.
''Memangnya kamu gak malu punya kakak ipar yang seperti kakak?'' tanya Nisa.
''Maksudnya kak?dan kenapa harus malu?'' tanya Kirana beruntun.
Ya kakak kan hanya gadis biasa...gadis yatim piatu lagi bukan gadis dari keluarga dengan status sosial yang tinggi seperti kalian.'' jawab Nisa.
''Wah kak Nisa ini belum kenal sama keluarga kita.'' sahut Kirana. ''Kami itu gak pernah pilih-pilih dalam berteman dan kami gak pernah membedakan strata status sosial, karena kata mommy kita ini sama di hadapan Allah SWT yang membedakan hanyalah amal perbuatan kita.'' sambung Kirana.
''Kalian benar-benar keluarga yang baik dan kakak merasa beruntung bisa kenal dengan keluarga ini.'' kata Nisa dengan jujur.
__ADS_1
''Kak...em menurut kak Nisa kak Kendra itu gimana sih?'' tanya Kirana ingin tahu.
''Emm tampan, cool, cuek.'' jawab Nisa.
''Bukan cool lagi kak tapi dingin banget plus jutek.'' sahut Kirana. ''Iyakan? jujur deh kak Nisa sama aku...'' tanyanya yang membuat Nisa tersenyum canggung. ''Tapi kak Kendra itu sebenarnya baik kok kak dan kalau sama orang terdekatnya dia sebenarnya hangat banget.'' sambung Kirana.
''Oh ya?'' kata Nisa seperti tak percaya.
''He'em, nanti kakak bisa lihat sendiri kalau sering kumpul bareng kita.'' jawab Kirana.
''Eh kakak tau gak kalau pas kakak datang kesini untuk yang pertama kalinya dan kakak pulang...ada kejadian menegangkan di sini?'' tanya Kirana dan Nisa menggelengkan kepalanya pertanda tak tau. ''Waktu kakak pulang dan mommy tau apa yang di katakan oleh kak Kendra pada kakak, mommy marah besar...sampai-sampai mommy langsung naik ke atas...ngambil kopernya di kamar dan pergi, ikut pulang nenek sama kakek.'' cerita Kirana.
''He'em, mommy gak suka sama sikap kakak yang sudah keterlaluan...dan daddy juga sempet marah sama kakak karena sudah bikin mommy marah dan pergi, alhasil daddy juga ikut pergi untuk menyusul mommy ke rumah kakek malam itu juga.'' sambung Kirana lagi. ''Kak Kenan, aku, Oma dan opa juga ikut kecewa...kami semua marah dan ikut mendiamkan kak Kendra.'' lanjutnya.
''Terus?'' tanya Nisa begitu penasaran. ''Apa ini arti kata-katanya yang waktu itu.'' gumam Nisa dalam hati yang pas Kendra mengatakan apa istimewa dirinya.
''Akhirnya setelah sarapan kak Kendra pergi...yang semula kami pikir dia ke kantor, eh ternyata nyusulin mommy sama daddy.'' sahut Kirana.
__ADS_1
Cklek
''Loh belum mandi?'' tanya Sifa yang baru masuk kedalam kamar putrinya.
''Belum mom...masih asik ngobrol.'' jawab Kirana sambil nyengir menampakkan deretan gigi putihnya.
''Ini mommy bawa pakaian ganti untuk kamu sayang.'' kata Sifa sambil menyodorkan paper bag yang di bawanya kepada Nisa.
''Maaf mom, jadi merepotkan.'' sahut Nisa.
''Gak ngerepotin kok, lagian tadi pasti Kendra gak bilangkan sama kamu kalau malam ini di rumah ada acara barbequean.'' kata Sifa lagi dan Nisa menggelengkan kepalanya. ''Ya sudah mommy keluar dulu...dan cepet mandi, nanti ngobrolnya di sambung lagi kalau sudah mandi.'' kata Sifa.
''Iya mom.'' jawab Nisa dan Kirana.
''Ya sudah mommy keluar dulu ya...'' kaya Sifa.
''Kak Nisa mandi dulu gih, nanti kita terlambat ikut sholat magrib berjamaahnya.'' kata Kirana memberi tahu setelah sang mommy keluar seraya mengambilkan handuk baru untuk Nisa dari dalam lemarinya.
__ADS_1
''Iya.'' kata Nisa. ''Terimakasih.'' ucapnya sambil menerima handuk.