Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 117


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Apa kamu berniat menggodaku...Hem...'' bisik Kendra.


Nisa memejamkan matanya sejenak baru setelah itu dirinya berbalik untuk menatap Kendra.


''Apa salah kalau aku ingin menggoda suamiku sendiri?'' tanya Nisa dengan tangan yang sudah meraba rahang kokoh milik sang suami dan itu membuat Kendra memejamkan matanya sejenak untuk menikmati sentuhan dari sang istri.


''No...yang salah kalau kamu menggoda suami orang atau pria lain.'' jawab Kendra.


Nisa gak perduli apakah Kendra akan menganggapnya sebagai wanita penggoda atau apalah...yang pasti dirinya harus berani sedikit nakal dalam arti tanda kutip pada sang suami seperti yang di katakan mommy Sifa dan mami Kania, karena bagaimanapun banyak wanita di luaran sana yang menginginkan posisinya saat ini.


Bahkan gak menutup kemungkinan para wanita itu akan menggoda Kendra serta tak segan-segan melemparkan tubuhnya di ranjang yang sama dengan Kendra secara suka rela.


Mungkin bisa egois tapi dirinya tak ingin semua itu terjadi.


''Apa kamu keberatan aku memakai pakaian seperti ini?'' tanya Nisa lagi.

__ADS_1


''Tidak sayang aku malah suka, tapi aku lebih suka lagi kalau kamu tak memakai apa-apa dan dengan terus mendesah di bawah kungkunganku.'' bisik Kendra lagi dengan suara yang menurut Nisa sangat sensual. ''Apa kita bisa memulainya sekarang?'' tanya Kendra dengan suara yang lembut dan tangan yang membelai pipi Nisa juga tangan satunya lagi yang memeluk pinggang Nisa dan menariknya agar lebih mendekat ke tubuhnya, Nisa hanya mampu mengangukkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan Kendra, terlalu malu untuknya bila menjawab dengan sebuah kata-kata.


Tanpa ba bi bu dan basa basi lagi, Kendra langsung saja menggendong tubuh Nisa ala bridal style menuju ranjang empuk miliknya, ranjang yang sebentar lagi akan beralih fungsi menjadi tempat arena pergulatan panas mereka malam ini.


Ranjang yang akan menjadi tempat saksi bisu segala ******* serta rintihan kenikmatan dunia dari keduanya.


Tempat yang akan menjadi salah satu penunjang terjadinya Kendra atau Nisa junior.


''Aku nyalain peredam suara dulu sayang.'' kata Kendra lalu mengambil remote kecil yang ada di laci nakasnya.


''Kamu bisa mendesah dengan semaumu sayang...tak akan ada yang bisa mendengarnya kecuali kita berdua.'' kata Kendra dengan lirih.


Satu persatu gerakan pundi mulai...hingga terjadinya sebuah penyatuan yang membuat mereka deras di pucuk nirwana.


Satu...dua...ah entahlah sudah berapa kali Kendra menggempur istrinya malam ini, yang jelas bukan hanya satu kali...karena Kendra tak akan puas bila hanya melakukan satu atau dua kali saja.


Kendra seperti mempunya stok tenaga tiada habisnya jika sudah berurusan dengan yang mananya ***-*** dengan sang istri. Pria itu tetap terlihat biasa saja walaupun sudah melakukan berkali-kali.

__ADS_1


*****


Seperti biasa keluarga Wijaya akan selalu sholat subuh berjamaah. Saat ini sua sudah berada di mushola termasuk Nisa dan Kendra.


''Mom.'' panggil Nisa.


''Iya sayang.'' sahut Sifa yang sudah berjalan di depan Nisa.


''Nisa bantuin bikin sarapan ya mom.'' tawar Nisa.


''Ough baiklah sayang, terimakasih.''ucap Nisa.


Kedua wanita beda generasi itu kemudian berjalan beriringan menuju ke dapur bersih untuk menyiapkan serapan untuk semuanya.


Sedangkan Kendra memutuskan untuk kembali ke kamar dan memeriksa semua email pekerjaan yang kirimkan oleh Rio semalam.


Kalau Kevin, pria paruh baya yang masih terlihat sangat gagah serta tampan di usianya yang tak muda lagi itu memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di taman depan rumah guna menikmati segarnya udara pagi, soalnya mau kembali ke kamar juga percuma kamu sang istri saja sedang berada di dapur untuk memasak menu sarapan mereka pagi ini.

__ADS_1


__ADS_2