
❤️ Happy Reading ❤️
Cklek
Dengan sangat hati-hati Kendra membuka pintu kamar.
Dia takut kalau sampai menganggu istri serta anak-anaknya yang sedang beristirahat.
Dilangkahkan kakinya dengan sepelan mungkin agar tak menimbulkan suara yang dapat mengusik penghuni kamar yang dengan tidur terlelap.
''Hai kesayangan ayah.'' ucap Kendra setelah mengecup dua kali perut Nisa dan saat ini dirinya sudah memposisikan diri dengan duduk berjongkok dan menempatkan wajahnya di depan perut buncit sang istri.
Karena memang istrinya itu sekarang kalau tidur lebih nyaman dengan posisi miring, mengingat perutnya yang sudah semakin membuncit.
''Hari ini tidak bandelkan? tidak ngerepotin bundakan?'' tanyanya meski tak akan mendapat jawaban.
''Jangan ngerepotin dan nyusahin bunda ya sayang...kasihan bunda...cukup ayah saja yang kalian ngerepotin serta bikin susah...'' ucapnya lagi sambil berkali-kali mengecupi perut Nisa.
''Eugh...'' lenguh Nisa. ''Mas.'' panggilnya saat pertama membuka mata yang di lihatnya adalah wajah sang suami tercinta.
''Maaf ya sayang...apa aku mengganggu tidur kamu?'' kata Kendra.
''Sama sekali enggak mas.'' sahut Nisa. ''Mas kok ada di sini?'' tanyanya heran.
''Iya tadi aku ada meeting di sekitar sini, jadi aku putusin buat mampir.'' jawab Kendra sambil memposisikan dirinya duduk di samping sang istri yang sudah duduk dan bersandar di kepala ranjang. ''Soalnya aku sudah kangen sama anak-anak juga bundanya.'' kata Kendra lagi.
''Mas, gak balik lagi ke kantor?'' tanya Nisa.
__ADS_1
''Enggak, aku sudah minta Rio untuk handle kantor dan kirim pekerjaannya ke email aku.'' jawab Kendra. ''Aku juga minta dia buat datang ke rumah nanti sore buat nganterin berkas-berkas yang perlu aku tandatangani.'' sambungnya.
''Mas sudah makan?'' tanya Nisa.
''Sudah tadi sambil meeting.'' jawab Kendra. ''Bagaimana keadaan kamu hari ini sayang? apa mereka nakal?'' tanyanya dengan tangan mengelus perut sang istri.
''Aku sangat baik mas...seperti yang kamu lihat.'' jawab Nisa. ''Dan kamu juga tidak nakal ayah...kamikan anak-anak ayah yang baik.'' sambung Nisa dengan suara yang menirukan suara anak kecil.
''Pinter akan ayah.'' puji Kendra. ''Hari ini anak ayah mau minta apa?'' tanya Kendra.
''Hem cuma anak ayah saja nih yang di tanyain...bundanya enggak?'' kata Nisa.
''Tentu dong sayang...kamu mau apa?'' tanya Kendra sambil mengelus pipi sang istri yang semakin kelihatan chubby.
''Em...mau apa ya...'' kata Nisa seolah sedang berpikir. ''Mau ice cream tiramisu boleh?'' tanyanya.
''Siap bos.'' ucap Nisa dengan tangan seperti layaknya orang yang hormat saat upacara bendera.
Perilaku sang istri tersebut sontak saja langsung membuat Kendra terkekeh.
''Mau berangkat sekarang?'' tanya Kendra.
''Boleh, tapi aku cuci muka sebentar.'' jawab Nisa.
''Baiklah aku tunggu di sini.'' kata Kendra menanggapi.
Setelah beberapa saat Nisa sudah keluar dengan wajah yang nampak lebih segar.
__ADS_1
Nisa juga sudah memoleskan sedikit lipstick ke bibirnya agar tak terlihat pucat.
''Sudah?'' tanya Kendra.
''He'em.'' sahut Nisa.
''Baiklah...ayo berangkat.'' ajaknya.
*****
''Sudah bangun sayang?'' tanya Sifa yang melihat kehadiran anak serta menantunya.
''Iya mom.'' jawab Nisa.
''Mom, kami berdua pamit duluan ya...'' kata Kendra .
''Loh kalian mau kemana memangnya? gak pulang bareng-bareng aja.'' kata Sifa. ''Ini mommy sama daddy juga sudah mau pulang kok.'' imbuhnya.
''Enggak mom, soalnya kita gak langsung pulang.'' jawab Kendra. ''Cucu-cucu mommy lagi minta makan ice cream.'' sambungnya lagi sebelum sang mommy bertanya.
''Oh ya sudah, tapi kalian hati-hati ya.'' pesan Sifa.
''Iya mom.'' jawab Kendra.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
__ADS_1