
❤️ Happy Reading ❤️
''Loh sudah rapi saja.''kata Sifa saat melihat Kendra mendekati ke meja makan dengan memakai pakaian formalnya. ''Mau kerja kak?'' tanya Sifa.
''Iya mom.'' sahut Kendra.
''Lah kan kakak nanti malam mau tunangan, masih kerja saja.'' sahut Kirana.
''Kan masih nanti malam, jadi kakak masih bisa kerja.'' sahut Kendra dengan santainya.
''Terserah kamu sajalah kak, yang penting pulangnya jangan malam-malam...sore kamu harus sudah sampai di rumah.'' peringat Sifa.
''Aku usahain mom.'' jawab Kendra.
''Jangan di usahain tapi harus kalau enggak...mommy sendiri yang bakal nyusulin kamu ke kantor dan nyeret kamu untuk pulang.'' ancam Sifa.
''Iya mom, sore aku pulang.'' pasrah Kendra, karena dia tau mommynya itu tipe-tipe orang yang tak pernah main-main dengan ancamannya.
''Dan kalian berdua juga gitu.'' kata Sifa pada kedua anaknya.
''Siap mom.'' jawab mereka berdua dengan kompak.
''Bagus.'' sahut Sifa. ''Oh iya kak, mommy nanti boleh minta tolong gak?'' tanya Sifa pada Kendra.
''Apa mom?'' tanyanya.
''Bisa gak nanti siang jemput mama kamu di bandara.'' kata Sifa.
''Gak bisa mom, aku ada meeting dengan klien pas makan siang.'' jawab Kendra.
__ADS_1
''Kalau Kenan bisa gak jemput mama Nana di bandara nanti siang?'' Sifa bertanya kembali dan kali ini pada Kenan.
''Bisa sih mom, nanti biar aku yang jemput.'' jawab Kenan.
''Terimakasih banyak ya sayang.'' ucap Sifa. '' Dan jangan lupa nanti pacar kalian juga di ajak datang, sama baju couplenya jangan lupa di kasih.'' peringat Sifa lagi.
''Sip mom.'' sahut Kirana.
Setelah anggota keluarga lengkap barulah mereka mulai untuk sarapan pagi.
''Aku berangkat duluan.'' pamit Kendra yang sudah selesai makan terlebih dahulu.
''Jangan lupa pesan mommy.'' peringat Sifa.
''Iya mom, assalamualaikum.'' pamitnya.
Setelah Kendra berangkat, Kirana dan Kenan pun berpamitan dan tak lupa Sifa pun mengingatkan pada kedua anaknya.
''Loh Nana datang Fa?'' tanya mama Iren.
''Datang ma, nanti siang dia sampai.'' jawab Sifa.
''Mama pikir kamu dan Kevin gak beri tahu tentang hal ini pada Nana.'' kata mama Iren.
''Aku selalu komunikasi dengannya ma.'' sahut Sifa. ''Aku ada rencana menjodohkan Kendra ini juga sudah ngobrol banyak dengannya juga, bukan hanya keputusan aku dan mas Kevin.'' katanya lagi.
''Mama pikir...'' kata mama Iren lagi.
''Mau bagaimanapun...suka ataupun tidak suka...Nana tetaplah ibu kandungnya Kendra, dia juga berhak tau segalanya tentang putranya.'' potong Sifa.
__ADS_1
''Kamu benar Fa dan papa juga setuju akan hal itu.'' sahut papa Adi.
''Dia kesini sama siapa Fa?'' tanya mama Iren.
''Tentu saja bersama suami, anak, menantu juga cucunya dong ma.'' jawab Sifa. ''Bagaimanapun Nisa berhak tau siapa ibu kandungnya Kendra dan saudara Kendra yang lain.'' tambahnya lagi.
Nana dan suaminya Carlo memiliki anak laki-laki yang bernama Charli, dan saat ini Charli sudah menikah dengan wanita yang bernama Helena serta memiliki sepasang anak yang bernama Chiki dan Choki...yang masing-masing berumur 5 dan 3 tahun.
''Iya biar nanti dia tidak kaget juga...kok ada ibu yang lain.'' kata papa Adi.
''Terus siapa yang jemput?'' tanya mama Iren.
''Kenan yang jemput ma.'' jawab Sifa.
''Kenapa gak Kendra?'' tanya mama Iren lagi.
''Dia gak bisa ma, ada meeting penting katanya.'' sahut Sifa.
''Tunggu-tunggu kalian berdua kok masih santai...gak kerja?'' tanya mama Iren pada anak dan menantunya.
''Enggaklah ma...kan kita mau urusin persiapan acaranya.'' sahut Kevin.
''Oh kirain kalian berdua ini sama aja sama putra kalian yang bendel itu.'' kata mama yang sedikit kesal dengan cucunya. ''Nanti malam mau tunangan...bukannya anteng di rumah malah sibuk ngurusin kerjaan.'' dumelnya.
''Sudahlah ma...biarin saja, kayak gak tau Kendra gimana aja.'' sahut papa Adi.
''Iya ni mama jangan kesel marah-marah terus.'' kata Sifa. ''Nanti tekanan darahnya naik lagi loh.'' peringat Sifa.
''Ya mama kayak gini juga gara-gara putra kalian itu.'' sungut mama Iren.
__ADS_1