
❤️ Happy Reading ❤️
Tak membutuhkan waktu yang lama, rombongan Kendra yang sudah sampai di sekolah tepat Nisa mengajar dahulu dan ternyata di sana sudah ada asisten Rio yang menunggu.
Sekolah yang bertarafkan internasional mulai dari jenjang play grup sampai universitas, tapi hanya yang dari play grup sampai ke jenjang sekolah menengah atas saja yang berada dalam satu kawasan sedangkan untuk universitas letaknya terpisah namun tidak terlalu jauh.
''Aku sama Rio mau langsung ke kantor kepala sekolah.'' kata Kendra memberi tahu. ''Kalian...?'' kata Kendra lagi.
''Mommy dan Nisa tunggu di kantin sekolah saja ya kak.'' sahut Sifa.
''Baik mom, nanti kalau urusanku sudah beres...aku susul kalian.'' kata Kendra lagi. ''Dan tolong jaga istri serta anak-anakku ya mom.'' ucapnya lagi.
''Iya kak pasti.'' sahut Sifa.
*****
Banyak mata memandang...menatap kagum pada kedua insan yang sedang melangkah dengan gagahnya menuju ke arah ruangan sang kepala sekolah sekolah menengah atas, karena memang masih jam istirahat untuk siswa sekolah menengah atas.
Berparas tampan yang berkarisma serta kekayaan yang super melimpah, membuat pana kaum hawa pun banyak yang menginginkannya.
Di sekolah ini memang ada kepala sekolah sendiri-sendiri untuk setiap jenjangnya, hal itu untuk mempermudah pekerjaan mereka yang menjabat sebagai kepala sekolah.
Tok
Tok
Tok
''Masuk.''
Cklek
''Tu...tuan muda...se...selamat siang.'' ucap sang kepala sekolah yang tampak kaget begitu melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya. ''Si...silahkan duduk.'' katanya lagi. ''Ada apa ini? ada hal penting apa sehingga tuan muda datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu?'' tanyanya.
''Apa saya tidak boleh datang ke sekolah yang bernaung di yayasan keluarga saya?'' tanya Kendra setelah mendudukkan dirinya.
__ADS_1
''Ten...tentu saja boleh tuan muda.'' sahutnya.
''Langsun saja.'' kata Kendra.
''Kami datang ke sini ingin menanyakan kenapa anda mempersulit untuk melegalisasi ijasah siswa yang telah lulus dari sekolah ini?'' tanya Rio mewakili.
''I...itu...itu...'' kata sang kelapa sekolah.
Brak
Tanpa di duga Kendra langsung menggebrak meja yang ada di depannya.
''Jawab.'' kata Kendra penuh dengan penuh penekanan serta sorot mata yang begitu sangat tajam.
''Karena saat itu sa...saya sedang tidak berada di tempat.'' jawabnya.
''Apa anda selalu tidak berada di tempat?'' tanya Kendra.
''Sa...saya...'' kata sang kepala sekolah bingung.
''Berikan semua berkas yang harus di legalisir.'' perintah Kendra pada Rio.
''Selesaikann itu.'' perintah Kendra. ''Setelah selesai silahkan angkat kaki dari sekolahan ini...yayasan tidak membutuhkan orang yang tidak berkompeten.'' sambung Kendra lalu berdiri dari duduknya bersama Rio untuk meninggalkan ruangan itu.
''Awasi dia.'' perintah Rio pada dua orang yang memang sengaja di bawanya.''
*****
Sedangkan saat ini Nisa dan mommy Sifa sedang asik menikmati makanan di kantin sekolah sambil mengobrol.
Nisa juga mengenang masa-masa dirinya dulu masih mengajar di sekolah ini.
Sampai ada rombongan guru yang masuk kesana.
''Bu' Nisa.'' seru mereka.
__ADS_1
''Oh hai apa kabar bapak, ibu?'' sapa Nisa berbasa-basi.
''Kami baik, ibu Nisa sendiri bagaimana?'' kata salah satu yang mewakili.
''Alhamdulillah saya juga baik.'' jawab Nisa.
''Khem.'' dehem Sifa.
''Eh maaf-maaf...'' ucapnya. ''Selamat siang nyonya.'' sapa mereka.
''Selamat siang.'' sahut Sifa.
''Bu' Nisa...nyonya...kami permisi.'' pamitnya.
''Iya bu'.'' jawab Nisa.
Sebenarnya jam sudah menunjukan jam belajar sekolah dasar telah usai, tapi para guru itu makan terlebih dahulu di katin
sebelum pulang.
''Mom, aku ke toilet sebentar ya...'' kata Nisa.
''Mau mommy antar?'' tawar Sifa.
''Oh gak usah mom, Nisa bisa sendiri.'' jawab Nisa.
''Baiklah, tapi kamu harus hati-hati.'' pesan Sifa.
''Iya mom.'' jawab Nisa.
Nisa berjalan sangat perla menuju ke arah kamar mandi, namun siapa sangka sedari tadi ada seseorang yang terus memperhatikannya.
''Halo bu' Nisa.'' sapanya ketika baru saja keluar dari dalam toilet.
''Eh pak.'' beo Nisa.
__ADS_1
''Gimana kabarnya bu'?'' tanyanya. ''Oh tentu baik bukan?'' katanya lagi. ''Em bagaimana rasanya menjadi seorang istri dari keluarga kaya raya?'' lagi-lagi dirinya bertanya. ''Aku kira kamu adalah wanita yang berbeda dari wanita lain...tapi ternyata...sama saja.'' ucapnya lagi.
''Apa maksud anda?'' tanya Nisa.