
❤️ Happy Reading ❤️
''Selamat pagi.'' seru Kendra dengan wajah ceria, dirinya baru saja turun dan bergabung dengan anggota keluarganya untuk melakukan sarapan.
Yang ada di sana hanya Kevin beserta orang tua, mertua, anak serta istrinya saja...sebab yang lainnya sudah pulang tadi malam sesaat acara telah usai.
''Selamat pagi.'' sahut semuanya.
''Loh Nisa mana kak?'' tanya Sifa yang tak melihat keberadaan sang menantu.
Semenjak Nisa di nyatakan positif hamil, Sifa memang melarang menantunya itu untuk tidak membantu memasak.
Sifa tak ingin kalau sampai menantunya kelelahan yang akan berimbas pada cucu-cucunya.
''Masih di kamar mom.'' sahut Kendra.
''Tidur?'' tanya Sifa karena tak bisanya menantunya seperti itu.
''He'em....tadi setelah sholat subuh dia tidur lagi.'' kata Kendra, ya memang hari ini Kendra dan sang istri tak sholat subuh berjamaah di mushola bawah.
__ADS_1
''Biarkan saja...mungkin Nisa kecapekan karena acara semalam.'' sahut mama Iren.
''Iya lagi pula siangnya dia juga baru istirahat setelah mendapat telpon dari Kendra.'' timpal ibu Dewi.
Perkataan oma dan nenek itu tentu saja langsung di benarkan oleh semuanya. Hem...padahal tidak tau saja mereka bahwa penyebab Nisa kelelahan sehingga belum bangun sampai sekarang karena ulah putra mahkota keluarga Wijaya.
Semuanya kemudian makan dengan diam...menikmati semua yang tersaji di atas mejanya dengan penuh rasa syukur.
Satu persatu mereka berpamitan untuk pergi menjalankan rutinitas masing-masing.
Karena bagaimanapun di pundak serta tangan mereka ada begitu banyak tanggung jawab di sana...demi untuk kelangsungan hidup keluarga serta para karyawannya.
Dan Sifa yang mendengar begitu banyak kata yang di ucapkan sang putra hanya bisa memutar bola matanya dengan malas, karena putranya itu semenjak mengetahui sang istri hamil menjadi sangat-sangat cerewet sekali. Tapi tak di pungkiri juga ada rasa bahagia yang terselip di dalam hatinya melihat semua perhatian sang putra untuk istrinya...pernikahan yang di awali dengan perjodohan yang langsung mendapat pertentangan dari putranya sendiri berakhir dengan rasa sayang plus cinta yang begitu dalam.
''Iya cerewet.'' sahut Sifa yang mendapat kekehan dari sang putra. ''Sudah sana berangkat...nanti kamu telat...cari uang yang banyak untuk istri dan anakmu.'' kata Sifa.
''I'm bos mom, mekipun telat juga gak akan ada yang memecatku...dan jangan lupa uangku juga sudah banyak mom.'' seloroh Kendra sedikit menyombongkan dirinya sambil beranjak keluar.
''Cih sombong.'' dengus Sifa.
__ADS_1
''Itu kenyataannya mom.'' seru Kendra yang masih mendengar kata-kata sang mommy.
*****
''Loh kamu belum jadi berangkat dek?'' tanya Sifa saat melihat sang putri jaman sedikit terburu menuju ke arah lift.
''Ada yang ke tinggalan mom.'' serunya yang membuat Sifa sedikit geleng-geleng kepala.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Rey, apa kamu datang sudah dari tadi?'' tanya Sifa saat baru melangkah menuju ke ruang keluarga bersama sang suami. ''Tau gitu tadi ikut sarapan bareng.'' kata Sifa lagi sebelum mendapatkan jawaban dari calon mantu laki-laki satu-satunya di keluarga Kevin Wijaya.
''Belum kok mom, baru saja.'' jawab Reyhan dengan sopan.
''Sudah, ayo.'' ajak Kirana yang baru turun lagi...entah apa yang di ambilnya tadi.
''Reyhan pamit mom, dad.'' pamit Reyhan.
__ADS_1
''Hati-hati.'' kata Sifa dan di angguki oleh Reyhan juga Kirana.