
❤️ Happy Reading ❤️
''Benar nona, kalau tidak...'' kata sang dokter lagi.
''Kalau tidak apa?'' potong Rio.
''Tuan muda akan semakin tersiksa dengan hasratnya itu dan juga bisa berakibat sangat fatal, karena obat yang di berikan dalam dosis tinggi akan bisa merusak sel syarafnya.'' tutur sang dokter.
''Separah itu.'' lirih Nisa yang tak terasa sudah meneteskan air matanya melihat kearah Kendra terbaring dengan sangat gelisah.
''Bu bos, saya gak bisa bantu apapun...semuanya saya serahkan pada bu' bos.'' lirih Rio lalu mengajak sang dokter keluar setelah mendapat anggukan kecil dari kepala Nisa.
Begitu selesai mengunci pintu kamar, Nisa berbalik namun sudah tak melihat Kendra berada di atas ranjangnya.
''Kemana mas Kendra.'' gumam Nisa. ''Mas...mas Kendra!'' seru Nisa.
Nisa mulai mencari Kendra dan dia mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi.
Namun setelah di tunggu hingga hampir setengah jam, Kendra belum juga menampakkan batang hidungnya dan itu membuat Nisa cemas.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
''Mas...tok...tok...mas Kendra!'' seru Nisa dari balik pintu.
Karena sama sekali tak ada sahutan akhirnya Nisa memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi, Nisa benar-benar masih di landa rasa khawatiran yang sangat-sangat dalam.
''Aku masuk ya mas!'' seru Nisa lagi namun masih sama tak mendapatkan sahutan. ''Semoga saja mas Kendra gak marah karena aku sudah lancang main masuk saja.'' gumam Nisa. ''Huft...'' di helanya nafas dalam-dalam lalu perlahan di hembuskan.
Cklek
''Hem.'' sahut Kendra.
''Apa yang mas Kendra lakukan?'' tanya Nisa.
''Aku ingin meredam panas di tubuhku.'' sahutnya.
__ADS_1
''Gak gini caranya mas.'' sahut Nisa. ''Mas Kendra harus keluar dari bathtub sekarang.'' katanya lagi karena tak tega melihat kulit Kendra yang sudah pucat pasi bahkan bibir pun sudah berwarna biru karena Kendra terlalu lama berendam di air dingin apalagi ini sudah malam hari.
''Gak bisa.'' sahut Kendra dengan cepat. ''Sebaiknya kamu keluar sebelum sesuatu yang buruk terjadi padamu.'' perintah Kendra karena semakin merasakan hawa panas ketika melihat Nisa di dekatnya...hasratnya seakan semakin menggebu-gebu.
''Gak, aku gak akan pergi dari sini.'' kata Nisa sambil menggelengkan kepalanya.
''Nisa!.'' seru Kendra karena Nisa membantahnya.
''Aku gak akan keluar dari sini meskipun kamu membentakku berkali-kali mas.'' sahut Nisa yang sama sekali tak takut. ''Aku...aku yang akan menolongmu mas...aku...'' sambungnya sambil jari telunjuk yang menunjuk dirinya sendiri.
Nisa dengan berani semakin mendekat kearah Kendra dan mematikan air yang sedari tadi masih mengalir.
''Kamu yang bilang Nisa jadi jangan salahkan aku.'' kata Kendra yang semakin di kuasai oleh gairah.
''Iya aku rela melakukannya...melaksanakan kewajibanku sebagai seorang istrimu malam ini.'' kata Nisa dengan yakin seyakin-yakinnya. ''Ayo mas keluar dan salurkan hasratmu...'' kata Nisa lagi sambil menjulurkan tangannya untuk di gapai Nisa.
Sedih...Nisa sangat sedih melihat bagaimana kondisi Kendra saat ini, jadi kalau ini memang pilihan yang terbaik...dirinya ikhlas untuk melakukannya.
Kendra langsung meraih tangan Nisa dan keluar dari bathtub dan berdiri tepat di depan Nisa.
__ADS_1
Di pandanginya wajah istrinya itu dengan seksama...lalu sedikit demi sedikit dirinya mulai mendekatkan wajahnya, dekat...semakin dekat hingga hembusan nafas keduanya bisa terasa di wajah keduanya...namun sebelum apa yang harusnya menempel dan saling berkenalan...Nisa menghalangi bibir Kendra dengan salah satu telapak tangannya.
''Jangan di sini...'' ujar Nisa...memang ini bukan malam pertama yang seperti bayangannya...malam pertama yang di lakukan oleh dua orang yang saling mencintai...melakukannya dengan kasih, tapi Nisa tetap ingin melakukan hal yang berkesan walau hanya secuil saja...karena hal ini tak akan bisa terulang lagi.