
❤️ Happy Reading ❤️
Kendra dan Nisa datang ke sebuah acara yang baru masuk saja sudah terlihat kesan mewah di sana.
Nisa yakin bahwa para pengusaha atau orang-orang dari kalangan atas yang ada di dalam sana, karena sedikit banyak dirinya sudah mulai belajar tentang circle pergaulan serta pertemanan suaminya.
''Tegakkan kepalamu...jangan pernah menunduk karena kamu adalah istri dari Kendra Wijaya...menantu pertama dari seorang Kevin Wijaya...yang artinya kamu adalah next nyonya besar Wijaya selanjutnya.'' bisik Kendra ketika mereka akan memasuki ballroom hotel.
''Iya mas.'' sahut Nisa, karena sungguh di dalam hati Nisa...dirinya juga tak ingin kalau sampai membuat malu keluarga suaminya serta suaminya sendiri.
Sejujurnya Nusa sangat nervous malam ini, karena ini adalah pertama kalinya dirinya menghadiri undangan yang berisi kalangan high class semua.
Kendra berjalan dengan Nisa yang mengalungkan tangannya di lengan Kendra.
Menunjukkan perilaku yang menegaskan seolah-olah mereka berdua adalah pasangan suami istri yang sangat serasi.
Dan benar saja baru masuk...mereka berdua sudah di sambut dengan sangat ramah dan semua orang memperhatikan pasangan baru itu setelah seseorang menyerukan nama Kendra.
''Tuan muda Wijaya.'' serunya. ''Selamat datang tuan dan terimakasih atas kehadirannya.'' sapanya yang Nisa yakini adalah sang tuan rumah yang punya acara. ''Bagaimana kabar tuan besar Wijaya?'' tanyanya kemudian.
__ADS_1
''Beliau baik tuan.'' sahut Kendra.
Lalu sang tuan rumah mengajak Nisa dan Kendra menuju ke salah satu meja yang dimana di sana sudah ada beberapa orang termasuk sang nyonya yang punya acara.
Ini adalah anniversary perusahaan tuan Simon...jadi di sini ada banyak para pengusaha yang berkumpul.
''Selamat malam semuanya.'' sapa Kendra tanpa senyum...karena hanya ekspresi datarlah yang di tampilkannya dan semua orang yang sudah kenal dengan the next Wijaya itu sudah tidak heran lagi.
''Selamat malam.'' sahut semuanya.
''Tuan muda Wijaya...senang anda bisa hadir di acara perusahan kami.'' sambut nyonya Simon dengan ramah. ''Dan ini...'' tanyanya yang menggantung.
''Halo nyonya muda Wijaya...saya Ane Simon...istri dari tuan Simon.'' katanya mencoba berkenalan dengan Nisa. ''Anda cantik sekali nyonya.'' sambungnya.
''Terimakasih nyonya...anda terlalu memuji bahkan andapun terlihat sangat cantik dan anggun.'' balas Nisa.
Mereka akhirnya duduk bergabung dalam dua meja yang terpisah, karena satu meja untuk para suami sedangkan satu lagi untuk para istri, sebab kalau tidak terpisah sudah dapat di pastikan para istri akan merasa bosan karena yang di perbincangkan oleh para pria apalagi kalau bukan masalah bisnis dan bisnis.
Sedangkan para wanita sibuk membicarakan masalah mode, stylish, perhiasan...ya hal-hal semacam itulah.
__ADS_1
Kendra sesekali melihat kearah Nisa berada, karena dirinya juga tak ingin kalau sampai terjadi sesuatu pada wanita yang di bawanya dan bisa di pastikan kalau sampai terjadi apa-apa pada Nisa...dia pasti akan mendapatkan amukan dari sang mommy.
Selesai berbincang...Kendra mengajak Nisa untuk menuju stand makanan dan minuman.
Dan mereka mencari meja sendiri untuk menikmati makan serta cake yang telah di bawa Nisa.
*****
''O hoho...lihat ini siapa Ra'' kata seorang pria yang datang menghampiri meja Kendra.
''Wow...tuan muda Wijaya rupanya.'' kata sang wanita satunya. ''Siapa dia Ken?'' tanyanya sambil menunjuk ke arah Nisa namun Kendra masih diam tak bergeming...rasanya dirinya sangat enggan untuk menanggapi celoteh dua orang itu. ''Aku pikir kamu gak bakal bisa move on dari aku.'' sambungnya.
''Kalau di lihat-lihat cantik juga tapi tetap masih kalah cantik dari kamu Ra.'' kata Viki yang notabene adalah salah satu sahabat dari Clara.
Entah kesialan apa sehingga Kendra bertemu dengan mantan kekasihnya itu di acara ini.
''Apa mau kalian?'' tanya Kendra dengan nada yang sudah sangat geram.
''Wow santai bro...jangan marah-marah...kami hanya ingin mengobrol sebentar.'' kata Viki. ''Reunian dengan mantan terindah.'' sambungnya lalu dengan tak tau diri kedua orang itu duduk di meja yang sama dengan Kendra dan Nisa.
__ADS_1
''Saya sudah tidak ada urusan dengan kalian berdua.'' sahut Kendra.