
❤️ Happy Reading ❤️
Setelah pertemuan dengan keluarga Romi Adiguna semalam, acara pertunangan putri tunggal seorang Kevin Wijaya akan di adakan pada besok lusa di kediaman keluarga Wijaya.
''Mom, dad, nanti mungkin aku akan pulang sedikit telat.'' kata Kirana memberi tahu setelah dirinya dan yang lainnya selesai sarapan.
''Memangnya kamu ada pekerjaan atau mau pergi kemana sayang?'' tanya Sifa.
''Aku mau pergi sama Reyhan dulu mom.'' jawab Kirana.
''Oh ya sudah yang penting hati-hati.'' kata Sifa. ''Dan besok kamu gak boleh berangkat ke rumah sakit.'' kata Sifa lagi.
''La emang kenapa mom?'' tanya Kirana.
''Ya ampun Kirana...kamu ini apa sudah pikun?'' tanya Sifa. ''Lupa kalau besok itu hati pertunangan kamu.'' sambungnya lagi.
''Tapikan malam mom tunangannya.'' kata Kirana.
''Ya tetap saja kamu gak boleh pergi kerja besok...harus di rumah.'' kata Sifa lagi sedikit geram.
''Kemarin kak Kenan pergi saja gak apa-apa mom.'' kata Kirana.
__ADS_1
''Kirana...sudahlah turuti aja apa kata mommy kamu.'' sahut Kevin. ''Daddy pusing dengar kalian berdua.'' imbuhnya lagi.
''Ya...ya baiklah.'' sahut Kirana.
''Ingat sudah mau jadi seorang istri...kurang-kurangi tu sikap pembangkangannya.'' kata Kendra.
''Apaan sih kak...ikut-ikutan saja.'' kata Kirana.
''Tapi bener tu apa yang di katakan Kendra...Oma setuju.'' kata Oma Iren ikut menimpali.
''Oma...'' kata Kirana.
''Sudah-sudah sekarang lebih baik kalian berangkat sana...nanti kena macet.'' kata Kevin menyudahi pembicaraan mereka yang sengaja sedikit memojokkan Kirana untuk menggoda sang princess Wijaya.
Banyak banget pesan yang di sampaikan pada istrinya itu, belum lagi pamitannya pada sang buah hati yang masih ada di dalam perut.
*****
''Sayang...dari pada kamu hanya diam di rumah gak tau mau ngapain...gimana kalau kamu ikut kami ke rumah om Arman, bunda Putri sama mami Kania.'' kata Sifa.
''Iya bener banget tu sayang...nanti kalau kamu capek kamu bisa istirahat disana.'' sambung mama Iren yang sebenarnya sedikit kasihan pada Nisa karena semenjak di ketahui hamil, apalagi baby merek twins...Kendra teramat sangat over posesif.
__ADS_1
Padahal dulu saja seposesif-posesifnya Kevin tak sampai segitunya.
Kevin tetap mengijinkan Sifa untuk bekerja dan bepergian meski selalu seijin darinya, supaya ibu hamil itu tidak begitu jenuh yang bisa memicu munculnya stres.
Mereka rasa Kendra itu terlalu paranoid dalam menghadapai kehamilan istrinya...maklumlah mungkin itu karena bucinnya sang tuan muda sudah level atas.
''Tapi aku ijin sama mas dulu ya mom.'' kata Nisa.
Begitulah Nisa...definisi seorang istri yang patuh terhadap suaminya.
''Ya sudah nanti kamu hubungi dia.'' kata Sifa. ''Atau mau mommy saja yang telpon?'' tawar Sifa.
''Gak usah mom, nanti biar Nisa sendiri saja yang minta ijin.'' sahutnya.
''Ya sudah kalau gitu mommy mau siap-siap dulu.'' kata Sifa.
Semalam Sifa sudah mengkonfirmasi pada saudara-saudaranya kalau mereka hari ini akan datang bertandang, karena kalau tak bilang dulu takutnya mereka tak ada di rumah.
''O iya sayang...ingat kalau naik ke atas jangan naik tangga...pakai lift saja.'' peringat Sifa.
''Iya mom.'' jawab Nisa yang sampai sudah hafal di luar kepala tentang semua itu.
__ADS_1
Gak suami, gak orangtua, gak Oma opa, gak adik-adik iparnya pasti akan banyak berpesan ini dan itu padanya, dan hal itu membuatnya merasa sangat-sangat bahagia...karena dia menjadi merasakan arti dari perhatian sebuah keluarga yang tak pernah dia dapatkan secara lengkap.