Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 113


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Nisa yang selalu bangun lebih pagi dari Kendra dapat menatap dengan puas wajah tampan yang sedang terlelap...wajah tampan suaminya.


Nisa begitu mengagumi ciptaan yang sangat indah di depannya saat ini. Wajah putih bersih dan mulus, alis yang tak begitu tebal tapi juga tak begitu tipis...serasa sangat pas, bulu mata yang hitam tapi tergolong lentik untuk seorang pria, hidung mancung, bibir tipis yang merah apalagi sama sekali tak tersentuh oleh benda yang mengandung nikotin serta satu lagi jangan lupakan rahangnya yang sangat tegas dan kokoh.


''Sudah puas lihatnya sayang? baru sadar kalau suamimu ini tampan hem?'' tanyanya namun masih dengan mata yang terpejam.


''Eng...enggak kok mas.'' kata Nisa yang gugup dan dalam hati dia sudah merutuki kebodohannya.


''Enggak apa maksudnya? aku gak tampan gitu?'' tanya Kendra lagi.


''Eh enggak kok mas Kendra tampan...eh.'' kata Nisa yang keceplosan dengan kata-katanya.


''Khem...mau kemana sayang? bukannya ini masih sangat pagi.'' kata Kendra yang merasakan Nisa mulai ingin menyingkirkan tangan kekarnya yang masih melingkar sempurna pada Nisa.


Kendra sebenarnya tadi sudah bangun dan juga sudah melihat jam di nakas, tapi karena melihat Nisa yang seperti akan bangun membuatnya berpura-pura untuk tidur kembali.


''A...aku mau bangun mas.'' sahut Nisa.


''Ini masih terlalu dini hari sayang jadi lebih baik kita tidur lagi.'' kata Kendra.


''Tap...'' kata Nisa.


''Mau tidur atau aku tiduri.'' potong Kendra sehingga membuat Nisa kembali merebahkan tubuhnya.


Kendra kembali membawa Nisa ke dalam pelukannya.


Barulah setelah adzan subuh berkumandang, mereka berdua sama-sama bangun dan menunaikan kewajiban mereka sebagai umat muslim... melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah.

__ADS_1


Dan seperti biasa, Kendra mengantarkan Nisa ke sekolah dahulu barulah dirinya berangkat ke perusahaan.


Apa yang dilakukan sang daddy kepada mommynya sebisa mungkin dia contoh, karena saat ini dia ingin hubungannya dengan Nisa bisa seperti sang mommy dan daddy.


''Sayang, nanti kalau jam kerja kamu sudah selesai langsung ke perusahaan ya.'' pinta Kendra. ''Biar kita bisa pulang bareng.'' sambungnya lagi.


''Iya mas, nanti aku kesana.'' jawab Nisa lalu berpamitan dan keluar dari mobil Kendra.


*****


Sepulang dari sekolah, Nisa meminta supirnya untuk langsung menuju ke perusahan sang suami.


Karena semuanya sudah tau siapa Nisa, jadi dirinya bisa langsung masuk saja tanpa di persulit.


''Selamat siang bu'. '' sapa seorang wanita yang Nisa ketahui adalah sekretaris sang suami.


''Ada bu', ibu bisa langsung masuk saja.'' jawaban sang sekretaris.


''Terimakasih ya.'' ucap Nisa.


Tok


Tok


Tok


''Masuk.''


Cklek

__ADS_1


''Assalamualaikum mas.'' sapa Nisa.


''Wa'alaikumsalam.''


''Eh ada ibu bos.'' kata Rio.


''Sudah ni kamu bisa kembali keruanganmu.'' kata Kendra sambil menyerahkan berkas yang sudah di periksa serta di tandatanganinya. ''Sana keluar.'' usirnya.


''Iya...iya pak bos saya keluar.'' kata Rio. ''Permisi bu' bos.'' pamitnya.


Nisa kemudian berjalan mendekat ke arah Kendra dan di saat Nisa sudah menyalami Kendra, bukannya melepaskan tangan Nisa tapi Kendra malah menariknya sehingga Nisa menjadi duduk di pangkuan Kendra.


''Mas, ini kantor...malu nanti kalau ada yang lihat.'' kata Nisa.


''Gak akan ada yang lihat sayang...ini kan ruangan aku.'' jawab Kendra.


''Tapi nanti kalau ada yang masuk gimana?'' tanya Nisa lagi.


Kendra langsung membuka laci meja kerjanya yang paling atas dan mengambil remote serta menekan salah satu tombol yang ada di sana.


''Gak akan ada yang masuk, karena aku sudah mengunci pintunya.'' kata Kendra. ''Jangan bergerak sayang...atau aku akan memakanmu di sini sekarang juga.'' kata Kendra saat merasa beberapa kali Nisa bergerak dalam pangkuannya.


''Kamu sudah membangunkannya sayang...jadi kamu harus tanggung jawab.'' kata Kendra yang merasa alat perangnya sudah siap.


''Aku kan tidak melakukan apa-apa mas.'' kata Nisa.


Tanpa banyak bicara Kendra langsung membungkam mulut Nisa lalu menggendongnya ke kamar pribadi miliknya tanpa melepaskan tautan mereka sedetik pun.


Maka siang ini terjadilah lagi pergulatan panas mereka berdua, yang mana kali ini di lakukan di kantor Kendra bukan di apartemen.

__ADS_1


__ADS_2