
❤️ Happy Reading ❤️
Segala kekhawatiran dan kecemasan seluruh anggota keluarga seakan sirna begitu melihat kehadiran mereka bertiga.
''Ini dia yang di tunggu-tunggu, baru nongol.'' celetuk Leo yang melihat Kevin serta Kendra dan Sifa menapaki anak tangga yang terakhir.
''Maklumlah...'' sahut Kevin lalu berjalan menyalami para sahabatnya bersama Sifa dan Kendra.
''Tumben pakek kacamata Fa?'' tanya Luna. ''Kamu baik-baik sajakan?'' tanyanya lagi sedikit ada rasa curiga.
''Iya aku baik-baik saja kok.'' jawab Sifa. ''Dan ini tadi aku habis ngecek laporan rumah sakit...sebentar, eh gak taunya masih nyangkut, soalnya tadi mas Kevin main tarik tangan aku begitu saja dan bilang kalau kalian sudah pada dateng.'' kata Sifa lagi berusaha menjelaskan sambil memegang gagang kacamatanya namun tetap tak melepasnya.
''Laki bini sama aja gila kerja.'' celetuk Leo.
''Hahaha tau saja.'' timpal Kevin yang malah ikut membenarkan tanpa mengelak.
''Kenapa gak di lepas saja?'' tanya Luna lagi.
''Apa kelihatan jelek?'' tanya balik Sifa yang sebenarnya tau bahwa sahabatnya itu pas curiga padanya.
''Oke sih.'' kata Luna.
''Aku cuma takut aja nanti kalau aku lupa naruh.'' kata Sifa memberi alasan. ''Kamu tau sendirikan kalau ini kacamata kesayanganku.'' imbuhnya lagi agar lebih meyakinkan. '' Eh mau nemuin calon mantu dulu ya...'' kata Sifa lagi untuk menghindari sahabatnya itu.
Luna, Egi juga Sifa sahabatan sudah lama dan bertahun-tahun di tambah lagi dengan intensitas Luna yang hampir bertemu dengan Sifa setiap hari jadi mereka sudah sedikit banyak paham kalau ada di antara mereka ada yang sedang tidak beres...mempunyai masalah atau sedang bersedih, walaupun sebisa mungkin di sembunyikan dan pura-pura baik-baik saja tetap saja bakal ketahuan.
Sifa berusaha berperan sangat apik malam ini...dia sungguh tak menampakkan apa yang terjadi tapi di bersikap baik-baik saja dan terus menebar senyum yang merekah.
Kendra yang sesekali mencuri pandang ke arah sang mommy merasa sangat bersalah.
__ADS_1
''Assalamualaikum.'' sapa Nisa saat Sifa dan Kevin berjalan mendekat kearahnya.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut Sifa dan Kevin.
''Wah sayang...malam ini kamu cantik banget, mommy sampai pangling loh...'' puji Sifa.
''Terimakasih mom...mommy bisa saja.'' kata Nisa. ''Justru mommy yang terlihat sangat cantik.'' pujinya.
''Terimakasih atas pujiannya sayang.'' ucap Sifa. ''Ibu Farida...gimana kabarnya bu'?'' tanya Sifa.
''Alhamdulillah baik bu'.'' jawab ibu Farida. ''Saya tadi sempet pangling loh bu' karena gak biasa-biasanya ibu pakek kacamata.'' ucapnya.
''Lupa nglepas tadi bu'.'' sahut Sifa. ''Oh iya sebelum acara pertunangannya di mulai...ada yang ingin mommy kenalin ke Nisa juga ibu Farida.'' kata Sifa.
Kemudian Sifa melambaikan tangan kanannya arah seseorang.
''Iya Fa.'' kata Nana yang sudah mendekat kearah Sifa.
''Halo sayang aku mama Nana, senang bisa bertemu denganmu dan juga ibu.'' sapa Nana.
''Saya Nisa dan ini ibu Farida, senang juga bisa bertemu dengan an...'' kata Nisa.
''Mama, panggil aku mama.'' potong Nana.
''Iya mama.'' sahut Nisa.
''Ini papa Carlos...suaminya mama, dan itu saudara Kendra tapi bedah ayah namanya Charli dan istrinya Helena.'' kata Nana memperkenalkan seluruh keluarganya. ''Fan dua bocah itu cucu mama namanya Chiki dan Choki.'' sambungnya.
''Mama Nana dan keluarga tinggal di Singapura sayang, jadi kalau baru bisa bertemu hari ini.'' sahut Sifa.
__ADS_1
''Sudah-sudah ngobrolnya nanti lagi...sekarang lebih baik acaranya kita mulai saja biar gak kemaleman.'' potong Kevin karena kalau menunggu mereka selesai berbicara...maka bisa di pastikan bawa acara baru akan dimulai nanti larut malam.
*****
Tibalah acara inti, yaitu pemasangan cincin pertunangan.
''Siapa ni yang akan memasangkan cincin buat Nisa?'' tanya Kemal disela-sela acara.
''Kamu saja Na.'' kata Sifa. ''Kamu ibu kandung Kendra...jadi kamu lebih berhak.'' sambungnya lagi.
''Enggak...bukan aku yang berhak, tapi kamu.'' kata Nana. ''Aku memang ibu kandungnya...aku memang yang melahirkannya, tapi kamulah yang mengurusnya...kamulah yang selalu ada untuknya...kamulah yang memberinya kehidupan...dan kamulah yang memberinya limpahan kasih sayang.'' papar Nana. ''Jadi kamu yang sangat-sangat berhak atas Kendra.'' kata Nana lagi.
Sifa mulai menatap Kevin lalu beralih ke kedua mertuanya dan terakhir ke arah Kendra dan mereka semua menganggukkan kepalanya pada Sifa pertanda setuju.
''Ayo sayang.'' kata Kevin pada Sifa.
''Baiklah.'' sahut Sifa. ''Terimakasih.'' ucapnya pada Nana.
''Itu memang pantas untukmu.'' jawab Nana.
Sifa maju dan berdiri di sebelah ibu Farida, berdiri diantara Kendra dan Nisa yang sedang berhadapan.
Sifa meraih cincin yang di sodorkan oleh Kirana dan dipakaikannya di jari manis Nisa sebelah kiri dan memeluk Nisa serta mengucapkan selamat.
Ibu Farida pun melakukan hal yang sama...meraih cincin yang di berikan oleh Kenan lalu memakaikan di jari manis tangan kiri Kendra serta mengucapkan selat juga.
''Khem...Nisa...ini adalah gelang dari keluarga Wijaya...dulu mommy juga mendapatkan ini dari oma Iren sewaktu mommy bertunangan dengan daddy
'' kata Sifa dengan memegang sebuah gelanggang. ''Ini sekarang mommy serahkan kepadamu...yang berati kamu sudah di terima menjadi bagian dari keluarga Wijaya...jaga baik-baik ya.'' kata Sifa sambil memakainya di pergelangan tangan kiri Nisa.
__ADS_1
''Terimakasih mom.'' ucap Nisa dengan rasa campur aduk...antara sedih, bahagia juga terharu.
''Nisa.'' panggil Nana yang mulai berjalan mendekat.