Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 193


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Tok


Tok


Tok


''Ya.'' seru Nisa dengan suara seraknya.


Tadi Nisa dan Kendra memutuskan untuk tidur siang dengan saling berpelukan, mumpung ayah baby twins masih cuti dari kerja...karena kalau besok-besok pasti hanya akan bisa tidur siang berdua kayak gini kalau akhir pekan saja.


''Mas, lepas.'' kata Nisa.


''Ada apa sih sayang...aku masih ngantuk jadi lebih baik kita tidur lagi saja.'' sahut Kendra dengan mata yang masih terpejam dan malah mengeratkan pelukannya di tubuh sang istri.


''Mas, lepasin dulu...itu ada yang ketuk pintu.'' kata Nisa.


''Biarin aja lah sayang.'' kata Kendra dengan seenaknya.

__ADS_1


''Kalau ini tentang anak-anak gimana...'' kata Nisa.


''Oh iya lupa kalau sudah punya anak.'' sahut Kendra yang langsung membuka matanya dan melepaskan pelukannya.


Begitu lepas, Nisa langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci mukanya sebentar baru setelah itu membuka pintu kamar mereka.


Sedangkan Kendra...jangan di tanya...ayah muda itu masih saja bermalas-malasan di atas tempat tidur.


Cklek


''Maaf nyonya muda.'' kata Tina salah satu pengasuh baby twins.


''Waktunya tuan kecil untuk minum asi nyonya muda.'' jawabnya.


''Oh iya mbak, ini punyaku juga sudah penuh banget rasanya.'' jawab Nisa. ''Sini mbak biar aku bawa masuk ke dalam kamar...mbak Tina dan mbak Siti bisa istirahat dulu.'' kata Nisa sambil meminta kedua bayinya yang berada di sebuah box yang ada rodanya...jadi bisa di dorong kemana-mana.


''Kalau begitu kami permisi nyonya.'' kata Tina dan di angguki oleh Nisa.


Setelah menutup pintu, Nisa membawa kedua putranya mendekat ke arah ranjang yang di mana di sana ada daddy mereka yang sedang terlelap.

__ADS_1


''Ayah...ada kami di sini loh ayah...'' kata Nisa yang menirukan suara anak kecil. ''Ada kami di sini ayah...ayah bangun...'' kata Nisa lagi. ''Ayah...'' panggilnya.


''Emmm...hai ada anak-anak tampan ayah.'' kata Kendra begitu membuka matanya melihat kedua buah hatinya ada di sana. ''Nyariin ayah dan bunda ya...iya...'' sambungnya lagi yang saat ini sudah duduk dan berbicara dengan baby twins.


''Mas...aku ke kamar mandi dulu ya, mau bersihin p******a aku dulu soalnya ini anak-anak sudah waktunya minum asi.'' kata Nisa dna di angguki Kendra. ''Sama ayah dulu ya sayang...'' pamitnya pada baby twins.


Begitu Nisa keluar dari kamar mandi, gantian Kendra yang masuk untuk mencuci wajahnya biar terlihat lebih segar.


Satu per satu anaknya di s**ui oleh Nisa...kadang karena sangking kuatnya sampai membuat Nisa meringis.


''Pelan-pelan dong sayang...gak akan ada yang minta kok...kakakkan sudah tadi.'' kata Nisa yang mengajak berkomunikasi si kecil.


''Hem...dua mainan favoritku sekarang sudah di kuasai mereka berdua.'' celetuk Kendra yang saat ini memangku putra sulungnya dan perkataannya itu membuat Nisa geleng-geleng kepala.


''Gak apa-apa...saat ini sampai dua tahun kedepan kalian boleh menguasainya, tapi setelah itu akan kembali lagi dalam kuasa ayah.'' kata Kendra pada putra-putranya. ''Awww sakit sayang...kok di cubit sih.'' keluh Kendra yang mendapatkan cubitan di lengannya dari Nisa.


''Habisnya kamu kok ngomong kayak gitu sama anak-anak.'' kata Nisa.


''Lihat baru beberapa hari saja kalian terlahir di dunia...bundamu sudah sebegitunya membela kalian...bahkan berani melakukan kdrt sama ayah.'' adunya pada sang putra. ''Jadi kalian berdua harus bantu ayah untuk melindungi bunda kalian.'' sambungnya lagi dan membuat Nisa tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2