
❤️ Happy Reading ❤️
Sore ini Kendra dan Nisa sedang duduk berdua di gazebo taman belakang, sedangkan untuk kedua anak mereka entah sudah di mana saat ini.
Karena paling kecil apalagi di tambah tubuh dan pipi yang gembul seperti bakpao, plus tak pernah rewel di ajak siapa pun kecuali kalau sedang haus atau popok mereka penuh, menjadikan mereka berdua menjadi rebutan seluruh anggota keluarga.
Alhasil ayah dan bundanya bisa punya waktu untuk berduaan.
''Khem...sudah kayak pengantin baru aja.'' celetuk Kenan yang baru saja berada di sana bersama dengan Kirana.
''Ck, iri bilang bos.'' sahut Kendra yang hanya sedikit menolehkan kepalanya yang saat ini berada di pangkuan sang istri.
''Iihh kakak...bikin aku makin kangen nih sama Reyhan.'' kesal Kirana yang melihat sang kakak masih setia berbaring berbantalkan paha Nisa.
__ADS_1
''Apa sih Ra?'' tanya Kendra. ''Gak usah teriak-teriak, kakak juga masih bisa denger kok.'' sambungnya lagi.
''Ya habisnya kakak...mesra-mesraan gak tau tempat dan waktu.'' sungut Kirana.
''Kakak sedari tadi sudah di sini sama kak Nisa, terus kakak juga mesra-mesraannya sama istri sendiri.'' kata Kendra. ''Terus salah kakak dimana coba?'' tanyanya. ''Kalian saja yang tiba-tiba nongol di sini...jadi jangan salahin kami.'' imbuhnya.
''Ya...kami pikir kakak sama kak Nisa...'' sahut Kenan.
''Sudah-sudah...ayo duduk sini Nan, Ra.'' kata Nisa melerai.
''Ish...kalian berdua ini pengganggu tau gak.'' celetuk Kendra sambil mengambil posisi untuk duduk.
''Gimana...sudah siap lahir batin batin untuk memulai kehidupan yang baru?'' tanya Nisa pada kedua calon adik iparnya.
__ADS_1
''Kenan...tanggung jawab yang akan kamu emban akan lebih besar ketika kamu mulai mengucapkan kalimat ijab qobul.'' sambung Kendra. ''Tanggung jawab kedua orang tua Vira atas diri Vira akan beralih saat itu juga.'' imbuhnya lagi.
''He'em, dan ini bukan hanya atas janji kepada sesama manusia melainkan kepada sang pencipta.'' timpal Nisa. ''Karena akad nikah merupakan sebuah ikrar yang sangat luar biasa, dimana langit ikut bergema serta malaikat pun ikut mendoakan.'' imbuhnya lagi.
''Dan menikah juga merupakan penyatuan dua hati dalam satu janji, janji yang akan mengubah segala hal, janji yang mengubah yang haram menjadi halal, janji yang akan mengubah setiap hal menjadi rangkaian ibadah yang sangat luar biasa.'' timpal Kendra. ''Dan kakak harap kamu bisa menjadi kepala keluarga serta imam yang baik dan bertanggung jawab untuk istri dan anak-anak kalian kelak.'' katanya pada Kenan. ''Kamu Kirana...kakak berharap kamu bisa menjadi makmum serta istri dan ibu yang baik untuk suami serta anak-anakmu nanti.'' pesannya pada Kirana.
''Ingatlah bahwa pernikahan bukan hanya tentang aku dan kamu tapi melainkan tentang kita juga tentang kedua belah keluarga.'' imbuh Nisa.
''Baik kak akan kami berdua ingat semua itu.'' sahut Kenan yang di angguki oleh Kirana.
''Hem nanti pasti kangen banget sama si gembul.'' kata Kirana.
''Ya kalau kangenkan tinggal main kesini Ra.'' sahut Nisa. ''Tapi harus dengan ijin suami kamu.'' imbuhnya lagi.
__ADS_1
''Satu lagi...hubungan suami istri harus di landasi dengan saling adanya keterbukaan serta kepercayaan dari dua belah pihak.'' nasehat Kendra. '' Karena banyak kasus perceraian karena mis komunikasi yang terjadi dalam kehidupan berumah tangga.'' imbuhnya lagi dan lagi-lagi di angguki oleh Kenan seta Kirana.