
❤️ Happy Reading ❤️
Setelah mempertimbangkan semaunya dengan matang-matang, akhirnya Kendra mengikuti saran sang daddy untuk bekerja dari rumah dan dia hanya datang ke perusahan atau keluar jika ada meeting penting saja.
Benar kata-kata sang mommy, kali saat-saat seperti ini dirinyalah yang sangat di butuhkan oleh Nisa.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Kak Rio pasti nyari mas Kendra ya?'' tanya Nisa saat menemui pria yang merupakan asisten sang suami bertandang ke rumah.
''Iya benar bu' bos...tau saja.'' jawab Rio.
''Mas Kendra ada di ruang kerjanya.'' kata Nisa memberi tahu keberadaan sang suami. ''Kak Rio langsung ke sana saja.'' kata Nisa lagi.
''Iya bu' bos, terimakasih...saya ke tempat pak bos dulu.'' pamit Rio.
''Mbak, tolong buatin kopi dua dan antar ke ruang kerja mas Kendra ya.'' pinta Nisa begitu Rio berlalu dari hadapannya.
''Baik nyonya muda.'' jawab sang art.
''Terimakasih.'' ucap Nisa. ''O iya kalau mas Kendra atau yang lainnya tanya saya kemana...bilang saja kalau saya ada di gazebo belakang ya mbak.'' sambungnya.
__ADS_1
*****
Nisa yang berada di gazebo sendirian lama kelamaan menjadi mengantuk.
Gazebo belakang adalah tempat yang paling nyaman saat siang hari, karena di kelilingi dengan taman serta berbagai pohon yang rindang seperti pohon mangga, kelengkeng, alpukat, jambu air, jambu kristal, juga ada pohon anggur yang di tanam di sana.
''Hem, tidur ternyata.'' gumam Kendra.
Tadi setelah Rio pergi dan pekerjaannya selesai, Kendra memutuskan untuk mencari keberadaan sang istri.
Kendra lebih memilih untuk ikut merebahkan tubuhnya di sana dari pada membangunkan Nisa yang sedang tidur dengan begitu nyenyaknya.
''Euugh...'' lenguh Nisa yang kemudian mengerjap-ngerjapkan matanya.
''Em sudah bangun bumilku sayang?'' tanya Kendra yang sedang dalam posisi miring menghadap Nisa.
''Mas...'' cicit Nisa. ''Kok disini? memangnya sudah kelar kerjaannya?'' tanyanya beruntun.
''Sudah dari tadi sayang...bahkan aku juga sudah ikut tidur bersama kamu di sini.'' ujar Kendra.
''Kok aku gak tau kalau kamu sudah di sini dari tadi?'' tanyanya.
''Gimana kamu mau tau...orang kamu saja tidurnya sudah seperti putri tidur gitu.'' sahut Kendra dengan di iringi tawa manisnya. ''Masuk yuk...sudah sore.'' ajak Kendra.
__ADS_1
''Jam berapa memangnya mas?'' tanya Nisa.
''Jam setengah lima sore.'' jawab Kendra.
''Ya ampun aku tidurnya lama banget, mama belum sholat ashar.'' kata Nisa.
''Makanya ayo sekarang kita ke kamar terus mandi dan sholat di sana.'' tutur Kendra.
*****
''Mas, boleh gak besok aku pergi sama mommy dan yang lainnya?'' tanya Nisa hati-hati karena takut sang suami marah.
''Mau kemana?'' tanya Kendra.
''Mau ke salah satu panti buat ngasih santunan seperti biasa.'' jawab Nisa. '' Ini merupakan salah satu rangkain kegiatan yayasan mas.'' imbuhnya.
''Boleh.'' jawab Kendra yang sudah membaut wajah Nisa begitu sumringah, sebab selama tau kalau hamil...Nisa sangat jarang sekali keluar rumah. ''Tapi aku ikut.'' sambung Kendra.
''Tapi...'' kata Nisa.
''Aku ikut atau gak usah pergi.'' tegasnya.
''Baiklah.'' cicit Nisa pasrah, dari pada dirinya tak di ijinin pergi...mendingan Kendra yang ikut.
__ADS_1
''Sekarang lebih baik kita tidur.'' kata Kendra. ''Karena aku yakin kalau saat ini anak-anakku pasti sudah ngantuk semua.'' sambungnya dengan mengelus perut Nisa.
'' Iya mas, aku juga sudah ngantuk banget.'' jawab Nisa. ''Entah kenapa sejak hamil...aku itu bawaannya pengen tidur aja kalau lihat ada bantal nganggur.'' sambungnya lagi.