Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 229


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Dua tahun kemudian saat usia si kembar sudah menginjak usia dua tahun setengah terjadi sebuah kehebohan di kediaman utama keluarga Wijaya.


''Sayang...tolong bantu aku kancingkan kancing lengan baju aku.'' seru Kendra dari dalam kamarnya.


''Sayang...'' serunya lagi saat tak mendapatkan sahutan dari istrinya yang sedari tadi sudah berada di dalam ruang ganti mereka untuk mengambilkan jam tangan milik Kendra.


Karena merasa bahwa istrinya sudah terlalu lama di dalam dan di panggil pun tak ada sahutan, Kendra memutuskan untuk melihat dimana keberadaan sang istri.


Cklek


''Sayang...'' panggilnya lagi setelah membuka pintu ruang ganti.


''Ya ampun sayang!'' seru Kendra saat melihat tubuh Nisa tergeletak begitu saja di lantai dekat lemari di mana Kendra menyimpan semua jam tangan serta dasi-dasinya.


Tanpa ba bi bu lagi...Kendra langsung menghampiri sang istri dan membawanya keluar.


Setelah meletakkan Nisa di ranjang, Kendra langsung menekan interkom yang ada di kamarnya.


''Beri tahu mommy, istriku pingsan.'' kata Kendra lalu memutuskan panggilannya begitu saja tanpa mendengarkan jawaban dari kepala pelayan yang ada di sebrang sana.

__ADS_1


Sontak saja, seluruh penghuni rumah langsung panik mendengar berita ini.


Karena pasalnya semenjak menikah dengan Kendra...Nisa tak pernah seperti ini.


Cklek


''Apa yang terjadi kak?'' tanya mommy Sifa yang langsung saja menyelonong masuk kedalam kamar Kendra bersama sang suami.


Tak lupa di tangannya sudah ada stetoskop dan tensimeter untuk mengukur tekanan darah Nisa.


''Gak tau mom...tau-tau sudah pingsan di ruang ganti.'' jawab Kendra dengan jujur, dan jangan lupakan wajah khawatirnya saat ini.


''Sini biar mommy periksa dulu.'' kata mommy Sifa sehingga mau tak mau Kendra menyingkir untuk memberi ruang sang mommy memeriksa istrinya.


''Bagaimana mom?'' tanya Kendra saat sang mommy sudah mulai merapikan peralatannya.


''Semuanya baik-baik saja, hanya tekanan darahnya saja yang sedikit rendah.'' jawab sang mommy. ''Tapi...'' kata mommy Sifa.


''Tapi apa mom?'' tanya Kendra dengan rasa penasarannya.


Mommy Sifa bingung ingin mengatakan hal ini, karena dia tau kalau putranya itu kemarin-kemarin tak menginginkan hal yang akan dia katakan.

__ADS_1


''Jawab mom...'' kata Kendra.


''Huft...kamu harus bawa Nisa ke dokter obgyn.'' jawab mommy Sifa.


''Dok...dokter obgyn...mak...maksudnya apa mom?'' tanya Kendra yang cukup kaget dengan perkataan sang mommy.


''Mommy rasa kamu tau maksud mommy kak.'' sahut mommy Sifa.


''Ni...Nisa ha...hamil mom?'' tanyanya lagi.


''He'em.'' jawab mommy Sifa sambil menganggukkan kepalanya.


''Tapi bagaimana bisa mom...'' lirihnya.


Entah apa yang di rasakannya saat ini...ada rasa sedih, kecewa, takut, khawatir, tapi tak menampik juga ada rasa bahagia di dalamnya.


Semua rasa itu terasa campur aduk saat ini di dalam hati dan pikiran Kendra.


Kaget, tentu saja...karena setaunya istrinya itu di minta untuk melakukan KB agar tak hamil lagi.


Seolah-olah kejadian beberapa tahun silam saat drama kelahiran si kembar, berputar-putar di otaknya, sehingga membuat napasnya memburu tapi air matanya pun ikut menetes.

__ADS_1


''Tenangkan dirimu kak.'' kata daddy Kevin. ''Nisa butuh kamu dan kalau memang perkiraan mommymu benar.'' kata daddy Kevin. ''Ini adalah sebuah anugrah...jadi kita harus menerimanya dengan senang hati.'' imbuhnya lagi namun Kendra hanya diam sambil menatap tubuh sang istri yang terbaring lemah di ranjang.


__ADS_2