
❤️ Happy Reading ❤️
''Jangan di sini...'' ujar Nisa...memang ini bukan malam pertama yang seperti bayangannya...malam pertama yang di lakukan oleh dua orang yang saling mencintai...melakukannya dengan kasih, tapi Nisa tetap ingin melakukan hal yang berkesan walau hanya secuil saja...karena hal ini tak akan bisa terulang lagi.
Kendra menyetujui apa mau Nisa, dia langsung saja mengangkat tubuh langsing itu ala bridal style keluar dari kamar mandi.
Nisa yang terkejut dan tak menyangka Kendra akan melakukan hal itu pun terpekik kaget dan langsung refleks mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.
Di baringkannya di peraduan dengan pelan seolah-olah tubuh Nisa adalah sebuah benda porselen yang mudah pecah.
Kendra mulai merangkak naik ke atas tubuh Nisa dengan bertumpu pada kedua tangannya.
Mulai di k***pinya satu persatu yang ada di bawah kungkungannya.
__ADS_1
Walaupun dalam keadaan terpengaruh oleh obat namun sebisa mungkin Kendra menahan gejolak hasratnya yang kian meledak....dia tetap melakukannya dengan pelan-pelan dan lembut.
Sasaran pertamanya mulai dari memberikan k***pan di kening kemudian turun ke hidung terus ke pipi kanan dan kiri lalu berlabuh di bibir yang kali ini benar-benar sangat menggodanya.
Di k***pinya lalu kemudian lebih ke sedikit memberikan l*****n di sana, karena Nisa sama sekali masih polos maka dia hanya diam saja tanpa membalas, walau sejujurnya ini juga yang pertama untuk Kendra namun iya mengikuti insting serta nalurinya untuk membimbingnya.
Setelah selesai dengan memberikan sedikit l*****n, Kendra berusaha menerobos bibir manis itu dengan l***hnya dan itu berhasil karena dirinya memberikan sedikit gigitan sehingga memberinya akses untuk masuk dengan leluasa...di rasa, bahkan di obrak-abrik hingga tak ada satupun yang lolos dari absennya yang pertama ini.
Setelah puas dirinya kembali menjelajah ke leher yang putih dan jenjang yang sudah sangat menggoda.
Begitu puas, area penjelajahan kembali di teruskan dan entah sejak kapan tubuh Nisa polos terekspos karena hanya mereka berdualah yang tau...berjalan turun terus turun sehingga menampilkan dua bukit kembar yang seolah menantang untuk didaki, sehingga membuat Kendra semakin tergiur.
Mulai di dekatkannya organ yang kalau berucap sepedas cabe rawit itu, dia mulai mengikuti iklan roti oreo dengan kata-kata yang sedikit di rubah, di r***s, di j***t kemudian di s***p.
__ADS_1
Kendra melakukannya secara bergantian dan cukup lama dengan tangan yang dari tadi juga sibuk bergerilya kemana-mana sehingga empunya sudah mulai merasa menikmati segala sentuhan yang di berikan.
Daerah jajahan pun di perluas semakin turun turun hingga sampailah di sebuah lembah kenikmatan dan bermain-main sebentar disana yang bertujuan untuk menaklukkannya.
C****uan demi c****n yang di lakukan sang penjajah benar-benar membuat Nisa terseret kedalam arus sedalam-dalamnya.
Melihat Nisa yang sudah tak berdaya membuat si pemegang kendali kembali mendaki lagi ke atas dan melabuhkan kembali k*****nnya.
''Kamu yakin akan melakukan ini?'' tanya Kendra sekali lagi dan Nisa menganggukkan kepalanya pertanda ia mengiyakan apa yang di tanyakan oleh Kendra. ''Kamu boleh menggigitku...mencakarku...karena setelah aku memulainya, apapun yang akan terjadi aku tak akan pernah berhenti.'' sambungnya lagi dan lagi-lagi di angguki Nisa.
Dibisikkannya sebuah kalimat yang Nisa ketahui apa itu membuat hatinya manjadi lebih tenang...ya Kendra tak lupa membisikan sebuah do'a walaupun sudah diliputi dengan hawa nafsu.
Kendra memulai melesatkan apa yang sudah memberontak serta meronta-ronta sedari tadi.
__ADS_1
Dengan beberapa kali percobaan akhirnya bisa melesat hingga sempurna ke target yang telah di tentukan meskipun dirinya harus merasa perih di bahunya akibat sebuah cengkraman di sana, walaupun bukan kuku yang panjang namun karena terlalu kencang jadi terasa juga sakitnya namun itu semua tak sebanding dengan apa yang dirinya dapatkan.