
❤️ Happy Reading ❤️
''Rio, aku mau kamu cari tahu siapa yang
sudah berusaha menjebak aku semalam.'' perintah Kendra pada Rio saat dirinya Diah sampai di perusahan.
''Ehm baik pak bos.'' sahut Rio.
''Dan aku mau kamu menyelidiki tentang Clara dan sahabatnya itu, karena aku curiga pada mereka.'' kata Kendra lagi.
''Iya pak bos.'' sahut Rio lagi.
''Eh tunggu dulu aku mau nanya karena aku masih penasaran kok kamu bisa ada disini, bukannya kau meminta kamu untuk menggantikan tugasku di perusahaan pusat.'' kata Kendra mengutarakan rasa penasarannya.
''Itu pak bos sebenarnya bos besar yang menyuruhku kemari ketika tau kalau pak bisa akan menghadiri acara tuan Simon.'' jawab Rio. ''Dan yang menghandle perusahaan saat ini juga pak bos besar.'' sambungnya.
''Ck, Daddy.'' decak Kendra.
Dia tau kalau daddynya itu gak bakal ngebiarin anggota keluarganya pergi tanpa pengawasan termasuk mommy dan kedua adiknya bahkan sang tuan besar Wijaya sekalipun.
''Bos.'' panggil Rio ketika Kendra sudah mulai membuka berkas yang ada di depannya.
''Hem.'' sahut Kendra.
''Semalam gimana rasanya bos? kuat berapa ronde?'' tanya Rio tanpa ada takutnya.
''Rio, kalau kamu sudah tidak ada yang mau di bicarakan lagi, silahkan pergi dan kerjakan tugas kamu.'' kata Kendra.
''Jawab dulu dong bos.'' kata Rio lagi.
''Mau gajimu aku potong.'' seru Kendra dalam mode menyeramkan.
__ADS_1
''Gak ampun boa gak usah di jawab, aku pergi.'' sahut Rio dengan cepat sambil melangkah pergi.
''Awas bos nanti ketagihan.'' seru Rio lagi sambil menyembulkan kepalanya dari pintu.
''Dasar asisten kurang ajar.'' geram Kendra dan hampir saja melemparkan bolpoin yang di pegangnya kalau sang asisten itu tak buru-buru menutup pintunya kembali.
Kerena ucapan Rio barusan membuat Kendra mengingat potongan-potongan puzzle kejadian tadi malam yang membuatnya pertama kali menjamah seorang wanita...wanita halalnya...wanita yang sekarang menjadi istrinya...wanita yang sudah di acuhkannya selama mereka menikah...
Masih terngiang dengan jelas bagai mana ******* tiap ******* manja yang keluar dari bibir manis wanita yang ada di bawah kungkungannya...di bawah kuasanya sampai tak berdaya.
''Apa dia baik-baik saja?'' gumam Kendra yang jadi memikirkan keadaan Nisa.
Kendra kemudian berusaha kembali memfokuskan pikiran serta konsentrasinya agar segala pekerjaannya ini cepat selesai sehingga dia cepat pulang ke hotel dan melihat wanita yang saat ini sudah sangat mengganggu pikirannya.
*****
Tok
Tok
Tok
Cklek
''Bagaimana?'' tanya Kendra.
''Benar dugaan bos, Clara serta temannyalah yang ingin berusaha menjebak bos dengan meminta bantuan seorang pelayan yang mereka beri imbalan.'' jawab Rio.
''Beri mereka pelajaran Yo.'' perintah Kendra.
''Sayangnya sudah keduluan dengan bos besar bos.'' sahut Rio dengan santai.
__ADS_1
''Ck, lagi-lagi daddy.'' kata Kendra. ''Ginama kerjaan?'' tanya Kendra.
''Sudah beres semuanya bos, dan keadaan perusahaan sudah baik-baik saja.'' jawab Rio.
''Bagus.'' sahut Kendra. ''Kamu bisa pulang besok dan libur satu hari.'' kata Kendra lagi.
''Bos gak pulang?'' tanya Rio.
''Gak, soalnya mau mampir dulu ke mension mama Nana selama dua hari.'' jawabnya. ''Bisa ngamuk mommy kalau sampai aku gak mampir kesana.'' sambungnya.
''Baik bos, kalau begitu saya pamit dan sampai ketemu lagi di negara kita tercinta.'' pamit Rio.
Setelah kepergian Rio, Kendra juga memutuskan untuk pulang karena pekerjaannya telah selesai tapi sebelum itu dia menemui penanggung jawab perusahan Wijaya yang ada di sana.
Sedangkan di tempat lain ada Kevin yang memerintahkan para anak buahnya yang sudah menangkap Clara bersama temannya untuk memberikan mereka pelajaran yang tak akan pernah bisa mereka lupakan termasuk pada pelayan yang membantu mereka.
Kevin benar-benar sangat geram pada wanita yang merupakan mantan kekasih putranya itu, untung saja mereka putus kalau tidak Kevin pasti akan sangat menyesal karena telah membiarkan ular berbisa masuk dalam keluarga besarnya.
*****
Cklek
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.'' sahut Nisa yang sedang duduk santai sambil menonton televisi.
Nisa kemudian berdiri dan menghampiri suaminya untuk menyalaminya dengan takzim.
''Aku siapin air hangat dulu untuk mas mandi.'' kata Nisa, padahal sebenarnya dia sangat merasakan canggung setelah kejadian panas semalam.
''Apa masih sakit?'' tanya Kendra tiba-tiba.
__ADS_1