
❤️ Happy Reading ❤️
Nisa yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Singapura...begitu takjub dan tercengang dengan keindahan bandara Changi airport.
Apalagi saat dirinya melangkah bersama suami, dia melihat air terjun di Jewel Changi airport yang berada di tengah airport tersebut, lebih tepatnya berada di terminal satu airport tersebut.
Air terjun yang merupakan air terjun tertinggi di dunia dengan tinggi air sekitar 40 meter dan yang membuatnya menjadi lebih indah lagi karena di kelilingi oleh taman serta hutan buatan yang sangat cantik.
''Namanya HSBC Rain Vortex.'' kata Kendra tiba-tiba yang melihat arah pandangan wanita yang berstatus istrinya itu.
''Hah.'' beo Nisa sambil mengalihkan pandangannya menoleh ke arah sang suami.
''Air terjun itu, namanya HSBC Rain Vortex.'' ulangnya.
''Indah...sangat indah.'' gumam Nisa begitu kembali melihat ke arah air terjun.
Air yang mengalir dari puncak kubah kaca dan jatuh dengan sangat indah ke dasar basement serta pantulan dari kaca yang menambah kesan eksotis dan dramatisnya.
__ADS_1
''Besok kalau kita pulang, kamu akan melihat yang lebih indah dari ini.'' kata Kendra lagi.
''Maksudnya?'' tanya Nisa tak mengerti.
''Besok kalau kita pulang, kita akan berangkat malam dari sini jadi agar kamu bisa melihat air terjun itu saat malam hari.'' jawab Kendra. ''Kamu akan melihat keindahannya.'' sambungnya. ''Karena jika malam hari maka air yang ada di air terjun ini akan berubah menjadi pertunjukan virtual yang cantik dengan beragam pola warna dan juga di iringi oleh musik yang menambah kemewahan air terjun ini.'' paparnya dengan mata yang masih menatap ke arah air terjun sama seperti Nisa.
''Benarkah?'' tanya Nisa yang sudah sangat penasaran dengan apa yang di katakan sang suami.
''He'em.'' sahut Kendra lalu mengotak-atik ponselnya sebentar. ''Lihatlah...'' kata Kendra sambil menyodorkan ponselnya.
''Sudah puas lihat air terjunnya?'' tanya Kendra.
''Iya.'' sahut Nisa.
''Ayo.'' ajaknya keluar dari dalam airport.
*****
__ADS_1
Begitu keluar, mereka berdua sudah di sambut oleh seseorang yang di yakini Nisa bahwa orang itu adalah salah satu pegawai dari Kendra.
''Aku harus langsung ke perusahaan, jadi nanti kamu ke hotel sendiri...gak apa-apakan?'' tanya Kendra dengan pandangan serta tangan yang sibuk dengan iPad miliknya.
''Aku ikut ke perusahaan saja mas.'' sahut Nisa.
''Kenapa?'' tanya Kendra yang langsung menoleh ke arah Nisa. ''Kamu bisa langsung istirahat dan lagi pula aku akan sangat sibuk.'' kata Kendra lagi.
''Gak apa-apa mas, aku ikut kamu saja...lagian tadi juga aku sudah banyak istirahat ketika di pesawat.'' sahut Nisa.
''Yakin kamu mau ikut aku? yakin kamu gak akan bosan nantinya?'' tanya Kendra beruntun untuk memastikan keputusan istrinya itu.
''Iya aku yakin mas.'' jawab Nisa. ''Dari pada aku di hotel sendirian.'' sambungnya.
''Ya inilah resikonya kalau kamu ikut aku dalam rangka kerja bukan liburan.'' kata Kendra yang secara langsung memberi tahu bertapa sibuknya dia.
''Gak apa-apa mas, aku coba pahami juga mengerti dengan semua ini...karena aku menikah bukan dengan orang biasa saja melainkan dengan seorang pengusaha yang dimana di tangan serta pundaknya memikul banyak beban, sebab banyak kehidupan yang bergantung padanya.'' sahut Nisa dengan bijak. ''Dan aku gak boleh bersikap egois.'' sambungnya lagi.
''Baiklah terserah kamu saja.'' kata Kendra lalu kembali memeriksa pekerjaannya lagi.
__ADS_1
Tapi di dalam hati serta pikiran Kendra terselip rasa syukur karena memiliki istri yang tak banyak menuntut serta pengertian seperti Nisa.