Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 136


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Di sekolah Nisa langsung mendapatkan tatapan yang tak biasa dari Lia, tapi Nisa tak mau ambil pusing dan terkesan lebih bodo amat toh mereka berdua juga tak begitu akrab hanya sebatas kenal saja karena sama-sama mengajar di ruang lingkup sekolah yang sama.


Hari ini Nisa di jemput oleh sang ipar, Kirana.


Mereka berdua rencananya akan langsung pergi ke butik mami Kania untuk fitting baju yang akan merek kenakan nanti saat acara syukuran serah terima jabatan Kendra.


''Hai kak.'' sapa Kirana yang sudah berada di ambang pintu ruangan para guru.


''Kirana.'' sahut Nisa. ''Sini.'' panggilnya.


Kirana lalu berjalan menghampiri sang kakak ipar dan tak lupa dirinya menyapa dengan ramah para staf pengajar yang lain yang ada di sana.


''Duduk.'' kata Nisa mempersilahkan.


''Terimakasih kak.'' ucap Kirana lalu duduk di kursi tepat di depan meja Nisa. ''Kak, kok kakak gak minta ruangan yang sendiri saja sih sama kak kendra.'' kata Kirana yang mulai ngedumel.


''Ya mana mungkin dek, kakak kan hanya staf biasa...staf pengajar.'' jawab Nisa.

__ADS_1


''Tapikan kakak itu menantu pemilik yayasan yang sebentar lagi suami kakak tu yang akan berkuasa.'' kata Kirana.


''Bersikap secara profesional saja.'' kata Nisa lagi. ''Lagian kakak juga gak mau kalau terlalu di istimewakan.'' sambungnya.


''Pasti belum siap dengerin mulut-mulut yang nyinyir ya...'' tebak Kirana.


''Nah itu kamu tau.'' sahut Nisa sambil terkekeh.


''Ck, jam kerja kok malah enak-enakan ngobrol...bawa-bawa orang luar masuk ke ruangan lagi.'' nyinyir Lia yang baru masuk dari selesai mengajar.


''Itu mu...'' sahut Kirana dengan hendak berdiri dari duduknya namun tangannya lebih dulu di cekal olah Nisa.


''Maaf ibu, kalau saya sudah membawa orang luar masuk ke ruangan staf tapi dia adalah adik saya dan maaf juga kelas saya sudah selesai jadi walaupun saya mengobrol itu tidak mengganggu jam mengejar saya.'' kata Nisa dengan sangat sopan. ''Dan terimakasih atas kepedulian anda.'' sindir Nisa.


Di akhir kalimat Nisa ternyata bertepatan dengan jam pulang sekolah, jadi Kirana bergegas mengajak sang kakak ipar segera keluar dari sana, karena Kirana sudah geram dengan teman satu profesi Nisa itu dan lama-lama di situ takut membuat Kirana lepas kendali.


''Mulutnya kayak pengen di kasih cabe sekilo.'' gerutu Kirana.


''Sudahlah dek, jangan marah-marah gitu.'' kata Nisa. ''Kita langsung kebutik?'' tanyanya.

__ADS_1


''Iya kak, mommy sama mami sudah nunggu di sana sedangkan kak Kendra, daddy, kak Kenan nanti juga bakal nyusul.'' jawab Kirana. ''Kak, kakak itu jangan terlalu lemah...kakak itu harus tegas apalagi sebentar lagi kak Kendra akan menjadi CEO resmi yang membawahi kerajaan bisnis keluarga Wijaya.'' kata Kirana.


''Kak tau situasi kok dek, kapan kakak harus tegas dan kapan kakak harus mengambil sikap...jadi kamu tenang saja dan terimakasih sarannya.'' ucap Nisa.


*****


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Tuh mereka datang.'' kata Sifa.


''Maaf ya mom, mam, jadi nunggu lama.'' kata Nisa sambil menyalami kedua wanita yang ada di sana.


''Gak apa-apa kok lagian Kendra sama daddy dan Kenan juga belum datang.'' sahut Kania.


''Kak Nisa...kak Kirana.'' seru Chika anak dari Kania yang saat ini ikut memegang butik sang mami.


''Hai Chik.'' sapa Nisa dan Kirana.

__ADS_1


Mereka akhirnya mulai mencoba pakaian yang akan mereka kenakan nantinya.


__ADS_2