
❤️ Happy Reading ❤️
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
Nana dan keluarga yang di jemput olah kenan tiba di kediaman Wijaya.
Mereka pun beramah tamah sebentar untuk sekedar berbasa-basi menanyakan kabar.
''Hai cucu-cucunya grandmom.'' sapa Sifa pada Chiki juga Choki. ''Gimana tadi di perjalanannya...bosen gak?'' tanya Sifa karena ini adalah kali pertama kedua cucu Nana ke Indonesia.
''Acik grandmom.'' jawab Chiki.
Mereka sering berkomunikasi lewat vc atau kalau Kevin dan Sifa ke Singapura mereka pasti singgah ke rumah Nana.
Nana dan keluarganya tinggal dan menetap di sana karena kebetulan bisnis dari suami Nana juga ada di sana.
''Wah lupa ni sama granddy.'' kata Kevin yang baru turun dari lantai atas.
Chiki dan Choki pun langsung menghampiri Kevin dan menyalaminya.
Sifa dan Kevin di panggil grandmom dan granddy yaitu grand mommy dan grand daddy, sedangkan grandma dan grandpa adalah panggilan untuk Nana dan Carlos.
''Mereka sudah berapa tahun sih?'' tanya Kania. ''Lucu-lucu banget...gemesin.'' ujarnya.
''Lima sama tiga tahun tante.'' jawab Helena.
__ADS_1
''Kalian pasti capek, jadi istirahat dulu ya.'' kata Sifa. ''Kasihan juga sama anak-anak.'' sambungnya lagi.
''Gak apa-apa kok, kami bisa bantu-bantu.'' kata Nana yang tak enak hati.
''Bantu apa?'' kata Sifa. ''Semuanya sudah beres jadi kalian istirahat saja ya.'' katanya lagi. ''Kami semua juga ingin beristirahat.'' sambungnya lagi karena memang semuanya sudah beres.
*****
Sudah hampir pukul setengah delapan tapi Kendra sana sekali belum menampakkan batang hidungnya di rumah, sedangkan acara akan diadakan pukul delapan malam.
''Kamu sudah hubungi dia belum sih mas?'' tanya Sifa dengan sedikit kesal.
''Aku sudah hubungi berkali-kali namun ponselnya ga aktif.'' jawab Kevin yang membuat semua orang menjadi cemas dan kesal.
''Kemana sih tu anak...bikin kesel aja.'' kata Sifa sambil jalan mondar-mandir dari tadi.
''Kita tunggu bentar lagi mom, paling kena macet.'' kata Kevin berusaha menenangkan sang istri. ''Mommy duduk dulu...nanti kecapekan loh.'' peringat Kevin dan Sifa pun menurutinya.
Bukan hanya Sifa dan Kevin yang cemas juga kesel tapi seluruh anggota keluarga pun begitu.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Dari mana saja kamu?'' tanya Sifa yang langsung berdiri dari duduknya untuk menghampiri seseorang yang baru saja datang.
''Dari kantor mom.'' jawab Kendra.
__ADS_1
''Kamu ini bener-bener mau bikin marah ya Ken?'' tanya Sifa dengan geram. ''Hari ini kamu mau kerja...oke mommy ijinin, kamu gak bisa jemput mama kamu karena ada meeting...oke mommy ngertiin, tapi kamu sudah mommy bilang jangan pulang malam-malam, bahkan kedua adek kamu saja sudah ada di rumah dari tadi...tapi kamu yang mau tunangan malah baru pulang.'' kata Sifa dengan masih menahan amarahnya.
''Maaf mom tadi kerjaan lagi...'' kata Kendra mencoba memberi alasan.
''Kerjaan gak akan ada habisnya Ken.'' potong Sifa. ''Sekarang mommy tanya ke kamu....aku kami apa sebenarnya hah?'' tanya Sifa namun Kendra hanya diam saja. '' Jawab Ken!'' bentaknya. ''Kamu mau menguji kesabaran mommy...iya...begitu Ken?'' kata Sifa lagi yang kali ini dengan nafas yang sudah memburu karena amarahnya mulai keluar. ''Sudah berapa kali kamu berulah beberapa hari ini Ken?'' tanyanya lagi.
''Maaf mom.'' kata itu yang hanya mampu Kendra ucapkan pada sang mommy.
''Maaf...buat apa?'' tanya Sifa. ''Kalau kamu gak mau pertunangan ini...ya sudah gak apa-apa...kita batalkan saja sekarang juga.'' kata Sifa yang membuat semua orang tersentak kaget, untung saja sahabatnya dan sahabat Kevin serta rombongan dari Nisa belum ada yang datang.
''Mom.'' panggil Kevin.
''Fa.'' panggil mama Iren sambil menggelengkan kepalanya pertanda tak setuju jika di batalkan.
''Mungkin itu yang kamu harapkan Ken.'' kata Sifa lagi. ''Tapi setelah ini kamu tak akan ketemu dengan mommy lagi...hiduplah dengan masa lalu kamu itu.'' kata Sifa lalu bermaksud untuk membalikkan badannya dan akan melangkah pergi.
''Mom.'' lirih Kendra yang memegang tangan sang mommy yang sudah mengeluarkan air matanya dan itu membuat hati Kendra sakit.
''Aku minta maaf mom, jangan tinggalin Kendra...jangan batalkan pertunangan ini.'' ucapnya dengan sedih. ''Kendra mohon maafin Kendra mom.'' ucapnya lagi dengan berlutut di depan sang mommy namun Sifa masih diam seribu bahasa dan malah pergi menuju ke lantai atas dimana kamarnya berada.
''Sudah Ken, sekarang lebih baik kamu mandi dan bersiap.'' kata ayah Harun.
''Tapi kek...mommy...'' lirih Kendra.
''Biarkan dulu mommymu...yang penting kamu jangan membuatnya kecewa lagi.'' sahut ayah Harun lagi.
''Tunggu mommymu tenang dulu kak, nanti kamu baru bicara lagi padanya.'' kata Kevin yang kemudian pergi menyusul sang istri.
__ADS_1
''Benar kata daddymu...ayo kamu harus bersiap.'' kata ibu Dewi.
Kendra pun berjalan dengan lesu menuju kamarnya.