Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 45


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Khem...maaf...emmm...ada apa ya?'' tanya Nisa.


''Mama mau jalan-jalan dan minta kita buat temenin.'' jawab Kendra yang seakan mengerti akan maksud pertanyaan Nisa.


Setelah itu tak ada lagi pembicaraan antara kedua anak manusia itu, sehingga hanya keheninganlah yang menemani perjalan mereka sampai kekediaman keluarga Wijaya.


Begitu sampai Kendra langsung saja turun dari mobil tanpa basa-basi sedikitpun pada Nisa yang membuat gadis itu sedikit mendengus kesal.


''Dasar es balok.'' umpatnya lalu ikut turun dan menyusul langkah Kendra.


*****


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Oma, opa mana bik?'' tanya Kendra yang melihat keadaan rumah sepi.


''Tuan dan nyonya besar ada di teras belakang tuan muda, sama nyonya Nana serta tuan Carlos.'' jawab sang art.


''Oh, terimakasih bik.'' ucap Kendra lalu melangkah menuju ke arah belakang. ''Ayo.'' ajak Kendra begitu melihat ke arah Nisa yang masih diam di tempat.


''Oh...iya.'' sahut Nisa.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''

__ADS_1


''Nah tu anaknya sudah pulang.'' kata mama Iren.


Kendra dan Nisa menyalami secara takzim semua yang ada di sana.


''Maaf ya Nisa, kalau mama ngajaknya mendadak.'' ucap Nana saat Nisa sudah duduk. ''Soalnya besok pagi kami sudah harus pulang.'' sambungnya lagi.


''Gak apa-apa kok ma, lagian Nisa juga lagi gak ada acara.'' sahut Nisa.


''Ya sudah sana kalian jalan...'' kata mama Iren.


''Eh nanti dulu...Kendra ganti baju bentar.'' kata Kendra.


''Eh iya ya...masak mau pergi jalan-jalan pakek pakaian formal gitu.'' kata mama Iren lagi. ''Nisa kamu gak mau ganti?'' tanya mama Iren.


''Apa ada yang salah sama pakaian aku oma?'' tanya Nisa. ''Lagian aku juga gak ada baju ganti oma.'' sambungnya lagi.


Sebenernya gak ada yang salah dengan pakaian Nisa, cuma kelihatan semua formal saja...celana panjang bahan, dengan kemeja dan pakai blazer.


*****


''Nisa, bisa kamu ikut Oma sebentar?'' tanya oma Iren yang entah mau mengajak Nisa pergi kemana.


''Iya oma.'' jawab Nisa.


Mama Iren langsung berjalan dan meraih tangan Nisa agar berjalan di sampingnya.


Cklek


''Kamu tunggu di sini bentar.'' kata mama Iren setelah membukakan pintu salah satu kamar tamu untuk Nisa.

__ADS_1


''Baik Oma.'' jawab Nisa.


Setelah beberapa saat mama Iren...dia kembali lagi sambil menenteng sesuatu di tangannya.


Cklek


''Oma.'' panggil Nisa yang dari tadi sangat gelisah karena di tinggal seorang diri.


''Kamu coba pakai ini ya...'' kata mama Iren dengan lembut dan oh jangan dilupakan dengan senyum manis yang tercetak di wajah yang masih cantik itu meskipun usianya yang sudah tak muda lagi.


''Ini pakaian siapa oma?'' tanya Nisa.


''Ini pakaian Kirana, tapi semuanya masih baru kok.'' jawab mama Iren.''Ini lihat saja masih ada lebelnya.'' katanya lagi.


''Tapi Oma...''kata Nisa yang merasa tak enak dengan Kirana terlebih lagi itu adalah pakaian baru.


''Gak apa-apa, tadi Oma sudah hubungi dia kok dan dia yang minta buat ngasih yang ini ke kamu.'' kata mama Iren meyakinkan. ''Sudah sana kamu ganti baju dulu...takutnya nanti yang lain sudah pada nunggu.'' kata mama Iren.


''I iya Oma.'' jawab Nisa.


Kendra yang memakai celana jeans panjang dengan warna biru...di tambah lagi dengan kaos yang seperti sweater warna mustard semakin membuatnya terlihat tampang tampan.


''Nah itu Nisa.'' kata mama Iren yang melihat kehadiran Nisa.


''Loh kok bisa samaan? ''tanya Nana pada Nisa dan Kendra.


Nisa memakai warna yang sama dengan kendra dan tampilan mereka pun hampir sama...celana jeans dengan sweater warna mustard.


''Ini...'' kata Nisa berusaha menjelaskan.

__ADS_1


''Sudah-sudah...sana kalian cepat berangkat...biar gak kesorean jalannya.'' kata mama Iren.


''Ya sudah tante, kalau gitu kami pamit.'' kata Nana.


__ADS_2