
❤️ Happy Reading ❤️
Keadaan terus berlanjut sampai dua hari kedepan dan itu membuat Sifa sangat geram mendengarnya.
Ya apa sih yang gak tuan dan nyonya besar Wijaya tau kalau tentang masalah anak-anaknya.
Karena untuk melindungi seluruh anggota keluarganya, Kevin memang sengaja memerintahkan anak buahnya untuk berjaga-jaga dan melaporkan semua kegiatan anak-anaknya.
''Maunya anak kamu itu sebenarnya apa sih dad.'' kata Sifa yang merupakan sebuah pertanyaan tapi bernada lebih mirip dengan seruan karena sangking keselnya.
''Ya mana daddy tau mom.'' sahut Kevin.
''Dasar anak sama daddy sama-sama menyebalkan.'' kata Sifa lalu keluar dari ruang kerja sang suami.
''Lah kok jadi aku yang di salahin.'' gumam Kevin. ''Dasar tuh anak satu bikin perkara terus sama mommynya.'' gerutu Kevin.
Sedangkan Sifa yang sudah berada di kamarnya berusaha untuk menghubungi sang menantu pilihannya.
Setelah beberapa kali panggilan telpon di lakukan barulah panggilan tersambung.
📱''Halo, assalamualaikum mom.'' sapa Nisa begitu tau siapa yang menghubunginya.
__ADS_1
📱''Wa'alaikumsalam sayang.'' sahut Sifa. ''Kamu lagi ngapain sayang?'' tanya Sifa.
📱''Aku gak ngapa-ngapain mom, dan maaf mom tadi aku lagi di kamar mandi.'' kata Nisa yang merasa tak enak karena telah membuat sang mertua harus menghubunginya berkali-kali.
📱''Iya gak apa-apa sayang.'' sahut Sifa. ''Apa kamu lagi sama Kendra?'' tanya Sifa.
📱''Em itu mas Kendra belum pulang mom, mungkin sebentar lagi.'' kata Nisa.
📱''Apa Kendra selalu meninggalkanmu sendirian selama di sana sayang? Apa Kendra mengacuhkanmu karena alasan pekerjaan?'' berondong Sifa.
📱''Enggak kok mom.'' jawab Nisa.
📱''Mom...'' ucap Nisa.
📱''Yang gak mommy dan daddy tau apa yang membuatmu tiba-tiba sakit setelah Kendra menjemputmu, sebab cuma segala aktivitas kalian di apartemen karena kami tak mau melanggar privasi kalian.'' papar Sifa.
📱''Kok mom...'' kata Nisa.
📱''Kok mommy bisa tau semuanya...itu yang mau kamu tanyakan?'' potong Sifa.
📱''Iya.'' cicit Sifa.
__ADS_1
📱''Itu gak perlu kita bahas sekarang.'' kata Sifa. ''Mommy mau tanya sama kamu dan mommy harap kamu mau menjawabnya dengan jujur.'' kata Sifa lagi. ''Apa kamu sudah memiliki rasa cinta sama putra mommy?'' tanya Sifa. ''Jawab jujur sayang dan mommy tak akan marah apapun jawabanmu.'' kata Sifa lagi.
📱''Jujur iya mom, dan entah rasa itu kapan muncul...mungkin saat mas Kendra mengucapkan ijab qobul waktu itu...rasa itu sudah mulai ada.'' lirih Nisa.
📱''Bagus.'' sahut Sifa. ''Sekarang apa kamu mau ikutin saran mommy agar rasa cinta itu juga lama-lama...sedikit demi sedikit muncul juga di hati Kendra untukmu?'' tanya Sifa dengan sangat serius.
📱''Iya tentu saja mom.'' jawab Nisa. ''Tapi bagaimana caranya mom...aku sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk mas Kendra...melakukan segala tugas serta kewajibanku sebagai seorang istri, tapi masih saja mas Kendra acuh padaku walaupun setelah kejadian waktu itu.'' ceritanya.
📱''Kalau menurut mommy sebenarnya Kendra sudah ada rasa padamu walau cuma sedikit dan dia belum bisa menyadari akan hal itu.'' kata Sifa lalu memberikan bagaimana caranya agar Kendra dapat tergoda oleh pesona Nisa.
📱''Tapi apa gak kelihatan seperti wanita penggoda...dan wanita nakal mom?'' tanya Nisa lagi.
📱''Kamu istrinya dan sah-sah saja kalau kamu menggoda suamimu sendiri, di luaran sana banyak wanita yang menggoda suami orang lain saja gak malu kok.'' kata Sifa meyakinkan.
📱''Baiklah mom akan aku coba malam ini.'' kata Nisa dengan pasrah.
📱''Semangat sayang dan selamat berjuang...mommy tunggu kabar baiknya.'' kata Sifa. ''Assalamualaikum.''
📱''Terimakasih mom...wa'alaikumsalam.'' ucap Nisa.
Sifa lebih memilih untuk memberi saran menatunya dari pada dirinya meminta orang untuk memberi Kendra obat perangsang, karena Sifa ingin anaknya itu melakukannya secara sadar bukan karena pengaruh obat lacnut.
__ADS_1