
❤️ Happy Reading ❤️
Kini dua wanita kesayangan kedua penguasa beda generasi keluarga Wijaya sudah berada di kediaman keluarga Wijaya setelah sebelumnya mereka mampir untuk makan siang berdua di salah satu restoran milik keluarga Wijaya.
''Kamu langsung istirahat di kamar saja.'' kata Sifa begitu baru sampai.
''Iya mom.'' jawab Nisa.
Tapi bukan Nisa namanya yang hanya bisa berdiam diri saja, setelah istirahat beberapa saat dan waktu sudah menunjukkan sore hari, Nisa keluar dari kamarnya dan berniat untuk menyiapkan makan malam seperti biasa yang ia lakukan.
''Mom.'' panggil Nisa saat sampai di dapur ternyata ibu mertuanya sudah berada di sana.
''Eh iy sayang.'' jawab Sifa. ''Kok kamu kesini? apa ada sesuatu yang kamu inginkan?'' tanyanya beruntun namun Nisa menggelengkan kepalanya.
''Enggak mom, aku kesini mau bantuin masak makan malam.'' jawab Nisa.
''Eh gak usah sayang...ke kamar saja , biar mommy yang masak.'' kata Sifa. ''Ingat kata dokter kamu gak boleh kelelahan.''peringatnya seperti parno sendiri padahal dirinya juga pernah hamil dan dokter pula.
''Gak akan bikin aku capek mom.'' sahut Nisa. ''Aku bosen di kalau cuma di kamar.'' sambungnya lagi.
''Oke, kamu boleh di sini tapi hanya duduk dan melihat.'' kata Sifa. ''Kalau kamu gak mau, mommy gak ijinin kamu di sini.'' sambung Sifa saat Nisa ingin mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
''Baiklah mom.'' pasrahnya dari pada jenuh di kamar sendiri.
''Kalau kira-kira ada bau yang membuatmu gak enak, kamu langsung pergi saja dan jangan di tahan.'' kata Sifa lagi.
''Iya mommy.'' sahut Nisa yang merasa geli sekaligus bahagian di perhatikan seperti itu oleh mertuanya.
*****
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Tuh suami kamu sudah pulang, urusin dulu gih sebelum merengek gak jelas.'' kata Sifa yang di sertai kekehan.
Baru juga muncul tapi sudah ada sambutan dari sang suami.
''Sayang.'' panggilnya sambil merentangkan kedua tangannya minta untuk di peluk oleh sang istri dan itu membuat Nisa sedikit terkikik geli namun tetap maju dan memeluk sang suami. ''Dari mana hem?'' tanya Kendra saat sang istri sudah dalam dekapan.
''Dari dapur.'' jawab Nisa.
''Mommy dan yang lainnya dimana? kok sepi?'' tanya Kendra setelah matanya melihat sekeliling.
__ADS_1
''Mommy ada di dalam, kalau daddy pergi sama opa juga oma ke rumah bunda tapi sebelum makan malam mereka juga sudah pulang dan Kenan sama Kirana belum pulang kerja.'' jawab Nisa.
''Ya sudah kamu di sini dulu sebentar, aku mau menyapa mommy dulu.'' kata Kendra yang sudah mengurai pelukannya. ''Jangan kemana-mana.'' peringatnya.
''Iya.'' sahut Nisa.
Seperti biasa keluarga ini melakukan ibadah sholat magrib dan isya berjamaah dengan para pegawainya yang ada di rumah, baru setelah itu mereka akan makan malam bersama yang kali ini dengan formasi lengkap karena Kendra dan Nisa masih berada di sana.
''Wah enak-enak nih.'' seru Kenan saat melihat menu yang tersaji di meja makan.
''Banyak banget mom?'' tanya Kirana.
''Apa ada sesuatu?'' tanya Kevin. ''Seingat daddy kita lagi gak ngerayain apa-apa malam ini.'' sambungnya.
''Ish daddy memangnya kalau mau masak sebanyak ini kita harus nunggu ada acara apa gitu dulu.'' sungut Sifa. ''Jangan kayak gak punya uang untuk belanja besok deh dad.'' celetuknya.
''Ya enggak gitu sayang...cuma tumben-tumbenan aja.'' sahut Kevin.
''Sudah sekarang lebih baik kita makan.'' perintah Sifa. ''Karena setelah makan malam ada yang mau mommy katakan pada kalian nanti id ruang keluarga.'' sambungnya yang sok misterius, padahal sebenarnya Sifa aduh tidak sabar untuk menyampaikan sebuah kabar bahagia yang baru di ketahuinya tadi siang.
''Waduh apa nih mom? aku jadi penasaran.'' kata Kenan.
__ADS_1
''Kalau penasaran makanya cepat makan jadi cepat selesai dan cepat pula kamu tau.'' sahut Sifa yang seperti tak terbantahkan.
''Baiklah-baiklah...kita makan sekarang.'' sahut Kenan karena takut sang ibu negara menjadi marah kalau dirinya banyak bicara.