
❤️ Happy Reading ❤️
Mommy Sifa, Nisa, Kirana juga Vira saat ini sudah melangkah memasuki mall keluarga Wijaya...mall pusat.
Kedatangan mereka langsung di sambut oleh manajer mall, karena kehadiran mereka sudah di konfirmasi oleh Kendra sebelumnya.
''Selamat datang nyonya...nyonya muda...nona-nona.'' sapa sang manajer.
''Pak, kami ingin mencari souvernir.'' kata mommy Sifa setelah membalas sapaan sang manajer.
''Tuan Kendra sudah mengkonfirmasi pada saya nyonya, jadi mari saya antar.'' sahutnya lagi.
''Terimakasih pak, maaf jadi merepotkan.'' ucap mommy Sifa.
''Sudah tugas saya nyonya.'' sahutnya.
Mereka di antarkan langsung ke toko souvernir terbesar serta terlengkap yang ada di sana.
Mereka langsung memilih souvernir yang akan mereka gunakannya nantinya dengan di dampingi oleh manajer toko.
Kerena manager mall di minta oleh mommy Sifa untuk melanjutkan pekerjaannya.
*****
''Sudah selesai...sekarang lebih baik kita makan dulu ya...mommy sudah lapar nih.'' kata mommy Sifa.
__ADS_1
''Baiklah mom.'' jawab mereka bertiga karena memang sudah memasuki jam makan siang.
Mereka kemudian pergi menuju salah satu restoran yang ada di sana untuk makan siang, hingga pilihan jatuh pada restoran yang menyajikan masakan nusantara.
''Sudah makan dulu Nis.'' kata mommy Sifa saat melihat sang menantu seperti gelisah. ''Kalau ada apa-apa sama si kembar pasti orang rumah sudah menghubungkan kita.'' imbuhnya lagi.
''Kalau enggak kakak coba aja hubungi kak Kendra biar lebih tenang.'' saran Vira.
''Baiklah, aku hubungi mas Kendra dulu.'' sahut Nisa mengikuti saran calon adik iparnya.
''Bagaimana?'' tanya mommy Sifa begitu Nisa selesai menghubungi suaminya.
''Mereka saat ini sedang tidur siang di temani ayahnya mom.'' jawab Nisa.
''Ough mereka itu pintar sekali...tau saja kalau bundanya pergi.'' sambung mommy Sifa.
Tapi na'as sesuatu hal tak terduga pun terjadi.
Mereka yang berjalan menuju ke arah mobil yang terparkir malah membuat Nisa tak sengaja tertabrak motor oleh salah satu tukang ojek online.
''Aaaakh...'' seru Nisa yang langsung terduduk.
Nisa yang berteriak langsung membuat mertua serta adik-adiknya refleks menoleh.
''Nisa!'' seru mommy Sifa.
__ADS_1
''Kakak.'' seru Kirana dan Vira berbarengan.
Sedangkan sang tukang ojek sudah terjungkal akibat mengerem mendadak.
''Hiks...auww...hiks...hiks...'' tangis Nisa.
Mommy Sifa dan Kirana serta Vira merasa syok melihat darah yang mengucur deras dari kaki Nisa.
Robekan yang terlalu lebar membuat darahnya seakan tak mau berhenti.
''Cepat angkat nyonya muda ke mobil dan bawa ke rumah sakit.'' perintah mommy Sifa dalam keadaan panik.
''Mom, tolong orang itu bawa ke rumah sakit sekalian, kasihan dia.'' kata Nisa yang masih memikirkan nasib sang tukang ojek.
''Biar di bawa dengan mobil pengawal di belakang.'' kata mommy Sifa.
''Maaf nyonya muda, kalau saya lancang mengangkat anda.'' ucap sang supir.
''Iya pak.'' jawab Nisa.
''Mommy hubungi daddy dulu.'' kata Sifa saat mereka sudah masuk mobil. ''Dan Kirana cepat hubungi rumah sakit kita.'' imbuhnya lagi.
''Ya ampun bagaiman ini mom, darahnya mengalir terus gak mau berhenti.'' ucap Vira yang panik melihat darah yang terus mengalir dari kaki serta tangan Nisa.
Mommy langsung mengambil sapu tangan yang ada di tasnya untuk membungkus kaki Nisa agar pendarahannya tak semakin parah.
__ADS_1
Namun sayang darah tetap saja mengalir tanpa henti sampai sapu tangan yang di gunakannya pun sudah berlumuran dengan darah.