
❤️ Happy Reading ❤️
Masih di resepsi pernikahan Kendra dan Nisa.
Salah satu tamu yang datang di acara mereka berdua adalah teman satu profesi Nisa...yaitu Bagas, laki-laki yang secara tak sadar sudah membuat hati Kendra sedikit terbakar cemburu.
''Ibu Nisa, selamat ya...'' ucap Bagas dengan senyum manisnya walaupun sesungguhnya di hatinya sedikit sakit, karena jujur dia sudah ada rasa dengan Nisa namun belum sempat mengungkapkan malah sudah keduluan.
''Terimakasih pak Bagas.'' ucap Nisa sambil menerima uluran tangan rekannya itu.
''Khem.'' dehem Kendra saat melihat tautan tangan mereka berdua.
Bagas dan Nisa melepaskan tangan mereka yang sedang bersalaman lalu kemudian Bagas gantian mengucapkan selamat pada Kendra.
Waktu bergulir begitu cepat, hingga tak terasa hari sudah larut dan para tamu pun satu persatu sudah meninggalkan tempat acara.
''Kalian istirahat saja ke kamar.'' kata Sifa menghampiri pasangan pengantin baru itu.
''Tapi mom...'' kata Kendra yang melihat masih ada beberapa tamu yang ada di sana.
''Biar mommy dan daddy yang menemani mereka.'' potong Sifa. ''Sudah sana ajak istrimu untuk ke kamar.'' perintahnya lagi.
''Baiklah mom, kami kekamar duluan.'' kata Kendra yang tak bahwa ucapan mommynya itu pasti tak terbantahkan.
Setelah Kendra dan Nisa pergi, Sifa berganti menghampiri kedua orangtua serta kedua mertuanya.
''Ma, pa.'' sapa Sifa. ''Mama sama papa sebaiknya istirahat.'' kata Sifa. ''Ayah dan ibu juga...'' sambungnya lagi.
__ADS_1
''Baiklah nak, kalau begitu kamu ke kamar duluan.'' kata papa Adi.
Begitu mertua serta kedua orangtuanya pergi, Sifa menghampiri kembali suaminya yang sedang berbincang dengan beberapa relasi bisnis perusahaan Wijaya dan kebetulan mereka semua membawa serta istrinya jadi Sifa bisa bercengkrama dengan mereka untuk menghilangkan rasa bosan yang melanda setiap suaminya itu membicarakan mengenai bisnis dan bisnis.
*****
Cklek
''Kamu bisa mandi duluan.'' kata Kendra begitu mereka berdua masuk kedalam salah satu kamar hotel.
''Kamu saja dulu.'' kata Nisa. ''Aku masih mau mencopot ini dulu.'' sambungnya sambil menunjuk kepalanya yang memang ada beberapa aksesoris di sana.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Kendra langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
*****
Cklek
Nisa terasa susah bernapas ketika melihat Kendra yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk yang melilit di pinggangnya, sedangkan bagian atasnya tak tertutup apapun sehingga menampilkan perut kotak-kotaknya...apalagi di tambah dengan tetesan air yang menetes dari rambutnya, membuatnya berkali-kali lipat bertambah mempesona.
Nisa buru-buru melesat ke kamar mandi begitu Kendra mulai berjalan menjauh dari pintu.
''Huh...jantungku-jantungku...apa yang aku lihat tadi.'' gumamnya. ''Kalau lihat yang begitu terus setiap hari...gak aman nih buat jantungku.'' gumamnya lagi dengan jantung yang berdetak kencang mengingat pemandangan apa yang dilihatnya barusan.
Cklek
Nisa keluar menggunakan kimono mandinya dengan kepala yang terbungkus dengan handuk.
__ADS_1
Nisa melenggang menuju ketempat dimana kopernya berada.
Betapa kagetnya dia begitu melihat isi yang ada di dalamnya.
''Apa ini?'' lirihnya dengan tangan yang mengambil satu pakaian yang kekurangan bahan itu.
Di obrak-abriknya seluruh isi koper, namun semua pakaiannya sama saja hanya berbeda warna.
''Kenapa kamu gak mengganti pakaianmu?'' tanya Kendra tiba-tiba yang melihat seperti ada sesuatu yang tidak beres pada Nisa.
''I...ini...a...aku...'' sahut Nisa.
''Apa?'' tanya Kendra lagi dengan berjalan menghampiri Nisa.
Kendra pun cukup kaget melihat isi koper Nisa dan hal itu membuat Nisa sangat malu.
''Apa kamu berniat menggodaku?'' tanya Kendra dengan rasa percaya dirinya.
''Ini tidak seperti yang kamu pikirkan.'' sahut Nisa dengan cepat. ''Aku gak tau kenapa isi koperku berganti semua.'' ucapnya lagi.
''Ini pasti kerjaan mommy.'' batin Kendra. ''Dasar...'' rutuknya.
''Cepat ganti pakaianmu.'' kata Kendra lagi.
''Aku gak mungkin pakai ini...'' lirih Nisa.
''Ck.'' decak kendra lalu mengambil kaos miliknya dan memberikan pada Nisa. ''Pakai ini.'' katanya sambil menyerahkan kaosnya.
__ADS_1