
❤️ Happy Reading ❤️
Setalah beberapa hari memulai kembali rutinitasnya...hari ini adalah hari yang benar-benar membuat mood Kendra benar-benar buruk...masalah di perusahan yang memperburuknya.
''Bagaimana ini bisa terjadi?'' tanya Kendra pada sang asisten.
''Saya juga baru mengetahuinya setelah mengecek laporan semua divisi.'' jawab Rio.
''Aku gak nyangka bisa kecolongan seperti ini.'' kata Kendra. ''Kumpulkan seluruh kepala divisi di ruang meeting nanti setelah jam maka siang.'' perintah Kendra. ''Dan aku mau kamu kumpulkan semua laporan.'' sambungnya lagi.
''Baik bos.'' jawab Rio lalu pergi untuk menjalankan perintah sang atasan.
''Rupanya ada yang mau main-main denganku.'' gumam Kendra dengan senyumnya yang begitu menakutkan.
Kendra kemudian mengambil ponsel miliknya, mengotak-atik sebentar dan kemudian melakukan panggilan.
📞''Hal...''
📞''Aku mau kamu kumpulkan semua data perusahaanku dari semua divisi...selidiki semua kepala divisi...dan aku mau laporan itu sudah ada di tanganku sebelum makan siang.'' kata Kendra.
📞''Ad...''
📞''Ada tikus yang sedang bermain-main di perusahaanku.'' potong Kendra lalu memutuskan panggilannya.
__ADS_1
Sedangkan orang yang di seberang sedang mengumpat tak karuan atas perintah sang bos yang seenaknya saja.
Dan orang yang di hubungi Kendra adalah Reymond...si anjing penjaga dan pelacak perusahan Wijaya...seorang ahli IT yang bersembunyi di balik layar...hacker maksudnya.
Setiap perusahan akan mempunyai seorang ahli IT untuk mengamankan dan melindungi data penting perusahaan dari aksi hacker dan perusahan lain...terutama perusahan pesaing.
Walaupun penuh dengan umpatan namun Raymon tetap langsung melaksanan perintah Kendra.
''Gila...masih aja ada orang yang mau buat perkara.'' kata Reymond dengan jari-jarinya yang bergerak lincah di papan keyboard. ''Bosan hidup bebas kali.'' sambungnya lagi.
*****
Jam makan siang berakhir...semua kembali ke aktivitas masing-masing.
Dan untuk saat ini seluruh kepala sedang duduk tegang di ruang meeting, pasalnya tak ada angin atau hujan tiba-tiba mereka di minta untuk rapat dadakan.
Saat mereka sedang menerka-nerka kira-kira hal apa yang akan di bicarakan, sudah terdengar suara dua pasang sepatu pantofel yang menggema karena beradu dengan kerasnya lantai.
Aura yang di keluarkan dari kedua orang yang memiliki kedudukan pertama dan kedua di perusahan itu sangatlah kuat.
Kendra yang sudah berdiri tepat di ujung meja yang dimana kursinya berada langsung menengadahkan tangannya kepada Rio.
Rio yang mengerti pun langsung memberikan apa yang bosnya mau.
__ADS_1
Braakk...
Semua orang tampak kaget saat Kendra melemparkan dengan kuat satu file berkas yang sudah di fotocopy agar memudahkan untuk mereka mengambil satu persatu.
''Ada yang mau jelaskan tentang hal itu?'' tanya Kendra, kemudian Kendra mengambil duduk di tempatnya.
''Gak ada yang mau bicara...'' kata Kendra lagi. ''Saya gak habis pikir kenapa ini bisa terjadi...ternyata masih ada orang yang mau bermain-main dengan saya.'' imbuhnya.
Brak
''Tetap tak ada yang mau buka suara!'' seru Kendra setelah menggebrak meja di depannya.
Saat sedang dalam puncaknya tiba-tiba ponsel Kendra berdering yang menandakan kalau saat ini ada yang sedang menghubunginya.
Benar saja, saat ini ada sang istri yang sedang melakukan panggilan video dengannya, sontak saja raut wajah Kendra langsung berubah...ada senyum tipis di bibirnya dan itu tak luput dari mata para anak buahnya yang sedari sudah tegang setengah mati.
📞''Assalamualaikum sayang.'' sapa Kendra.
📞''Wa'alaikumsalam sayang.'' balas Nisa.
Mereka melakukan obrolan beberapa saat bersama baby twins juga di sana sesuai apa kata Nisa sejak dirinya mulai masuk ke kantor lagi.
Setelah tersenyum senang bersama sang istri kini wajahnya sudah berubah garang kembali seperti sedia kala sehingga membuat semuanya tegang kembali.
__ADS_1
Wah hebat sekali bukan...bagaimana cepatnya sang tuan muda Wijaya merubah ekspresi wajahnya.