
❤️ Happy Reading ❤️
Seberapa lelah...seberapa capeknya Nisa...dia selalu berusaha untuk melayani Kendra dengan tulus yang notabene adalah suaminya.
Dia benar-benar menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dan juga selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya.
Segala tingkah laku serta perbuatannya pun semakin dia perhatikan dan dengan penuh hati-hati serta pertimbangan karena sekarang dirinya bukan hanya bertanggung jawab atas namanya tapi juga bertanggung jawab atas nama baik keluarga besar Wijaya dan khususnya nama baik suaminya.
''Maaf ya mas cuma bikin sarapan yang simpel aja.'' ucap Nisa saat keduanya baru saja duduk di ruang makan.
''Gak apa-apa, lagian ini juga sudah lebih dari cukup untuk sarapan.'' kata Kendra.
Nisa hanya membuat sandwich untuk sarapan mereka pagi ini serta segelas susu untuk masing-masing keduanya.
__ADS_1
Mereka berdua benar-benar menikmati sarapan mereka hingga tandas tersisa karena mungkin efek tenaga mereka berdua yang sudah terkuras habis tadi malam.
''Nanti pulang ngajar ke kantor ya...'' kata Kendra setelah meneguk air mineral dalam gelas.
''Memangnya kenapa mas?'' tanya Nisa yang sudah mulai merapikan serta membersihkan bekas sarapan mereka.
''Memang harus selalu ada alasan atau pakek alasan dulu kalau mau minta istri datang ke kantor suaminya.'' sahut Kendra.
''Ya enggak.'' kata Nisa. ''Ya sudah nanti aku langsung ke sana.'' putusnya. ''Memangnya mas Kendra gak sibuk hari ini?'' tanya Nisa karena memang sudah sangat hafal kalau suaminya itu super sibuk apalagi ini adalah hari Senin.
*****
''Apa gak sebaiknya kita ambil beberapa art dari rumah utama saja buat bantu-bantu kamu di apartemen?'' tanya Kendra saat mereka sedang menyusuri jalan untuk berangkat ke tempat kerja mereka berdua.
''Buat apa mas? lagian di apartemen juga sudah gak ada kamar untuk tidur.'' kata Nisa.
__ADS_1
''Ya gak usah menginap...pulang pergi saja, biar di antar jemput sama supir.'' jawab Kendra. ''Aku cuma gak mau kalau kamu kelelahan...kamu masih harus kerja belum lagi harus melayani aku segalanya di tambah harus ngurusin apartemen.'' lanjutnya.
''Gak apa-apa mas, aku masih bisa handle kok.'' kata Nisa. ''Lagian aku juga dari dulu sudah terbiasa mengurus panti, memasak bahkan dalam jumlah porsi yang besar dan lain-lain jadi pekerjaan di apartemen masih bisa aku selesaikan.'' imbuhnya.
''Kalau enggak ambil satu art ya...'' tawarnya lagi.
''Gak usah.'' jawab Nisa. ''Mommy juga sudah pernah nawarin buat ambil art dari rumah utama tapi akunya belum mau.'' kata Nisa memberi tahu. ''Aku masih ingin benar-benar menjalankan peranku mas... menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri yang baik untukmu.'' sambungnya.
''Baiklah kalau memang itu mau kamu dan terimakasih sayang.'' ucap Kendra lalu membawa sebelah tangan Nisa untuk di kecupnya. ''Tapi kalau kamu sudah kuwalahan atau kamu capek...kamu bisa langsung bilang ke aku.'' kata Kendra lagi. ''Kalau sampai kamu sakit...wah bisa di cincang aku sama kedua mertua kamu itu.'' tambahnya.
''Oh jadi cuma karena takut kena marah mommy sama daddy.'' kata Nisa dengan raut yang sudah berubah sendu.
''Ya ampun ya enggak lah sayang...itu cuma tambahannya.'' kata Kendra mengklarifikasi takut sang istri salah paham. ''Aku benar-benar gak mau kalau kamu sampai kecapekan dan berujung sakit.'' imbuhnya. ''Jangan marah dong...kamu harus percaya sama aku.'' kata Kendra lagi.
''Iya aku percaya mas dan aku juga gak marah kok.'' kata Nisa.
__ADS_1