Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 76


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Nisa menghidupkan mesin cuci, lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam buat sang suami, tapi sebelum dirinya membuka kulkas untuk mengeluarkan bahan masakan...di ponselnya sudah ada notifikasi pesan WhatsApp masuk.


My Husband


''Assalamualaikum.''


''Gak usah masak...kita di minta untuk makan malam di rumah utama.


Dua isi pesan dari Kendra.


''Wa'alaikumsalam mas.''


(sent)


''Baiklah kalau begitu.''


(sent)


Nisa berjalan kembali menuju ke ruang cuci, sambil menunggu mesin cucinya berhenti...Nisa memutuskan untuk menyetrika pakaian miliknya juga sang suami.

__ADS_1


Sebenarnya Kendra tak menuntut hal itu dari Nisa...karena Kendra bukan tipe pria yang ribet...pakaian kotor bisa di laundry, tapi dasar Nisa yang sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu di panti, dirinya lebih memilih melakukannya sendiri...hitung-hitung biar gak jenuh sendirian di rumah.


*****


Hari ini Kendra pulang lebih awal, begitu masuk ke dalam apartemen...dirinya memutuskan untuk langsung mandi dan mengenakan pakaian yang sudah di siapkan oleh Nisa.


Begitu siap...mereka langsung pergi menuju ke kediaman utama keluarga Wijaya.


Tak ada satu payah katapun yang keluar dari mulut keduanya.


Mereka terlalu fokus dengan diri mereka masing-masing.


Kendra yang fokus dengan menyetirnya dan memang dia tipe orang yang cenderung lebih banyak diam.


Nisa baru tersadar dari keruwetan pikirannya begitu Kendra membunyikan klakson di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi dan kokoh...


''Assalamualaikum.'' sapa Kendra dan Nisa ketika mereka masuk kedalam rumah.


''Wa'alaikumsalam.'' sahut anggota keluarga yang lain, karena ternyata di sana juga sudah ada Vira dan Reyhan.


''Sayang...eugh mommy kangen.'' ucap Sifa yang langsung menghampiri menantunya, tak lupa mereka berdua pun saling berpelukan. ''Ayo duduk sayang.'' ajak Sifa.

__ADS_1


''Mom.'' rengek Kendra.


''Apa sih kak?'' tanya Sifa.


''Sama aku cuma selama doang...gak di peluk gitu.'' keluh Kendra. '' Memangnya gak kangen apa sama anak sendiri?'' tanyanya dengan muka yang cemberut.


''Oh ya ampun...kamu ini sudah besar loh kak...sudah jadi suami, jangan kayak anak kecil.'' kata Sifa sambil berjalan menghampiri sang putra yang belum beranjak dari tempatnya, sedangkan yang lainnya hanya terkikik geli. ''Sini...sini...mommy peluk.'' kata Sifa. ''Mommy kangen sama kakak.'' ucap Sifa begitu sang putra menyambut pelukannya.


''Khem.'' dehem Kevin. ''Mau sampai kapan kalian pelukan di sana?'' tanya Kevin.


''Ck.'' decak Kendra. ''Kakak kan masih kangen ya mom.'' ucap Kendra dengan tangan yang masih setia memeluk sang mommy.


''Kakak!'' seru Kevin. ''Sudah lebih dari tiga menit kamu meluk istri daddy.'' sambungnya.


''Dasar pelit.'' sahut Kendra.


''Mommy itu milik daddy.'' kata Kevin yang memang semakin bertambah tua semakin dirinya gak mau berbagi dengan anak-anaknya...kalau masalah Sifa.


''Cih posesif.'' cibir Kendra.


''Biarin.'' sahut Kevin. ''Kamu peluk saja tuh sepuasnya istri kamu sendiri.'' sambungnya.

__ADS_1


''Sudah...sudah...'' lerai Sifa. ''Kamu ini apa-apaan sih mas...cemburu sama anak-anak sendiri.'' sambungnya dan Kevin hanya bisa diam seribu bahasa agar sang ibu negara tak semakin bertambah ngomel yang berujung jatah malamnya bakalan terancam di hentikan malam ini. ''Kita langsung ke ruang makan saja, nanti baru di lanjut ngobrolnya.'' kata Sifa lagi memberi instruksi.


__ADS_2