
❤️ Happy Reading ❤️
''Nda...nda...'' seru di kembar begitu melihat kehadiran Nisa dan Kendra.
''Iya sayang...'' sahut Nisa dengan lembut.
''Mau ndong...'' kata si baby Kenzo sambil merentangkan kedua tangannya minta di gendong oleh sang bunda.
Hap
''Mulai sekarang gak boleh minta gendong sama bunda ya sayang...minta gendongnya sama ayah saja.'' kata Kendra yang sudah meraih tubuh Kenzo kedalam gendongannya.
Kendra kemudian membawa Kenzo untuk duduk di dekat sang kakak si baby Kenzie dan tentu saja Nisa ikut mengekor di belakangnya.
''Sekarang di perut bunda ada adik bayinya...jadi kalian gak boleh minta gendong bunda lagi ya...'' tutur Kendra.
''Peyut...'' sahut Kenzie.
''Iya di sini...di perut bunda.'' jawab Kendra dengan menyentuh perut Nisa. ''Abang Kenzie akan punya dua adik.'' sambungnya lagi.
''Uwa...'' kata Kenzie.
''Iya dua.'' jawab Kendra. ''Sedangkan Kenzo sekarang juga akan jadi abang seperti abang Kenzie...abang Kenzo.'' imbuhnya.
''Enzo...abang...'' kata Kenzo dan di angguki oleh Kendra juga Nisa. ''Yee...Enzo abang...'' serunya dengan girang sehingga membuat Nisa dan Kendra ikut tersenyum karenanya.
__ADS_1
''Dek...'' kata Kenzo sambil menyentuh perut sang bunda.
''Iya ada adeknya abang Kenzie dan abang Kenzo di sini.'' sahut Nisa dengan memegang tangan mungil Kenzo yang menyentuh perutnya.
''Seneng gak mau punya adik?'' tanya mommy Sifa yang baru datang dan tak sengaja mendengar pembicaraan keluarga kecil itu.
''He'em...neng...'' sahut keduanya dengan ekspresi yang sangat lucu plus menggemaskan.
''Mas...'' lirih Nisa tepat di telinga Kendra.
''Hem.'' sahut Kendra yang langsung menoleh.
''Mau makan.'' lirihnya.
Sedikit heran sih karena ini masih pukul sepuluh pagi tapi istrinya itu sudah minta makan.
''Ayok...'' ajak Kendra lagi karena sang istri tak kunjung bangun dari duduknya.
''Mau makan sama sambel mangga...'' cicitnya.
''Hah...'' beo Kendra.
''Mau sambal mangga.'' katanya lagi sehingga membuat mommy Sifa yang masih berada di sana dan bermain dengan kedua cucunya pun menolehkan kepalanya.
''Ya sudah biar mommy minta art buat buatin.'' kata mommy Sifa. ''Atau kamu mommy yang buatin?'' tawarnya.
__ADS_1
''Aku gak mau.'' sahut Nisa sambil menggelengkan kepalanya seperti anak kecil.
''Terus kamu maunya bagaimana?'' tanya Kendra.
''Aku maunya mas Kendra yang petik mangganya dan mas Kendra juga yang buat '' kata Nisa tanpa beban.
Entah kenapa begitu matanya melihat ada pohon mangga yang berbuah...membuat Nisa jadi membayangkan betapa segarnya makan menggunakan sambal buah mangga.
''Aku?'' tanya Kendra sambil menunjuk dirinya sendiri dan langsung di angguki oleh Nisa. ''Tapi aku gak bisa manjat pohon sayang dan aku juga gak bisa masak.'' kata Kendra lagi.
''Akukan gak minta kamu manjat mas...kan bisa pakek galah.'' kata Nisa.
''Tapikan...'' kata Kendra lagi yang masih berusaha bernegosiasi dengan sang istri.
''Ya sudah kalau gak mau...aku bakal tidur di kamar anak-anak.'' ancamnya.
''Lah kok gitu sih sayang...'' kata Kendra dengan wajah memelas.
''Sudahlah kak...turutin aja...mungkin bisa lagi ngidam.'' sela mommy Sifa.
''Hem baiklah.'' kata Kendra dengan sangat pasrah.
Dia yang ingin merasakan rasanya di repotin sama istri yang mengidam...eh batu satu kali ngidam aja sudah bikin dia menekuk muka gitu...huh dasar...mau enaknya saja.
''Pilih yang mengkal ya mas...'' seru Nisa saat Kendra sudah berada di bawah pohon.
__ADS_1