Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 75


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Ada-ada saja.'' gumam Kendra yang ternyata menampilkan senyum di bibirnya begitu membaca pesan yang di tulis oleh Nisa.


''Khem...senyum-senyum aja bos.'' celetuk Rio saat masuk ke ruangan Kendra.


''Ek kamu...main nyelonong masuk saja.'' kata Kendra yang sebenarnya tadi sedikit kaget. '' Gak sopan.'' sambungnya.


''Maaf bos, tadi aku sudah ketuk-ketuk pintu namun gak ada sahutan jadinya aku masuk aja.'' kata Rio. ''Girang amat bos sampek senyum-senyum gitu...'' kata Rio lagi.


''Ada apa kamu kesini?'' tanya Kendra tanpa menanggapi omongan Rio.


''Tadinya mau nanya sama si bos mau makan di mana atau mau minta di pesenin apa.'' jawab Rio. ''Tapi gak jadi karena...tuh.'' sambungnya sambil menunjuk ke arah kotak-kotak makanan di atas meja Kendra.


''Oh ini, kita makan bereng ini saja.'' kata Kendra begitu melihat arah telunjuk Rio. ''Minta ob buat bawain gelas sama perlengkapan makan.'' perintahnya.


''Baik bos.'' jawab Rio.


Saat Rio sedang menghubungi bagian pantry khusus para petinggi perusahaan, Kendra langsung memasukkan kertas dari Nisa kedalam sakunya.


Kendra tidak mau kalau sampai Rio mengetahui hal ini, bisa-bisa dirinya di ledek sepanjang hari oleh asisten yang juga sahabatnya itu.


Di kantor perusahaan Wijaya memang ada beberapa pantry yang di bagi dari lantai bawah sampai lantai atas, jadi jika mereka memesan kopi atau pun teh tak akan lama menunggu.


Begitu selesai menelpon, Kendra meminta bantuan Rio untuk membawa kotak-kotak makanan yang sudah berjejer di meja kerjanya berpindah ke meja lain.

__ADS_1


*****


''Tumben bawa bekal bos?'' tanya Rio. ''Pasti bu' bos ya yang bawain...'' sambungnya lagi sebelum di jawab oleh Kendra. ''Bu' bos ternyata perhatian juga sama si bos.'' tambah Rio lagi.


''Dari pada kamu itu ngomong terus, lebih baik sekarang kamu makan.'' kata Kendra karena memang perlengkapan makan yang di minta tadi sudah di antarkan.


''Sip bos.'' sahut Rio.


Pertama Rio menuang minimum dulu ke gelas, yang ternyata berisikan minuman infused water.


Lalu dirinya dan Kendra mulai mengisi piring mereka dengan masakan dari Nisa.


Mereka berdua makan dalam diam dan lahap hingga semua makanan yang di buatkan oleh Nisa habis tak tersisa.


''Hah...kenyangnya, alhamdulilah.'' ucap Rio. ''Wah tenyata istri bos pinter banget masaknya...bener-bener paket komplit.'' puji Rio. ''Di jaman sekarang, jarang-jarang loh bos wanita bisa masak...mereka cenderung lebih memilih membeli karena lebih praktis...si bos beruntung banget.'' cerocos Rio.


Tapi karena omongan Rio ini, dirinya menjadi berpikir apakah seberuntung itu dia bisa menikah dengan Nisa...dan yang di katakan oleh rio ini sama persis seperti yang di katakan oleh keluarganya.


Haruskah dia bahagia serta bersyukur bisa menikah dengan wanita yang hampir semuanya mengatakan paket komplit.


*****


Setelah pulang dari sekolah, Nisa benar-benar menuju ke panti asuhan dimana dirinya sudah di besarkan, tapi tadi ditengah perjalanan...dia mampir dahulu ke sebuah mini market untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk para penghuni panti.


''Assalamualaikum.''

__ADS_1


''Wa'alaikumsalam.''


''Kak Nisa!.'' seru anak-anak panti yang melihat kehadiran Nisa.


''Kami kangen sama kakak.'' kata mereka dan satu persatu memeluk Nisa.


''Kakak juga kangen sama kalian.'' sahut Nisa. ''O iya ibu mana?'' tanya Nisa.


''Ibu ada di sini.'' sahut ibu Farida yang berjalan mendekat kearah Nisa dan yang lainnya.


''Bu'.'' panggil Nisa lalu menyalami serta memeluk wanita paruh baya yang sudah menjaga serta mengurusnya dengan limpahan kasih sayang.


''Bagaimana kabar kamu nak?'' tanya ibu Farida.


''Alhamdulillah baik bu'.'' jawab Nisa. ''Ibu sendiri bagaimana?'' tanya balik Nisa.


''Alhamdulillah.'' sahut ibu Farida.


''Suamimu tidak ikut nak?'' tanya ibu Farida lagi yang tak melihat keberadaan Kendra, pasalnya ini adalah keli pertama Nisa datang mengunjungi panti setelah menikah.


''Mas Kendra kerja bu'.'' jawab Nisa.


''Tapi kamu bilangkan kalau mau kesini?'' tanya ibu Farida. ''Ingatlah nak...kamu sekarang adalah seorang istri jadi kalau mau kemana-mana atau mau melakukan apa pun itu harus dengan seijin suamimu.'' nasehat ibu Farida.


''Iya bu', Nisa tau dan Nisa juga tadi sudah minta ijin sama mas Kendra.'' jawab Nisa. ''O ya tadi mas Kendra titip salam untuk ibu.'' kata Nisa lagi sedikit berbohong...karena dia tidak ingin kalau ibu pantinya itu mengetahui keadaan rumah tangganya yang belum bisa di sebut dengan selayaknya orang yang sudah menikah.

__ADS_1


Karena apa...karena masih tercipta jarak antara dirinya dan sang suami dan Nisa tidak mau kalau ibu Farida sampai tau sehingga menyebabkan beliau kepikiran.


__ADS_2