Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 158


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Saat ini lagi-lagi keluarga Wijaya mendapatkan berita yang baik, karena pasalnya sang tuan muda ke dua keluarga Wijaya akan melakukan pertunangan dengan kekasihnya yang notabene adalah sahabat dari orangtuanya terutama sang mommy.


Setelah minggu kemarin Sifa dan Kevin berkunjung ke kediaman Vira.


Sifa dan Kevin menemui sahabatnya Luna dan sang suami Egi untuk melamar Vira menjadi menantunya.


Hari ini saatnya acara pertunangan itu akan di gelar.


Acara akan di adakan di kediaman orangtua Vira.


''Kamu gak beneran gak apa-apakan sayang?'' tanya Kendra pada sang istri saat rombongan akan berangkat.


''Aku gak apa-apa mas.'' jawab Nisa.


''Kalau enggak kamu gak usah ikut saja...em aku temenin.'' bujuk Kendra.


''Eh apaan...enggak...enggak...enak aja.'' bantah Nisa. ''Masa udah dandan cantik-cantik gini gak jadi pergi.'' imbuhnya lagi.


Memang semenjak mereka mengungkapkan isi hati kalau saling cinta...Nisa dan Kendra jauh jadi lebih terbuka.

__ADS_1


''Iya tau tuh...kakak ini ada-ada saja.'' kata Kirana.


''Aku cuma gak mau kalau sampai kamu kecapekan yank.'' kata Kendra. ''Aku gak mau kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada kamu dan anak-anak kita.'' sambungnya lagi mengungkapkan rasa kekhawatiran sebagai calon ayah.


''Enggak mas, semoga saja tak terjadi sesuatu hal yang buruk padaku dan anak-anak.'' kata Nisa dengan menggenggam tangan Kendra.


''Baiklah, tapi kamu harus janji sama aku...kalau capek kamu harus segera istirahat dan bilang padaku.'' kata Kendra.


''Siap bos.'' ucap Nisa dengan tangan seperti layaknya orang yang sedang melakukan sikap hormat.


''Ayo sekarang kita berangkat.'' ajak mommy Sifa.


*****


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


Sifat bar-bar dari seorang Luna harus di tahannya saat ini saat melihat rombongan, kalau boleh jujur sebenarnya dirinya sudah sangat ingin berseru juga berlari dan langsung memeluk sang sahabat.


Sahabat dari masih jamannya mereka sekolah sampai saat ini di mana persahabatan mereka akan berubah status menjadi perbesanan.

__ADS_1


Tak banyak orang dari rombongan Kevin dan Sifa, hanya beberapa kerabat dekat saja.


Tapi kerena acara ini adalah acara pertunangan sekaligus seserahan, makanya banyak sekali barang yang keluarga Wijaya bawa.


''Banyak banget Fa?'' bisik Luna tepat di telinga Sifa saat mereka saling berjabat tangan dan biasalah cipika cipiki.


''Kan buat mantu aku.'' kelakar Sifa.


*****


Acara pertunangan pun di mulai, hingga tiba di acara pertukangan cincin untuk Kenan juga Vira.


Cincin yang di siapkan pun tak main-main harganya dan tentu saja itu sepadan dengan kualitas yang terbaik tentunya.


Sifa dari pihak laki-laki yang pertama kali memakaikan cincin di jari manis Vira, baru setelah itu Luna pun melakukan hal yang sama pada Kenan.


Kalau gelang turun temurun keluarga, tentu saja adalah hak milik Nisa sebagai menantu wanita pertama atau tertua.


Maka untuk Vira, Sifa memberikan salah satu gelang pemberian sang mertua dahulu.


''Ini memanglah bukan gelang turun temurun keluarga Wijaya.'' kata Sifa. ''Karena gelang itu cuma ada satu dan itu adalah hak menantu tertua.'' sambungnya. ''Tapi gelang ini juga sama berharganya...karena gelang ini juga merupakan gelang mommy dari mertua...mama Iren.'' lanjutnya. ''Mommy harap kamu dapat menerima serta menjaganya, sehingga nanti bisa kamu berikan pada menantumu kelak.'' tuturnya.

__ADS_1


''Iya mommy...terimakasih.'' ucap Vira. ''Vira akan menjaganya sebaik mungkin dan tak masalah bagi Vira mau perhiasan turun temurun keluarga atau bukan, bagiku tetap sama-sama berharga karena ini pemberian mommy.'' sambungnya lagi.


__ADS_2