Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 214


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Beberapa hari ini Nisa sudah mulai berjalan menggunakan tongkat. Meskipun saat menurunkan kakinya pasti akan terasa sakit terlebih dahulu, tapi itu tak menyurutkan semangatnya. Dia tak ingin terus-terusan menjadi beban seluruh anggota keluarga terutama sang suami.


''Kakinya jangan napak dulu ya sayang...aku takut kalau nanti jahitannya malah akan bedah lagi.'' peringat Kendra berulang kali.


''Iya mas aku tau, karena ini juga masih sakit kalau kakinya terlalu di lurusin.'' sahut Nisa.


Karena cari yang pernah Kendra baca, kalau luka jahit sampai robek kembali...apalagi ini jahitan luar dalam, bisa terjadi infeksi dan terjadi penjahitan kembali yang tentunya akan membuat istrinya itu kesakitan kembali...dan dia tak tega akan hal itu.


''Pakek kursi roda saja ya sayang...'' tawar Kendra berulang kali.


''Enggak mas...aku gak apa-apa...aku pakek ini saja.'' tolak Nisa berulang kali juga. ''Mas.'' panggil Nisa saat sang suami fokus kembali dengan berkas-berkasnya.


''Iya sayang.'' sahut Kendra tanpa mengalihkan pandangannya.


''Aku gak apa-apa kok di tinggal...mas bisa kembali lagi kerja di perusahaan.'' kata Nisa pada sang suami.


''Hufh...'' lenguh nafas Kendra lalu meletakkan berkas yang di pegangnya. ''Aku nggak akan kemana-mana dan nggak akan ninggalin kamu, sampai kamu benar-benar sembuh sayang.'' kata Kendra.

__ADS_1


''Tapi aku sudah tidak apa-apa kok mas.'' kata Nisa lagi.


''Pokoknya enggak.'' tegas Kendra. ''Lagipula kapan lagi aku bisa ngurusin kamu kayak gini sayang...karena biasanya kamu yang selalu urusin aku ini dan itu.'' kata Kendra sambil berjalan ke arah sang istri. ''Anggap saja kau sedang memanjakan istri tersayang aku ini.'' imbuhnya sambil mencubit hidung Nisa.


''Eh ngomong-ngomong anak-anak di mana sekarang ya mas?'' tanya Nisa.


''Tadi ada di teras belakang kayaknya.'' jawab Kendra.


''Aku mau keluar, mau lihat anak-anak dulu.'' kata Nisa sambil meraih kedua tongkatnya. ''Lagian bosen juga di kamar terus.'' imbuhnya lagi.


''Mau aku anterin ke sana?'' tawar Kendra.


''Gak usah mas...aku bisa sendiri.'' jawab Nisa.


''Iya sayang...'' sahut Nisa.


''Eh panggil sayang...sayang...'' kata Kendra. ''Untung masih sakit kalau enggak...aku makan kamu sayang.'' imbuhnya yang membuat Nisa terkekeh. ''Ingat kalau capek atau sakit...istirahat dulu, jangan terlalu dipaksakan.'' peringat Kendra lagi pada istri tercintanya.


''Iya.'' jawab Nisa dengan singkat.

__ADS_1


''Aku kerjain ini sebentar, nanti kalau sudah selesai aku susul kalian.'' beri tahunya kembali saat membukakan pintu untuk Nisa dan kata-katanya langsung angguki oleh Nisa.


*****


Dari kejauhan sudah terdengar gelak tawa akibat celotehan yang dikeluarkan oleh kedua anak kembarnya.


Hal itu semakin membuat Nisa tambah bersemangat untuk berjalan mendekat.


''Anak-anak bunda...'' sapa Nisa ketika sampai di ambang pintu.


''Sayang...'' sapa mommy Sifa yang langsung berdiri menghampiri sang menantu. ''Loh kamu kok sendiri? Kendra mana?'' tanyanya saat tak melihat kehadiran sang putra di sana.


''Mas Kendra ada di kamar mom, lagi memeriksa kerjaannya.'' jawab Nisa.


''Anak itu bagaimana...suruh ngutamain istrinya dulu kok malah ngurusin kerjaan.'' bukan mommy Sifa kali ini yang mengomel melainkan daddy Kevin yang juga ada di sana.


''Gak apa-apa kok dad, ini juga bukan salah mas Kendra.'' kata Nisa. ''Tadi dia sudah mau antar Nisa kesini tapi Nisanya mau coba jalan sendiri ke sini.'' bela Nisa.


''Tapi tetap gak bisa gitu dong...dia tetap harus awasi kamu, nanti kalau kamu jatuh bagaimana.'' kata Kevin lagi.

__ADS_1


''Nisa yang memaksa tadi dad...jangan salahin mas Kendra.'' kata Nisa lagi.


''Sudahlah dad...jangan marah-marah...ingat umur.'' sela mommy Sifa yang mau tak mau daddy Kevin langsung terdiam bila permaisuri hatinya sudah ikut angkat bicara.


__ADS_2