Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 110


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.'' jawab mang Ucup yang sedang membersihkan halaman depan. ''Eh mas, mau jemput mbak Nisa ya?'' tanya mang Ucup ketika Kendra baru keluar dari mobilnya.


''Iya pak.'' jawab Kendra.


''Panggil mamang aja atuh...mang Ucup.'' sahutnya. ''Mbak Nisa ada di halaman belakang sama ibu, masnya langsung masuk aja.'' katanya lagi memberi tahu.


''Iya pak...eh mang terimakasih.'' ucap Kendra. ''O iya mang tolong bantuin saya bawa barang-barang yang ada di bagasi mobil ya...'' pinta Kendra.


''Baik mas.'' jawab mang Ucup.


Kendra kemudian membuka bagasi mobilnya dan mulai mengeluarkan satu persatu barang yang ada di sana.


Kemudian Kendra yang di bantu mang Ucup membawa itu semua masuk ke dalam panti.


''Itu mbak Nisa mas.'' kata mang Ucup ketika mereka sudah sampai di pintu ke arah halaman belakang.


''Iya mang.'' jawab Kendra. ''Assalamualaikum.'' seru Kendra.


''Wa'alaikumsalam.'' sahut Nisa dan ibu Farida serta beberapa anak panti dan bik Janah yang ada di sana.


''Mas.'' sapa Nisa yang langsung berdiri dari duduknya, tapi sebelum Nisa melangkah justru Kendra yang di ikuti mang Ucup melangkah duluan ke arah mereka.


''Bagaimana bu' kabarnya?'' tanya Kendra setelah menyalami ibu Farida.

__ADS_1


''Alhamdulillah baik nak Kendra.'' jawab ibu Farida. ''Nak Kendra sendiri bagaimana kabarnya?'' tanya ibu Farida kembali.


''Seperti yang ibu lihat...alhamdulilah baik.'' jawab Kendra.


''Maaf mas ini mau di taruh dimana?'' tanya mang Ucup.


''Loh apa ini nak Kendra?'' tanya ibu Farida. ''Nak Kendra ini pakek repot-repot segala loh padahal Nisa tadi juga sudah bawa oleh-oleh.'' kata ibu Farida lagi.


''Oh ini cuma beberapa buah-buahan saja kok bu' dan ada beberapa alat tulis untuk anak-anak.'' kata Kendra. ''Kebetulan tadi ada toko buah pas mau kesini jadi sekalian lewat.'' lanjutnya.


''Terimakasih ya nak Kendra.'' ucap ibu Farida. ''Mang semuanya bawa ke dapur ya biar di rapihin sama bik Janah.'' kata ibu Farida lagi.


''Baik bu'.'' jawab mang Ucup.


''Silahkan duduk nak Kendra.'' kata ibu Farida.


''Terimakasih bu'.'' ucap Kendra.


Kemudian ibu Farida dan Kendra sedikit berbincang tentang keadaan panti dan anak-anak sampai menunggu Nisa datang.


*****


Kini di halaman belakang hanya tersisa Nisa dan Kendra karena ibu Farida sudah masuk kedalam termasuk para anak-anak juga.


''Terimakasih ya mas.'' ucap Nisa yang langsung membuat Kendra menoleh ke arahnya, karena saat ini posisi mereka duduk berdampingan di kursi sambil menatap ke arah depan.


''Untuk?'' tanya Kendra.

__ADS_1


''Untuk semua oleh-oleh yang mas kasih.'' jawab Nisa.


''Tapi semua itu tidak gratis sayang.'' bisik Kendra tepat di telinga Nisa.


''Maksudnya?'' tanya Nisa.


''Kamu harus membayarnya.'' jawab Kendra. ''Nanti malam sampai aku puas.'' sambungnya dengan suara yang sedikit lirih.


Kata-kata Kendra langsung membuat pipi Nisa bak tomat matang...merah merona.


Dia wanita dewasa dan juga bukan wanita bodoh sehingga tak mengerti apa maksud dari kata-kata yang telah Kendra lontarkan dengan santainya.


''Kenapa gak belanja pakai kartu yang aku berikan?'' tanya Kendra.


''Aku...'' kata Nisa.


''Pakai kartu yang aku berikan...itu adalah hak kamu...milik kamu...nafkah dari aku, suamimu.'' potong Kendra. ''Jangan sampai ya mertuamu itu mikir kalau aku gak ngasih kamu nafkah.'' sambungnya.


''Baiklah lain kali akan aku gunakan mas.'' kata Nisa cari aman.


''Pulang yuk...biar nyampek apartemen sebelum magrib.'' kata Kendra.


''Iya ayo.'' sahut Nisa.


''Eh tunggu dulu.'' kata Kendra memegang tangan Nisa yang hendak melangkah. ''Berikan ini pada ibu panti.'' kata Kendra yang memberikan amplop berisi uang pada Nisa.


*****

__ADS_1


''Aku ke kamar duluan ya mas.'' kata Nisa saat mereka baru saja sampai di apartemen.


''Aku tunggu bayarannya...'' bisik Kendra lalu mengecup sekilas sebelah pipi Nisa lalu pergi berlalu ke ruang kerjanya.


__ADS_2