
❤️ Happy Reading ❤️
Untuk menyambut kehadiran kedua besannya...mommy Sifa dan Nisa sore ini membagi tugas mereka di dapur.
''Nis, mendingan kamu siapin temen ngetehnya.'' kata mommy Sifa. ''Biar mommy yang masak untuk makan malam.'' usulnya lagi.
''Apa gak biar aku saja yang masak mom?'' tanya Nisa.
Kue...mungkin hanya beberapa saja yang di buat kalau makanan untuk makan malam pasti ada beberapa menu dan pasti lebih ribet.
''Gak usah biar mommy saja, lagian juga di bantuin sama mbaknya dan nanti ada Kirana juga kan.'' jawab mommy Sifa.
''Baiklah kalau begitu.'' kata Nisa. ''Ini mau bikin kue apa mom?'' tanya Nisa lagi.
''Bikin puding buah juga pai buah enak kayaknya Nis.'' usul mommy Sifa.
''Iya mom, em...itu sepertinya di lemari pendingin masih ada tape singkong mentega...nanti aku bikin bolu aja gimana mom?'' tanya Nisa lagi.
''Iya boleh.'' jawab mommy Sifa.
Benar-benar mommy dan menantu yang kompak dalam urusan segala hal terutama tentang urusan dapur.
__ADS_1
Sampai satu setengah jam berlalu...mereka berdua plus di tambah Kirana selesai bergelut dengan segala masakan mereka masing-masing.
''Akhirnya selesai juga.'' seru mommy Sifa.
''Iya mom...selesai juga.'' sahut Kirana.
''Ya sudah sekarang lebih baik kita mandi dan siap-siap untuk sholat magrib.'' kata mommy Sifa lagi.
*****
Setelah selesai sholat isya, keluarga Vira dan Reyhan sampai di kediaman Wijaya.
Tapi sebelum ke acara inti, mereka semua di jami terlebih dahulu oleh sang tuan rumah untuk makan malam.
''Em...masakan nyonya Sifa ini memang tak pernah diragukan.'' puji mama dari Reyhan.
''Ah bisa saja...itu terlalu berlebih-lebihan.'' ucap Sifa. ''Lagian saya masak juga gak sendirian kok...di bantu sama art juga Kirana dan Nisa.'' sambungnya lagi.
''Ah para wanita di keluarga Wijaya ini ternyata sangat bisa di andalkan di dapur.'' kata papa Reyhan.
''Kalau Sifa sama Nisa memang bisa di andalkan...tapi kalau Kirana...Hem dia bisanya cuma bantu-bantu saja.'' kata oma Iren blak-blakan.
__ADS_1
''Ih oma.'' kata Kirana dengan sedikit malu pada kedua calon mertuanya.
''Halah sama saja sama Vira...dia juga gitu.'' timpal Luna. ''Dia mau bantu-bantu di dapur baru setelah ada Nisa di sini.'' imbuhnya lagi yang membuat si empunya sedikit tersenyum canggung.
''Intinya mereka sudah mau belajar...itu sudah baik.'' bela Sifa. ''Pertama cuma bantu-bantu nanti lama-lama juga pintar dan terbiasa di dapur.'' imbuhnya lagi.
''Mommy memang yang terbaik.'' seru Kirana dan Vira bersamaan.
''Huh seneng tu karena ada yang belain.'' kata Luna.
''Sudah-sudah...sekarang lebih baik kita pindah ke ruang keluarga untuk membicarakan tentang apa yang akan kita bahas malam ini.'' lerai tuan Adi Wijaya.
*****
''Wah baru juga makan malam...sudah di suguhin aja nih sama yang enak-enak.'' kata Luna.
''Mari di coba...ini buatan Nisa semuanya.'' kata mommy Sifa.
''Benar-benar menantu idaman.'' puji Egi. ''Kendra sangat beruntung dan gak salah punya istri seperti Nisa.'' sambungnya lagi.
''Iya om bener... aku sangat beruntung sekali di tambah lagi ada bonus dua malaikat kecil yang semakin menambah hidup aku serasa semakin sempurna.'' sahut Kendra.
__ADS_1