
❤️ Happy Reading ❤️
''Kamu ini mau tau aja sih sayang...ini cuma masalah perempuan saja.'' jawab Nisa.
''Maaf bu'...saya bawa Nisa sebentar ya.'' ijin Kendra.
''Oh iya silahkan nak Kendra.'' sahut ibu Farida.
''Sebentar ya bu'.'' kata Nisa dan di angguki oleh ibu Farida.
Kendra menggandeng tangan istrinya sedikit menjauh.
''Ada apa mas?'' tanya Kendra.
''Coba kamu ulangi tadi kamu manggil aku apa.'' pinta Kendra.
''Mas...'' jawab Nisa.
''Bukan...yang tadi yang pas sama ibu.'' kata Kendra.
''Em...'' Nisa berusaha mengingat-ingat. ''Oh ya ampun...'' kata Nisa begitu ingat dengan wajah yang sedikit memerah, dirinya tadi tak sengaja menyambut suaminya seperti itu...itu hanya spontanitas.
''Sudah ingat hem?'' tanya Kendra sambil mengelus pipi istrinya yang sekarang terlihat chubby. ''Coba panggil sekali lagi.'' pinta Kendra.
''Sa...sayang.'' lirih Nisa.
__ADS_1
''Apa? aku gak dengar.'' goda Kendra.
''Huft...sayang.'' kata Nisa sedikit lebih keras.
''Aku suka panggilan kamu ini.'' kata Kendra. ''Dan aku mau kamu memanggil aku dengan seperti itu.'' kata Kendra lagi mengungkapkan keinginannya.
''Tapi...aku malu mas sama yang lain.'' kata Nisa dengan wajah yang sedikit memelas agar Kendra mengerti keadaanya.
''Oke kalau kamu malu...kamu bisa manggil aku seperti biasa kalau ada mereka, tapi kalau cuma berdua aku mau di panggil seperti itu.'' kata Kendra memberi solusi. ''Gimana?'' tanyanya.
''Em baiklah aku setuju suamiku sayang.'' jawab Nisa setelahnya mengecup sekilas bibir Kendra.
Sesuatu hal yang jarang bahkan hampir tak pernah terjadi selama menikah...Nisa mencium bibirnya seperti itu tanpa di minta.
''Hem sudah berani nakal ya sekarang...'' kata Kendra yang menggoda sang istri.
''Bikin gemes deh kalau lihat kamu malu-malu gini.'' kata Kendra. ''Jadi pengen makan kamu...'' sambungnya lagi.
''Ya elah ni orang dua di cariin malah mojok di sini.'' seru Arka, anak dari Arman dan Nia...kakak dari mommy Sifa.
''Ada apa kak?'' tanya Kendra.
''Di cariin sama aunty tuh.'' jawabnya.
''Iya kita akan kesana kak.'' sahut Kendra. ''Ayo sayang.'' ajaknya pada Nisa.
__ADS_1
*****
''Kalian dari mana?'' tanya Sifa pada anak dan menantunya.
''Dari mojok tuh aunty.'' seru Arka yang menyahut omongan Sifa dan membuat semua orang yang berada di sekitar sana menatap kearahnya dan bergantian ke arah Kendra dan Nisa.
''Ish ni orang kalau ngomong.'' kata istri Arka dengan tangan yang sudah mencubit perut suaminya.
''Auww sakit sayang.'' rintih Arka.
''Sukurin.'' kata sang istri.
''Tega kamu yank sama suami sendiri.'' keluhnya sok mendramatisir.
''Lebay.'' cibir sang istri yang memang suka ceplas-ceplos.
''Khem ada apa mom?'' tanya Kendra mengalihkan perhatian dari ulah saudara sepupunya itu.
''Begini kak, lebih baik sekarang saja kita bagi souvernir buat anak-anak pantinya ya kak.'' usul Sifa. ''Kasihan mereka...ini sudah larut malam.'' sambungnya lagi.
''Iya itu lebih baik sih mom.'' sahut Nisa yang ikut menimpali.
''Apa gak terkesan kita kayak ngusir mereka ya mom?'' tanya Kendra.
''Enggak gitu kak, soalnya tadi ibu Farida juga sudah bilang sama mommy kalau mereka mau pamit...anak-anak sudah pada ngantuk katanya, tapi tadi mommy cegah dulu dan minta mereka buat nunggu kalian berdua.'' tutur Sifa.
__ADS_1
''Ya sudah kalau memang begitu mom.'' kata Kendra.