
❤️ Happy Reading ❤️
''Siap mommyku sayang.'' kata Kendra lalu pergi ke kamarnya.
Sedangkan sang mommy dan daddynya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sang putra yang sekarang sudah menemukan kebahagiaannya dengan orang yang sangat tepat.
Kebahagiaan dari pernikahan yang dulunya di awali dengan penuh drama yang di buat oleh sang mommy.
Bahkan di awal pernikahan menuju ke sebuah penyatuan pun juga di warnai dengan drama.
Sifa sang nyonya besar memutuskan untuk pergi kedapur dan menyiapkan makan malam untuk mereka.
Sedangkan sang tuan besar Kevin Wijaya lebih memilih mendudukkan tubuhnya di sofa sambil bersandar dan menonton televisi.
Ting Tong
Ting Tong
''Sayang tolong buka pintunya.'' seru Sifa dari dapur.
Mau tak mau Kevin pun langsung berjalan untuk membukakan pintu.
Cklek
__ADS_1
''Assalamualaikum dad.''
''Ck, wa'alaikumsalam.'' sahut Kevin. ''Ngapain kalian kesini?'' tanya Kevin sambil berjalan masuk kembali dan di ikuti oleh orang yang baru saja menekankan bel pintu tersebut.
''Kak Kendra sama kak Nisa mana dad?'' tanya Kirana yang celingak-celinguk mengedarkan pandangannya namun tak menemukan dua sosok pemilik tempat.
''Ck, baru sampai kalian udah tanyakan mereka berdua.'' kata Kevin.
''Kalian kok nyusul?'' tanya Sifa.
''Ya kan kami juga ingin berkunjung mom.'' sahut Kenan. ''Lagian ini juga kali pertama datang ke apartemen kakak setelah dirinya menikah.'' jawab Kenan lagi.
Mereka berdua sedang ada di kamar.'' jawab Sifa dengan sebenarnya.
Sedangkan d dalam kamar Kendra yang sedang bersiap matanya sesekali melirik ke arah sang istri yang sedang tertidur pulas.
Duduk berjongkok dengan tangan yang membelai pipi putih nan mulus yang dimana sang pilot masih diam tak terusik karena terlalu nyenyaknya.
''Eugh...mas.'' lenguh Nisa yang kemudian memangil namanya karena pertama kali setelah membuka mata yang di lihatnya adalah wajah tampan nan cool sang suami tercinta.
''Hem.'' sahut Kendra dengan tangan yang masih setia membelai pipi tersebut.
''Jam berapa mas?'' tanya Nisa.
__ADS_1
''Sudah hampir magrib sayang.'' jawab Kendra. ''Kamu sekarang mandi ya.'' pintanya. ''Mommy dan daddy sudah menunggu di luar.'' katanya lagi yang membuat mata indah Nisa langsung membola.
''Kok gak bilang sih mas?'' tanya Nisa dengan sedikit kesal.
''Lah bagaimana ceritanya aku memberi tahumu kalau kamu sendiri saja sedang tertidur pulas.'' sahut Kendra.
''Mas kan bisa bangunin aku dari tadi.'' kata Nisa yang sudah bersiap untuk berjalan ke arah kamar mandi.
''Apa-apaan mas Kendra ini ada mommy dan daddy kok malah gak bangunin aku.'' gumamnya.
''Aku masih mendengarnya sayang.'' sahut Kendra karena Nisa sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.
*****
''Mas, aku gak enak sama mommy dan daddy.'' kata Nisa lagi setelah selesai bersiap.
''Gak apa-apa sayang...biasa saja, toh mereka juga pernah muda pasti ngertiin kok.'' jawab Kendra.
''Kamu bisa cuek dan santai gitu ya karena mereka orangtua kamu mas.'' kata Nisa lagi.
''Huft....mereka juga orangtua kamu sayang.'' bantah Kendra. ''Jadi kamu tenang saja gak usah merasa tak enak hati lagian kita kan juga berusaha untuk penuhi maunya mereka untuk segera punya cucu dan ini kita akan wujudkan ya.''sambungnya lagi.
Jantung Nisa serasa berhenti, pasokan oksigen serasa menipis sehingga sulit untuk bernapas.
__ADS_1
''Tadi mas bilang apa?'' tanya Nisa memastikan. ''Memangnya mas mau pu...punya anak dariku?'' tanyanya lagi.
''Lah tentu saja sayang lagian aku mau bikin sama siapa lagi...ya sama kamulah, kamukan istri aku.'' kata Kendra dengan sungguh-sungguh. ''Ayo sekarang kita keluar...lagian sebentar lagi juga akan masuk waktu sholat magrib.'' ajak Kendra lalu melangkah keluar yang di ikuti olah Nisa.