
❤️ Happy Reading ❤️
''Kak, hari ini contoh undangan akan di antar oleh pihak WO.'' kata Sifa. ''Bisakah kamu dan Nisa memilihnya?'' tanya Sifa.
''Kendra gak bisa mom.'' sahut Kendra. ''Kendra sibuk hari ini dan lagian kerjaan juga sudah numpuk banget karena akhir-akhir ini sering gak ngantor.'' tuturnya. ''Mommy saja yang pilih...gak apa-apakan mom.'' kata Kendra lagi.
''Tapi...'' kata Sifa hendak menjawab.
''Ayolah mom...tolong ya.'' bujuk Kendra.
''Iya...iya.'' sahut Sifa kemudian karena dia rasa percuma saja kalau tetep kekeuh pada sang putra.
''Terimakasih mommyku sayang.'' ucap Kendra.
*****
Beberapa hari telah berlalu...kini pernikahan Kendra tinggallah tiga hari lagi, namun begitu tuan muda Wijaya tersebut masih sibuk dengan segala pekerjaannya di perusahan, padahal sang daddy sudah menyuruhnya untuk mengambil cuti.
''Kamu masih mau ke kantor kak?'' tanya Sifa lagi ini.
''Iya mom.'' jawab Kendra apa adanya.
__ADS_1
''Gak salah kak?'' tanya Sifa lagi. '' Pernikahan kamu tinggal tiga hari lagi loh.'' ujarnya.
''Kerjaan Kendra banyak mom.'' kata Kendra memberi alasan.
''Kerjaan gak akan ada habisnya kak kalau kamu sendiri yang gak luangin waktu.'' kata Sifa sedikit geram dengan alasan sang putra. ''Ambil cuti kak!'' tegasnya. ''Pokoknya mommy gak mau tau besok kamu harus sudah ambil cuti untuk pernikahan juga bulan madu kalian.'' sambung Sifa lagi.
''Ayolah mom, cuti buat nikah saja ya...gak usah bulan madu.'' tawar Kendra. '' Kendra kan sudah bilang kalau Kendra lagi sibuk mom.'' sambungnya.
''Terserah.'' sahut Sifa dengan geramnya. ''Jangan lupa besok temani Nisa untuk berziarah ke makam kedua orangtuanya.'' sambungnya lagi dengan nada dingin, lalu dia beranjak dari duduknya dan berlalu dari sana tanpa memakan sarapannya.
''Keterlaluan kamu Ken, lagi-lagi kamu bikin mommymu marah.'' kata Kevin dengan nada kecewanya. ''Daddy sangat kecewa dengan sikap kamu ini.'' sambungnya lalu pergi menyusul sang istri.
''Belum juga mulai sarapan sudah ada aja.'' celetuk Kirana.
''Semua yang mommymu lakukan itu untuk kebahagianmu Ken.'' sahut mama Iren. ''Semua sudah di handle oleh mommymu...lalu apa susahnya sih kamu ambil cuti sebentar saja...meluangkan waktu sedikit saja.'' tuturnya.
''Iya oma, opa, besok Kendra akan libur.'' jawab Kendra.
''Lagian di pandang orang juga gak bagus Ken.'' kata papa Adi lagi. ''Undangan sudah di sebar...mereka sudah tau kamu akan menikah tiga hari lagi...tapi kamu masih sibuk untuk ke perusahaan, nanti mereka pikir keluarga kita hanya memburu harta saja.'' kata papa Adi lagi mencoba memahami asumsi publik.
''Sudah sekarang lebih baik kalian sarapan, nanti keburu siang loh.'' kata mama Iren mengintruksi.
__ADS_1
''Tapi oma sudah gak selera buat makan.'' lirih Kirana.
''Harus tetap makan, apalagi itu makanan buatan mommy kalian.'' kata mama Iren. ''Nanti mommy kalian tambah marah juga sedih kalau kalian bertiga gak mau sarapan.'' lanjutnya.
''Baik Oma.'' jawab mereka dan dengan terpaksa memakan sarapannya, mereka berusaha menelannya meskipun makanan pagi ini seperti nyangkut di tenggorokan, jadi susah untuk di telan.
*****
''Lesu amat bos.'' celetuk Rio saat masuk ke ruangan sang atasan dan atasannya itu sedang duduk sambil memijat-mijat pelipisnya.
''Hem.'' sahut Kendra.
''Napa bos?'' tanya Rio. ''Harusnya bukannya happy karena sudah mau nikah.'' sambungnya lagi.
''Mommy marah lagi.'' kata Kendra.
''Hah kok bisa bos? kenapa?'' tanyanya beruntun. ''Perasaan akhir-akhir ini nyonya marah terus bos.'' ujarnya.
Lalu Kendra pun menceritakan kejadian pagi ini pada asisten yang sekaligus sahabatnya itu.
''Lagian bos sih cari gara-gara.'' sahutnya. ''Kalau itu memang bos yang salah dan aku setuju dengan apa kata nyonya.'' sambungnya lagi. ''Turuti saja maunya nyonya besar bos, lagiankan bos masih bisa menghandle kerjaan dari laptop...akan aku kirimkan ke email bos.'' sarannya.
__ADS_1
''Aku juga kepikiran begitu.'' sahut Kendra.