Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 173


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Selepas sholat isya satu persatu tamu yang di undang oleh kelurga Wijaya mulai berdatangan.


Tok


Tok


Tok


''Kak.'' seru Sifa yang berada tepat di depan pintu kamar Kendra.


Cklek


''Iya mom.'' sahut Kendra setelah membuka pintu.


''Tamu sudah mulai datang sebaiknya kamu ajak istrimu kebawah, karena bagaimanpun acara ini untuk istri serta anak-anakmu.'' kata Sifa memberi tahu. ''Nisa mana kak?'' tanyanya.


''Nisa masih di kamar mandi mom.'' jawab Kendra.

__ADS_1


''Ya sudah mommy tunggu di bawah ya.'' kata Sifa lagi.


''Iya mom.'' jawab Kendra lalu menutup pintu kamarnya kembali karena sang mommy sudah melangkah menuju ke arah lift.


Klik


''Siapa mas?'' tanya Nisa yang baru saja keluar kamar mandi.


''Itu sayang tadi mommy.'' jawab Kendra. ''Meminta agar segera turun karena tamunya sudah mulai datang.'' lanjutnya.


''Oh ya sudah ayo kita kebawah.'' sahut Nisa.


*****


Karena acaranya ada pengajian jadi Kendra dan Nisa serta yang lainnya memakai pakaian muslim dan tertutup.


Mereka benar-benar terlihat sangat serasi...yang satu tampan paripurna dan yang satunya tak kalah cantik bak bidadari ya walupun kondisi perutnya yang membuncit, eh tapi menurut Kendra...istrinya itu kelihatan lebih **** dengan perut buncitnya itu.


Kendra dan Nisa menyempatkan diri untuk menghampiri serta menyalami tamu-tamu yang hadir sebelum acara di mulai.

__ADS_1


Acara dimulai dengan acara tausiah kemudian di lanjutkan dengan berdoa dan terakhir makan-makan serta beramah tamah.


''Ibu.'' sapa Nisa pada ibu Farida. ''Bagaimana kabar ibu dan yang lainnya?'' tanya Nisa. ''Maaf ya bu', Nisa sudah lama gak ke panti dan Nisa juga gak bisa sering-sering kesana.'' ucap Nisa.


''Alhamdulillah baik-baik kok nak.'' jawab ibu Farida. ''Gak apa-apa sayang...yang terpenting kamu dan cucu-cucu ibu baik-baik saja.'' kata ibu Farida. ''Lagian suamimu juga sering kok datang ke panti untuk berkunjung serta mengatakan bagaimana keadaanmu.'' sambungnya.


''Hahbmas Kendra.'' kaget Nisa.


''Loh apa nak Kendra sama sekali gak cerita ke kamu nak?'' tanya ibu Farida dan di jawab gelengan kepala oleh Nisa. ''Hufh nak Kendra sering datang ke panti dan memberi banyak sekali barang kebutuhan panti dan kebutuhan anak-anak.'' katanya lagi. ''Kamu beruntung nak...mendapatkan keluarga terlebih suami yang begitu sangat menyayangimu.'' ucapnya.


''Iya ibu benar, aku sangat-sangat beruntung bu'.'' kata Nisa. ''Sama sekali tak terlintas dalam benakku...kalau kehidupanku akan sebaik ini bu', bahan dalam sekalipun aku tak pernah memimpikan kalau bakal bisa seperti ini bu'.'' sambungnya.


''Ini adalah buah manis dari segala kesabaran dan ketabahanmu nak.'' sahut ibu Farida. ''Selalu ingatlah kalau akan ada pelangi setah hujan, akan ada terang setelah gelap sayang.'' sambungnya.


''Iya bu'.'' jawab Nisa.


''Sebentar lagi peranmu akan bertambah, tugas serta kewajibanmu juga akan bertambah serta tanggung jawab yang kamu emban pun akan lebih banyak lagi...karena statusmu yang akan bertambah dari seorang anak, menantu, istri, dan sebenar lagi akan menjadi ibu juga...ibu harap kamu bisa lebih sabar serta tawakal.'' nasehatnya.


''Iya bu'...Nisa akan ingat sua pesan-pesan ibu.'' jawab Nisa.

__ADS_1


''Sepertinya seru banget nih ngobrolnya.'' kata Kendra yang berjalan untuk menghampiri mereka berdua. ''Jadi penasaran pengen ikutan juga.'' imbuhnya. ''Lagi ngobrolin apa sih sayang sama ibu?'' tanya Kendra.


''Kamu ini mau tau aja sih sayang...ini cuma masalah perempuan saja.'' jawab Nisa.


__ADS_2