Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 122


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Bangun pagi pertama yang di lihat dari mata indah Nisa adalah wajah tenang nan damai dari suami tercintanya...pria yang sangat tegas dan berkarisma disertai jangan lupakan kekayaan dan good looking yang menjadi nilai plus untuknya.


''Aku tau kalau aku memang tampan sayang.'' kata Kendra dengan suara serak khas bangun tidurnya tapi masih dengan mata yang terpejam...belum terbuka sama sekali.


Nisa yang mendengar pun menjadi sedikit terkejut dan kalau Kendra sudah membuka matanya maka dapat di pastikan kalau Kendra dapat melihat wajah sang istri yang sudah merah merona bak buah tomat yang matang.


Jangan lupakan tangan Kendra yang masih melingkar sempurna di tubuh sang istri.


''Mas, lepasin...aku mau turun.'' kata Nisa yang sudah terlanjur malu.


''Sebentar lagi sayang...'' kata Kendra.


''Aku mau bersih-bersih dulu...kan mau sholat subuh.'' kata Nisa memberi alasan.


''Hah...ini masih jam setengah empat pagi sayang.'' kata Kendra setelah membuka matanya untuk melihat jam yang ada di nakas samping tempat tidur.


''Tapi...'' kata Nisa.

__ADS_1


''Nanti sayang...biarkan sebentar lagi seperti ini.'' kata Kendra masih berusaha kekeh. ''Dan jangan bergerak terus sayang nanti kamu membangunkannya lagi dan kamu harus bertanggung jawab untuk itu.'' sambungnya lagi sambil mengeratkan pelukannya.


Kalau sudah seperti ini Nisa bisa apa...dia hanya bisa diam dengan pasrah dan Kendra kembali memejamkan matanya.


*****


''Mas...'' lirih Kendra.


''Hem.'' sahutnya.


''Bentar lagi mau subuh.'' kata Kendra lagi memberi tahu.


''Baiklah, ayo.'' kata Kendra yang sudah membuka matanya.


Kendra tak menjawab namun dia langsung menyibakkan selimut tebal yang menutupi tubuh mereka berdua lalu mengangkat tubuh Nisa ala bridal style dan tubuh mereka tidak polos ya...tapi sudah berpakaian karena mereka mandi terlebih dahulu baru tidur setelah melakukan ritual panas mereka berdua.


''Mas.'' pekik Nisa yang kaget dan langsung mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.


''Iya sayang.'' sahut Kendra dengan santainya sambil berjalan menuju ke arah kamar mandi. ''Kita mandi bersama.'' sambungnya lagi.

__ADS_1


Inilah ritual mandi bersama mereka berdua untuk yang pertama kali dan dengan benih-benih cinta yang sudah mulai bermekaran.


Mandi...hanya mandi karena Kendra tak ingin istrinya kelelahan serta waktu yang sudah mau masuk sholat subuh membuat Kendra tambah tak ingin melakukannya.


*****


''Eith mau kemana sayang?'' tanya Kendra dengan tangan yang sudah mencekal tangan Nisa saat sang istri hendak melangkah pergi setelah merapikan peralatan sholat mereka.


''Aku mau keluar mas...mau nyiapin sarapan.'' jawab Nisa.


''Gak usah kita order saja.'' kata Kendra. ''Aku gak mau kamu kelelahan nanti.'' sambungnya.


''Aku gak kenapa-napa mas.'' kata Nisa. ''Cuma mau bikin sarapan yang simpel aja kok.'' sambungnya lagi.


''Hem baiklah asal kamu gak kecapekan aja.'' pasrah Kendra.


Bukan tanpa sebab Kendra mengatakan hal itu, karena mengingat kemarin istrinya itu sudah masak dan membuat berbagai camilan sewaktu di rumah utama serta di tambah lagi yang di gempur dirinya berkali-kali hingga dini hari dan nanti Nisa masih harus ke sekolah untuk mengajar.


Sepeninggal Nisa, Kendra membuka sebentar beberapa email yang masuk,baru a telah itu dirinya melakukan olahraga di ruang gym yang memang dia sediakan di sana walau peralatannya tak selengkap di rumah utama.

__ADS_1


Sedangkan Nisa, mulai berkutat dengan segala peralatan dapurnya...walau tak dalam jumlah yang banyak namun peralatan masaknya sangat lengkap.


Satu persatu bahan sudah di keluarkan untuk membuat menu sarapan pagi mereka berdua, memasak dengan penuh kebahagiaan serta keceriaan karena kini dirinya sudah merasa di sayangi oleh sang suami dan itu adalah sesuatu yang benar-benar membutuhkan sebuah perjuangan, ketabahan dan keikhlasan sehingga dirinya bisa berada di titik seperti ini.


__ADS_2